Terapi Tawa… How Can? Saat Tangis Lebih Tenang dan Ingatkan….

Menangislah, agar tangisan itu, dapat mengingatkan kita pada hari-hari mati
Yang pastinya datang tanpa bertanya usia… siapa kita di belantara hidup ini
Hidup sementara, dunia hanya pinjaman. Ciptaan Illahi Yang Maha Kuasa
Yang Maha Kuasa.

Uffh… entah kata apa yang bisa menggambarkan perasaan ini saat menyaksikan berita ’aneh’ bin ’serem’ itu. Bagaimana tidak, ritual tertawa tak tentu arah itu dimaksudkan sebagai sebuah alternatif olahraga. Oh No!! Pun bila itu memang benar, aku lebih memilih lari 4 kilo daripada tertawa tak tentu arah seperti itu

Yah… di salah satu siaran berita, aku menyaksikan satu berita yang… iiiiich…. sekelompok orang tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka. Tertawa yang kata ahli yang bersangkutan bisa berpengaruh baik pada saraf gitu2 deh!!

Bukan Cuma serem, tapi aku juga malu melihat tawa mereka, astaghfirullah bukankah tawa bisa menurunkan izzah. Lah ini, walaupun tujuannya adalah olahraga, tetap saja tawa tak tentu arah itu membuat mereka terlihat seperti… maaf… orang gila.

Bukankah Rasulullah memerintahkan kita untuk memadamkan air mata dengan tetes air mata.

Terlepas dari benar tidaknya hal baru itu. Aku punya pendapat sendiri tentang tawa dan air mata.

Tawa idealnya dihasilkan saat kita senang. Tawa kadang menjadi sangat melegakan dan nikmat yang subhanallah untuk kita. Tapi aku sering merasa risau jika terlalu banyak tertawa. Setelah ini apa lagi yang akan ku alami.. akankah menangis sedih. Sebuah pengalaman…

Suatu hari, aku dan teman-temanku lagi ngumpul-ngumpul. Sekedar menghabiskan waktu bersama. Dan nyambi latihan… Ntah kenapa, kami merasa sangat senang, dan ada saja yang membuat kami tertawa. Tertawa dan terus tertawa. Candu tawa yang membuat kami senang tak tentu arah… hingga kami beristighfar… what’s gong on hi frenz?. Tawa malah membuat kami risau kemudian… ampunkan kami Robbi… beberapa jenak melupakanMU.

Esoknya, aku menangis… bukan tawa lagi yang menghiasi petangku. Uufh… kecelakaan itu terjadi, dan salah satu teman tertawaku adalah orang yang kugonceng. Ia jatuh dan harus dibawa ke Rumah Sakit. Uufhh…. kecelakaan pertama yang kualami, kecelakaan yang tak melukai aku sedikitpun, tapi temanku… astaghfirullah… Allah dan hari itu aku tak bisa lagi tertawa. Aku menangis… hanya tangis.

Dan air mata umumnya keluar saat hati merasakan nuansa melankolis yang beraneka ragam, bisa sedih, terharu bahagia, trenyuh, terharu sedih, gundah dll. Dan air mata selalu menenangkan. Dan air mata selalu mengingatkan, akan cinta, akan Dia, akan akhirat yang menunggu, akan…

Sebuah buku yang sudah lusuh -mungkin karena bolak-balik dibaca oleh pemiliknya- sungguh!! Tidak pernah menarik perhatianku untuk membacanya. Sudah lama buku itu berada dalam jejeran buku di meja kosan temanku. dan kali itu aku juga tetap tidak tertarik untuk membacanya. Buku berjudul ” Biar Cinta Bicara” itu kupikir adalah buku cinta kebanyakan. Bosen ah!! Tapi entah mengapa tanganku mengambil buku itu dari tempatnya. Yang lain memilih untuk tidur siang menunggu ashar tiba… ba’da ashar ada acara yang harus kami hadiri.

