Sahabat Juga Manusia…

Tidaklah semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
Tidak pula dapat selalu mamahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
Janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu
Walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri
Karena perasaan adalah bahasa hati yang dapat berubah di setiap waktu
Hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu
Mungkin esok ia adalah orang yang paling tidak memahami
Janganlah memaksa karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa
Uuuuuuu……….
Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita
Dan menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa
Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
(Maidany)

Yupz!! Nasyid ini tidak begitu menarik perhatianku sebelumnya. Tapi setelah kejadian itu….
Terik… padahal sudah jam 3an. Wajar saja, karena waktu itu aku berada di pantai… panas!!. Ehm mencari-cari sesosok sahabat yang sudah satu minggu tak kujumpai. Senangnya bertemu lagi…

Sebuah pertemuan yang kami ikuti setiap minggu sekarang sering menjadi satu-satunya momen perjumpaan. Uuffhh… masing-masing semakin sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri. Berjalan bersama, bahkan untuk perjumpaan sekejap bukan perkara yang mudah lagi untuk dilakukan. Wajar saja jika aku selalu menyambut bahagia hari itu. Paling tidak satu kali saja dalam satu minggu, aku ingin bercerita… banyak hal.

Posisinya tak jua kutemui.

“ Sebelah tulisan Tapak Paderi yang besar itu loh.” Aku memberi tahu via telphone. Tak lama ia muncul, hati ini bergemuruh. Selalu rasa ini yang muncul bila bertemu dengannya. Senang…

“ Assalamu’alaikum…” Aku lupa siapa yang lebih dahulu menyalami dan mengucapkan salam, tapi yang pasti dia nampak tak bersemangat. Tak ada binar di matanya seperti yang kuprediksi menghiasi mataku.

Sedikit percakapan ngalur ngidul pembuka pertemuan,seperti biasa. Sebentar saja, karena di salah satu sudut area wisata pantai itu menunggu teman-teman yang lain. Hmm.. acara sudah akan dimulai.

Acara berjalan dengan menyenangkan. Sekali-kali rihlah melepas kepenatan. Sambil mentafakuri kebesaran Allah. Meraup ilmu di setiap penciptaanNya.

Sebelum ashar acara sudah selesai. Tentu banyak hal yang tertinggal di hati. Alhamdulillah… pertemuan ini selalu memompa spirit untuk menjalani hari lagi.Yang kubayangkan setelahnya adalah perjumpaan personal dengan sahabatku. Hmm… ternyata itu tak terjadi, karena dia ingin sendiri. Laksana ia bernyanyi…sendiri..hooo.. biarkan aku sendiri… sendiri… Hmm.. padahal rentetan cerita telah kususun dalam pikiran. Dari judul cerita sampai urutan cerita mana yang ingin kusampaikan terlebih dahulu. But unfortunalely, gagal aku bercerita dengannya. Karena dia ingin sendiri.
Padahal sudah satu minggu tidak bersua. Mengapa tak ia sambut perjumpaan itu dengan bahagia? Hhh… kesal, kecewa, marah bercampur menjadi satu. Panas!!!

Hingga sebuah surat ia layangkan. Suratnya adalah respon dari dua sms kanak-kanakku yang menyatakan kekecewaanku atas sikap cueknya pada perjumpaan itu. Isi suratnya banyak…Tentang keinginannya untuk sendiri yang seringkali muncul, tentang kekecewaannya atas sikap kanak-kanakku yang kusimpulkan sering mengganggunya. Tentang penyesalannya atas sikapnya yang sering cuek, tidak peka dll. Tentang persahabatan kami yang telah berjalan hampir 8 tahun. Tentang sebuah pilihan yang ia tawarkan, end this really worthy friendship or survive with many differences.Uuffhhhh ……..

”Tidaklah semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita
Tidak pula dapat selalu mamahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
Janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu
Walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri”..

Sahabat karib juga manusia. Ia bisa saja tak memahamimu, tak memahami bahwa saat itu kita bahagia bertemu dengannya. Tidak memahami bahwa begitu banyak cerita yang ingin kita sampaikan padanya. Sahabat juga manusia, ia bisa saja terlihat tak peduli karena mungkin di saat itu begitu banyak masalah yang melingkari harinya.

Sahabat juga manusia yang kadang ingin sendiri. Hmm… berhentilah egois dengan memaksanya mengisi harimu. Janganlah memaksa karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa Uuuuuuu……….Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita. Dan menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa. Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita.

Sahabat.. pencarian itu telah berakhir pada namamu. Kadang bila permasalahan datang ingin kuberalih pada nama yang lain. Tapi sahabat…

Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu, hanya kaulah yang benar-banar memahamiku, kau pergi dan hilang kemanapun kau suka. Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan, hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan. Di antara pedih aku slalu menantimu…

Orang lain boleh datang dan pergi, namun sahabat sejati slalu ada di hati. Sahabat sejati laksana matahari yang senantiasa menyinari. Tatkala malam tiba, hati tak merasa sepi sebab esok matahri kan terbit kembali (mengejar matahari

Mungkin hari ini ia tak ada, seperti malam yang tak bermatahari, tapi masih ada bintang bukan.Hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu
Mungkin esok ia adalah orang yang paling tidak memahami. Hari ini ia sedang ingin sendiri. Mungkin esok ia ingin bercerita dan mendengar ceritamu. Hari ini ia tampak tak peduli. Tapi setiap harinya ialah orang yang begitu ingin mengetahui keadaanmu. Hari ini ia adalah orang yang paling tidak memahami. Mungkin esok ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu.

Untuk sahabat-sahabatku…

Seutas tali memadu simpul tawaamu duhai kawan
Simpulnya jatuh di pelupuk nurani yang tertambat cinta
Cinta berkawan… bersama nikmati semusim massa.
Di sela kehangatan berkawan adalah aku pandang
Satu-persatu garis wajahmu hai kawan penuh harapan
Andai saja… terus bersama setiap masa sehati
Suratan Tuhan kita disini menapaki cerita bersama
Cinta berkawan karena sehati dalam kasih Illahi
Tepiskan hal yang berbeda
Agar kisahmu teramat panjang
Simpan rapi harapan
Berkawan selamanya.(edcoustic)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s