Kucari Cinta (… tentang hidayah)

Hidup yang perit mengajarku mencari cinta
Kusangka teguh kiranya masih rapuh
Kusangka mudah namun amat payah
Kusedar semua pasti ada akhirnya
Moga akhirku di selimut cinta, cinta agungNya (saujana)

Berbicara tentang cintaNya, memang tak ada habisnya waktu dan asa. Tapi sejujurnya, terkadang cinta itu sekejap sirna. Selayaknya tak pernah singgah barang sedetikpun di jiwa… asataghfirullah…

Ya…cinta kepada Zat Yang Maha Sempurna memang harus sempurna. Tapi satu pertanyaan, yang seringkali hadir… “bagaimana aku bias mencintaiNya dengan sempurna, sedang wujudNya saja tak pernah kulihat…. tapi…”

Bukankah udaraNya tak henti kau hirup, bukankah lautNya lah sejuk kau pandang, bukankah sungaiNya mengaliri gunung-gunung rupawan.
Inna fikh tilaa finnahaari wamaakhalaqallahu fissamaawaati wal’ardhi la aayaa ti liqowmiy yattaquun (“sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa)…(Yunus:6)

Mengingatnya selalu…sungguh tak mudah. Di saat senang maupun susah. Bila senang, ingat Ia sesaat, sekedar mengucap Alhamdulillah. Di saat susah begitu sombongnya, lupa memohon padaNya.

Di saat senang, memilih bersuka ria bersama teman, terlupa sujud sembah syukur atas nikmatNya. Di saat susah, memilih berbagi, mencurah gulana pada manusia, terlupa menangis mengadu di hadapNya.

Bahkan tanpa malu memberikan selaksa pikir dan rasa. Terhabis waktu percuma tuk ciptaannya. Astaghfirullah… Allah jaga hati hamba, agar cintaku padaMu tak pernah kalah dengan cintaku pada makhlukMu

CintaNya… cinta agung. Tiada tanding, tiada banding. Tak mudah mendapatkannya setia bersemayam di hati. Allah… bahkan walau itulah adanya kami. cintaMu tetap tiada tepi.

Oh Tuhanku ampunkanlah diri ini yang mendamba CintaMu
Aku lemah, aku jahil tanpa pimpinan dariMu
Kau pengasih kau pengampun kau penyayang kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu seribu langkah kau pada ku

Tuhan.. bimbingan, petunjuk, hidayah jualah yang kan mampu sadarkan aku akan cinta itu. Mampu bertahankah ia di hati? Selamanya….
Dan ternyata datangnya hidayah seiring kesungguhan mencari jalan kebenaran jalan keredho’an(d’fikr). Saat aku lupa, jenuh dan lemah… kuatkan aku Tuhan.

Akar-Akar Pohon

Bila anda tak bisa jadi pohon cemara di atas bukit
Jadilah belukar di lembah
Jadilah perdu bila tak bisa jadi pohon
Bila tak bisa jadi perdu jadilah rumput, dan buatlah jalan-jalan jadi semarak
Bila tak bisa jadi gurami, jadilah teri
Tetapi teri yang paling indah di tambak

Kita tak semuanya jadi komandan
Harus ada yang jadi pasukan
Semua ada kepentingan masing-masing
Ada pekerjaan besar, ada pekerjaan kecil
Semua harus dilakukan
Dan tugas yang harus kita kerjakan
Adalah tugas yang terdekat dengan kita

Bila tak bisa jadi jalan besar
Jadilah pematang
Bila tak bisa jadi matahari
Jadilah bintang
Bukan besarnya yang mengukur anda
Kalah atau menang
Yang penting…
Jadilah wajar dan matang

Taken from… lah pokoknya… lupa dari mana!
Lebih untuk diri semdiri…
Dan buat kalian yang nge-rasa diri mmm gak penting…
Pekerjaan kecil yang banyak juga bisa buat kita puas. Walau kepuasan bukan segalanya sih… tapi kan… tapi kahn…. gak ada salahnya jadi pematang (hehehe. Nyambung gak sih?!@#$^&*^#^**())@+)@(*(*)($?><)(*(@)