Hmm, mata ini mengantuk, tapi ntah mengapa enggan aku tidur. Kumulai membuka lembar demi lembar buku yang subhanallah itu. Setiap cerita berhasil membuatku menitikkan air mata. ” Tadi pas aku jatuh, aku udah ngerasa senang karena akan bertemu Allah, Ry!! Tapi….”. Allah aku juga rindui-MU, tapi aku belum siap tuk menghadapMU. Akankah kulihat wajahMU.

Lembar demi lembar, tetes demi tetes air mata. Gemuruh nan tenang… sungguh. Selesai membaca… tak sabar kulabuhkan galau itu dalam ruku’ dan sujud. Ashar…

Ahhhh… semakin air mata…. semakin air mata….

Lega…

Bilapun tertawa-tawa seperti orang gila itu bisa membuat sehat pelakunya. Biarlah, masih banyak olahraga lain. Mmm… bilapun tertawa-tawa seperti orang gila itu diniatkan sebagai olahraga… Ahh…. naudzubillah… bila maut menjemput saat itu.

Dan tangis lebih menenangkan, moga setiap tetes airmataku mengingatMu akan padamkan api neraka itu. Amiien…

Serial Cinta

The Highest Love

There’s a thing we all have
That is love, that is love, oh that is love
At that thing we all need
Oh that is love, oh that is love, oh that is love

Love gives us happiness and pain in our heart
Love throws our loneliness out our heart
And love makes everything so beautiful
And love makes everything so woderful

It’s ever come; it’s ever come to me
Falling love, falling love oh love

Then I find different thing
About love, about love, about love
Not just all good things
Oh that is love, Oh that is love, Oh that is love

Love causes the sadness and pain in our heart
Love causes the madness and pain in our heart
Love makes the happiness and peace in our heart
Also the sadness and pain in our heart

Why don’t you tell me?
Why don’t you tell me?
About love, the true love, the highest love

Please tell me about the true love
Please tell me about the true love
Please tell me about the true love
True love, true love

And then I realize
About love, about love, about love
This would be the true one
The highest love, the highest love, the highest love

This love won’t make you had
not cause the pain
this love will make you glad
Again and again

This is the true love
This is the highest love
Love your GOD, love your GOD, love Allah

then He will give you the really love
then He will send you people with true love

you will be happy
you will be happy
on the earth in heaven forever…
(snada)

Tanda Cinta

Kala sepi hati ini
Meski dalam ramainya dunia
Tlah kumengerti hanya kasihMu ya Allah
Ku rindu kini

Tiada tempat kan kusandarkan
resah ini selain padaMu
Takkan lagi hatiku berpaling
Dari indahnya tahta kuasaMu

Kutuju hanya padaMu
Setiap langkah dalam hidupku
Kusembahkan kepadaMU
Seluruh jiwa raga sbagai tanda cinta di jiwa.
(gradasi)

Sahabat Juga Manusia…

Tidaklah semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
Tidak pula dapat selalu mamahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
Janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu
Walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri
Karena perasaan adalah bahasa hati yang dapat berubah di setiap waktu
Hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu
Mungkin esok ia adalah orang yang paling tidak memahami
Janganlah memaksa karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa
Uuuuuuu……….
Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita
Dan menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa
Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
(Maidany)

Yupz!! Nasyid ini tidak begitu menarik perhatianku sebelumnya. Tapi setelah kejadian itu….
Terik… padahal sudah jam 3an. Wajar saja, karena waktu itu aku berada di pantai… panas!!. Ehm mencari-cari sesosok sahabat yang sudah satu minggu tak kujumpai. Senangnya bertemu lagi…

Sebuah pertemuan yang kami ikuti setiap minggu sekarang sering menjadi satu-satunya momen perjumpaan. Uuffhh… masing-masing semakin sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri. Berjalan bersama, bahkan untuk perjumpaan sekejap bukan perkara yang mudah lagi untuk dilakukan. Wajar saja jika aku selalu menyambut bahagia hari itu. Paling tidak satu kali saja dalam satu minggu, aku ingin bercerita… banyak hal.

