Puisi Dakwah

Puisi Dakwah
Oleh: Ust. Aus Hidayat Nur

Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, “Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada
yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerjakeras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhhiyah, Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat,
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya , itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah,
saling berjanji untuk menolong syariat-Nya

SMS nan Murah… Ukhuwah nan Mahal…

Kita suburkan semula kasih fitrah yang sudah lama pudar
Di hati kita, agar ia tumbuh dan berbunga
Menjadikan taman kehidupan yang selama ini lesu dan layu
Buanglah semua kepentingan diri demi mencapai kasih dan sayang
Bila kasih dan sayang bersemi di hati benih mahmudah kan hadir kembali

SMS dari seorang teman SMA, menyakan nomor HP seorang teman yang lain, yang katanya hilang bersama handphonenya yang hilang. Ia juga menanyakan keadaanya dan mengadukan padaku bahwa beliau sudah lama tidak menerima SMS dari temanku itu, apatah sekedar menanyakan keadaan.

Dengan lagak dewasa aku membalas seperti ini ”0852XXXX. Emm… klo mau dihub org..hub aj duluan.pst beliau sng dihub org yang dh lm tak menghub n dihub”. Kutambahkan juga keadaan beliau seperti yang aku ketahui.

Dalam hati aku bingung sendiri , Sungguh.. aku pun sedang bertanya-tanya, karena sms ku sendiri belum ia balas sampai saat itu.

SMS, media yang subhanallah . Mudah, murah,dan cukup efektif untuk menjalin siaturahim antar sesama. Bahkan SMS sekarang semakin murah dan murah. Since semua operator berlomba-lomba memasang harga terendah, bonus sana-sini, pokoknya semakin wahh!!

Tak heran bila temanku itu bertanya-tanya, saat tak pernah lagi ia terima sms dari ’saudara’ yang ia kasihi karenaNya. SMS menanyakan keadaan karena jarak yang berjauhan. Mungkin pikirnya “apa susahnya“… while harga yang murah dan proses yang tak sesulit mengirimkan kabar via pos atau apalah.

SMS sepertinya sudah menjadi gaya hidup (seperti yang digaungkan dalam iklan satu operator). Dan gaya hidup adalah pilihan. Gaya hidup memang pilihan, bagaimana dengan ukhuwah? Apakah ukhuwah layak dijadikan pilihan? Tidak!! Ukhuwah bukan pilihan, ia mutlak harus kita suburkan, berbunga, menjadi taman kehidupan.

SMS menanyakan kabar, memberikan info keadaan diri, mengirimkan kata-kata penyemangat, alangkah indahnya to appreciate. Tidak ada salahnya bahkan sungguh baik. Menyebarkan SMS ukhuwah ke teman lama juga bukan perkara yang sepele. Karena menunjukkan perhatian, menghargai perhatian adalah wujud nyata ukhuwah itu sendiri. SMS adalah sarana yang tepat, mudah, murah…. short namun bermakna.

100 sms gratis untuk peggunaan 100 sms/ bulan…
45 perak sepanjang hari
Atau… banyak pake bonus pake banyak

Yaa… lebih kurang seperti itu promo operator-operator yang sengit berkompetisi….

Semai tumbuh mekar berbatang serta berdahan

Berhiaskan ranting dan rerimbun dedaunan
Berbuahkan cinta suci karena Tuhan
Damai Qalbu sejuk terasa indah dipandang
Rasulullah mengajarkan tentang arti kata cinta yang harus diucapkan pada sahabat atau saudara
Dengan kata-kata indah yang terucap dari lisan, seindah yang terpendam di dalam Qalbu…
( Spers)