Posisinya tak jua kutemui.

“ Sebelah tulisan Tapak Paderi yang besar itu loh.” Aku memberi tahu via telphone. Tak lama ia muncul, hati ini bergemuruh. Selalu rasa ini yang muncul bila bertemu dengannya. Senang…

“ Assalamu’alaikum…” Aku lupa siapa yang lebih dahulu menyalami dan mengucapkan salam, tapi yang pasti dia nampak tak bersemangat. Tak ada binar di matanya seperti yang kuprediksi menghiasi mataku.

Sedikit percakapan ngalur ngidul pembuka pertemuan,seperti biasa. Sebentar saja, karena di salah satu sudut area wisata pantai itu menunggu teman-teman yang lain. Hmm.. acara sudah akan dimulai.

Acara berjalan dengan menyenangkan. Sekali-kali rihlah melepas kepenatan. Sambil mentafakuri kebesaran Allah. Meraup ilmu di setiap penciptaanNya.

Sebelum ashar acara sudah selesai. Tentu banyak hal yang tertinggal di hati. Alhamdulillah… pertemuan ini selalu memompa spirit untuk menjalani hari lagi.Yang kubayangkan setelahnya adalah perjumpaan personal dengan sahabatku. Hmm… ternyata itu tak terjadi, karena dia ingin sendiri. Laksana ia bernyanyi…sendiri..hooo.. biarkan aku sendiri… sendiri… Hmm.. padahal rentetan cerita telah kususun dalam pikiran. Dari judul cerita sampai urutan cerita mana yang ingin kusampaikan terlebih dahulu. But unfortunalely, gagal aku bercerita dengannya. Karena dia ingin sendiri.
Padahal sudah satu minggu tidak bersua. Mengapa tak ia sambut perjumpaan itu dengan bahagia? Hhh… kesal, kecewa, marah bercampur menjadi satu. Panas!!!

Hingga sebuah surat ia layangkan. Suratnya adalah respon dari dua sms kanak-kanakku yang menyatakan kekecewaanku atas sikap cueknya pada perjumpaan itu. Isi suratnya banyak…Tentang keinginannya untuk sendiri yang seringkali muncul, tentang kekecewaannya atas sikap kanak-kanakku yang kusimpulkan sering mengganggunya. Tentang penyesalannya atas sikapnya yang sering cuek, tidak peka dll. Tentang persahabatan kami yang telah berjalan hampir 8 tahun. Tentang sebuah pilihan yang ia tawarkan, end this really worthy friendship or survive with many differences.Uuffhhhh ……..

”Tidaklah semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
Tidak pula dapat selalu mamahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
Janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu
Walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri”..

Sahabat karib juga manusia. Ia bisa saja tak memahamimu, tak memahami bahwa saat itu kita bahagia bertemu dengannya. Tidak memahami bahwa begitu banyak cerita yang ingin kita sampaikan padanya. Sahabat juga manusia, ia bisa saja terlihat tak peduli karena mungkin di saat itu begitu banyak masalah yang melingkari harinya.

Sahabat juga manusia yang kadang ingin sendiri. Hmm… berhentilah egois dengan memaksanya mengisi harimu. Janganlah memaksa karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa Uuuuuuu……….Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita. Dan menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa. Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita.

Sahabat.. pencarian itu telah berakhir pada namamu. Kadang bila permasalahan datang ingin kuberalih pada nama yang lain. Tapi sahabat…

Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu, hanya kaulah yang benar-banar memahamiku, kau pergi dan hilang kemanapun kau suka. Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan, hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan. Di antara pedih aku slalu menantimu…

Orang lain boleh datang dan pergi, namun sahabat sejati slalu ada di hati. Sahabat sejati laksana matahari yang senantiasa menyinari. Tatkala malam tiba, hati tak merasa sepi sebab esok matahri kan terbit kembali (mengejar matahari

Mungkin hari ini ia tak ada, seperti malam yang tak bermatahari, tapi masih ada bintang bukan.Hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu
Mungkin esok ia adalah orang yang paling tidak memahami. Hari ini ia sedang ingin sendiri. Mungkin esok ia ingin bercerita dan mendengar ceritamu. Hari ini ia tampak tak peduli. Tapi setiap harinya ialah orang yang begitu ingin mengetahui keadaanmu. Hari ini ia adalah orang yang paling tidak memahami. Mungkin esok ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu.

Untuk sahabat-sahabatku…

Seutas tali memadu simpul tawaamu duhai kawan
Simpulnya jatuh di pelupuk nurani yang tertambat cinta
Cinta berkawan… bersama nikmati semusim massa.
Di sela kehangatan berkawan adalah aku pandang
Satu-persatu garis wajahmu hai kawan penuh harapan
Andai saja… terus bersama setiap masa sehati
Suratan Tuhan kita disini menapaki cerita bersama
Cinta berkawan karena sehati dalam kasih Illahi
Tepiskan hal yang berbeda
Agar kisahmu teramat panjang
Simpan rapi harapan
Berkawan selamanya.(edcoustic)

Nasyid… Kataku, Kata Mereka.

Waktu terasa begitu lama berjalan. Perjalanan yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga. Yess!! Jalan-jalan bareng temen-temen tercinta. Perjalanan menuju sebuah kota yang dingiiin, di puncak gunung (gak segitu2 amat lah Ling!!).
Berniat untuk silaturahim ke rumah teman, aku dan 5 temanku yang lain mengarungi perjalanan lebih kurang 2 jam dari Bengkulu. Perjalanan yang berat, karena kami harus melewati gunung-gunung yang tinggi, jalan berliku dan mendaki. Uuufffh untung naik mobil jadi tidak begitu terasa capek (huahahaha). Tapi tetap saja berat… 2 jam di dalam mobil dengan perjalanan ke kota Curup yang berliku-liku. Asal tahu saja kata ’mabuk kepahyang’ kan berasal dari perjalanan ke Kepahyang yang memabukkan. Untuk sampai ke Curup, kita harus melewati Kepahyang. Jadilah perjalanan itumembuat setiap orang mabuk kepahyang.
Emm… Shane and the gank nyanyi-nyanyi dari tape mobil:
“soledad…it’s a keeping for the lonely since the day that you were gone why did you leave me soledad. in my heart you were the only.and your memory lives on why did you leave me soledad”… tanpa sadar hampir semua dari kami menyanyi juga megikuti semua lagu yang tak henti berdengung dari tape mobil. Waduh!!! Mmm gimana sih akhwat… astaghfirullah…
Mobil berhenti sebentar. Supirnya keluar…
“ duh ganti dong musiknya…”
Teman yang duduk paling depan di dekat supir nyengir. Mumpung supirnya lagi keluar. Ia pun mengganti west life dengan kaset nasyid yang dibawanya.
Urusan sang sopir sudah selesai. Beliau pun kembali ke singgasana.
” gak papa ya Om, kasetnya diganti?”
” nasyid ya? Gak apa-apa, saya suka juga kok dengerin nasyid” kata si Om supir ramah. Syukur deh!! bagaimana kalau do’i marah. Duh bisa-bisa kita-kita disuruh turun… gawat!!
” tung,,,tung,,, hatiku menyanyi, jiwaku menari, dapatkan anugerah maha besar ini, sekali diriku dikenalkan dengan manusia sesuci ini. Dan tiada dua sang idola dunia, membuka jalan tuk kita semua……………oh indahnya Tuhan itu beri kita Muhammad yang mulia….” satu demi satu lagu mengalun dari tim nasyid Fatih. Kami pun yang lagi keranjingan mendengarkan album tim nasyid nge-pop abiz tersebut tak kuasa menahan diri untuk mengikuti setiap nada. Hmm… by the way, yang di mobil kan bukan cuma 6 orang akhwat dan supir, ada 4 penumpang lain yang tak kami kenal. Sebagai pemerhati bangsa, aku paling suka memperhatikan keadaan sekitar dimanapun aku berada. Sebuah kebiasaan yang kadang tak kusadari ini terjadi juga pada kesempatan itu.
1 orang ibu-ibu, 1 orang bapak-bapak dan 1 orang pemuda… yang dari gayanya sih mmm bisa dikategorikan cowok funky kali ya!. Si ibu… anteng adem ayem saja, ntah karena menikmati musik atau ntahlah (hehe…). Dan hey!! Yang muda yang memberikan respon positif. Tangannya memukul2 pahanya mengikuti musik. Mulutnyapun mengiuti acapellanya. Wahhh!!!
Semua nasyid dalam album itu ia ikuti dengan baik. Apalagi saat nasyid ’dzikir’ yang nge-dangdut tapi asyik. Semoga saja tak hanya aransemen musiknya yang membuat pemuda itu begitu khusyuk mendengarkan, tapi juga syair yang ia cermati maknanya.
Musik semakin berkembang… rasanya naive nian kalau kita tidak menginginkan perkembangan yang sama pada nasyid ”Top deh Ling, ternyata nasyid ada juga ya yang ngebeat… “ komentar salah satu temanku, yang sebelumnya tak sudi tersentuh nasyid, saat aku memberikannya CD mp3 nasyid-nasyid terbaru.
Nasyid sekarang memang beragam macam. Ketar-ketir juga sih, karena keterbatasan ilmu terkadang hati ini ragu… nih nasyid syar’i gak sih? yang ini syar’i gak ya? mmm munsyid-munsyid kok tambah lama tambah show-off aja di panggung..syar’i gak ya? Emm.. kok beda banget yaa ma nasyid yang waktu SD kudapat dari kakakku? Gak nge-Raihan banget… Entahlah…
Pada sebuah LCT islam yang pernah aku ikuti dulu waktu SMA, definisi nasyid yang diberikan juri lebih kurang seperti ini…”nasyid adalah musik islami yang bisa mengingatkan kita pada kebesaran Allah, yang mengajak kita pada kebenaran Islam.”
Nah!! Kalau dari definisi di atas bisa disimpulkan, sepanjang musik tersebut mengumandangkan nilai-nilai islam ia bisa dikategorikan sebagai nasyid. Setuju? Eukh… tapi aku baru saja mendapatkan definisi nasyid… seperti ini ”Nyanyian Islami tanpa diiringi dengan musik yang disenandungkan saat bekerja sehingga bisa lebih membangkitkan semangat, terutama jika di dalamnya terdapat do’a”… uufh jadi confused.
Menilik si pemuda dan temanku yang begitu antusias mendengarkan nasyid-nasyid baru yang memang menjawab kebutuhan mereka akan musik, aku tentu setuju sekali dengan perkembangan nasyid yang sedemikian rupa sehingga pasar nasyid semakin luas. Ditambah lagi, aku sendiri juga tidak jauh berbeda dengan mereka. Membayangkan Craig David yang nge-R&B tulen menyenandungkan nasyid… wuih keren…
Tapi tak jua dapat kupungkiri. Rasanya memang berbeda… dulu waktu nasyid pertama yang kudengaradalah nasyid-nasyid sederhana tanpa musik, paling banter acapaella. Bahkan yang penyanyinya hanya satu orang tanpa musik sama sekali. Pernah dengar nasyid ini?…
Acapela-acapelanyapun tak seheboh sekarang. Tapi nasyid-nasyidnya begitu dalam, menyentuh hingga relung kalbu, hingga kini pun selalu terngiang-ngiang tak henti…
….Setiap langkah yang kutempuh hendaklah tuju padaNya. Sebab bila bukan karenaNya semua kan tersia. Bila kuluruskan niatku Allah kan slamatkanku. Kutanamkan dalam hatiku Allah dekat slalu (nuansa).
…tafakur aku di hadapanMu. Berserah aku akan kuasamu, tuntunlah aku menggapai hidayahMu, bimbinglah meraih maghfirohMu (harmony voice)
Atau nasyid ala Spers yang hingga kini tetap eksis, izzis yang istiqomah dengan nasyid perjuangannya dengan syair yang menggelorakan jiwa.
Nasyid-nasyid dari luar seperti The Dzikr, al-Quds dari Yordania, dll dsb.
Walau sederhana, walau tanpa musik, walau tanpa acapela yang menarik, tapi syahdu nian kudengar nasyid-nasyid itu.
And one day…
” Keren deh mbak nasyidnya, Lingga baru nemu kasetnya. Kaset lama… yuuk denger!” aku mengajak temanku yang notabene pecinta nasyid aseli.
” andai semua seindah bintang menepis kegelapan, menabur kasih antara kita, terbingkai keikhlasan, warnai persaudaraan islam… kuikuti jalannya hari, kini kucoba tuk pahami dunia, betapa mempesonanya malam terkuak misteri kehidupan,,,”(nuansa)
” Wattcha… ngantuk ah Ling!!” Oh My God, ngantuk?? Hmmm
Padahal temanku itu adalah pecinta nasyid sejati, pendengar nasyid sejati. Tak tertarik dengan nasyid sederhana yang menurutku dalam dan menyentuh. Be-ruh banget… Apalagi orag-orang yang sehari-harinya mendengarkan Linkin Park, Craig David, Blue dll. Duh nasyid ke laut aje deh!!
Kalau yang terjadi sekarang nasyid tetap bertahan dengan musik sederhananya, mungkin pasar nasyid tidak seluas ini. Dan pertanyaan yang timbul: Bagaimana nilai-nilai dalam nasyid tersampaikan, jika untuk mendengarkannya saja orang-orang enggan. Yupz!!
Kesimpulannya? uuufh… ampuni keterbatasan ilmu hambamu ini Rabbi. Ampunkan kebodohan hamba. Sungguh hanya cintaMu yang kami damba… hanya keridho’anMu yang kami harap. Hanya surgaMu yang kami tuju.
Wallahu’alam bishshowab.

Siang yang Subhanallah…. Indah Melenakan. Aku lalai Tuhan…….

Siang yang aneh… kenapa aneh? Karena siang ini aku bisa menikmati kesunyian, ketenangan, kenyamanan, indahnya istirahat siang. Walaupun senin aku tidak mengambil kuliah apa-apa, jarang sekali bisa keep staying home seperti ini. Dan hari ini, the first time for me to be home at noon.
Siang yang benderang. Semilir angin tak henti bertiup masuk dari jendela kamarku. Di luar mesti panas and gerah, tapi kamar ini… oahmmmm jadi ngantuk.
Siang yang indah… kalau sering-sering seperti ini bahaya. Bisa kebiasaan…
Siang yang tenang… ia membuai mataku. Istirahat siang yang sudah jarang kunikmati.
Siang yang tenang membawaku ke alam mimpi.
Siang yang tenang, siang yang tenang, siang yang tenang…
Allahu akbar2x… dalam tidurku sayup terdengar adzan… ashar.
Mata ini enggan membuka… jam 5 ajalah!!
Siang tlah beranjak, menjelanglah sore….
Oops… ketenangan itu pergi…
Hey sudah jam setengah enam…
Dan aku belum solat ashar…
Dan…
1 message received… ada sms… ”Ling… hurry up!rptny dh dimlai nih!” sms yang masuk jam 4 lebih 8 menit.
Masya Allah….
Phew….

Allah di sore ini kuhitung amalku yang telah kulakukan hari ini
Terimalah kebajikanku, AMPUNKAN DOSAKU
Ya Allah… selamatkanlah akhirku
Ya Allah… kabulkanlah do’aku.