Mengubur Kenangan

Aidh bin Abdullah al-Qarni, 30 Resep Bahagia Dunia – Akhirat]

Larut dalam angan-angan masa lalu, mengkhayalkan
seandainya itu terulang lagi, dan selalu bersedih
dengan kejadian yang menyesakkan dada hanyalah
pekerjaan orang bodoh dan gila. Jika dibiarkan, hal
itu akan memadamkan bara motivasi dan membabat habis
harapan masa depan.

Orang yang cerdas justru akan melipat rapat kenangan
masa lalu, tidak akan dilihat lagi. Ditutup dalam
memori yang harus dilupakan, tidak akan dibuka lagi
untuk selamanya. Kenangan pahit itu bagaikan seorang
penjahat yang akan diikat dengan tali rantai yang kuat
dalam ruang penjara, tidak akan pernah dikeluarkan
lagi selamanya. Sang penjahat akan ditutup rapat
sehingga tidak lagi dapat melihat kebebasan yang ada
di luar. Sebab, kenangan telah berlalu dan usai. Tidak
ada kesedihan itu telah berlalu dan usai. Tidak ada
kesedihan dapat mengembalikan masa lalu. Tidak ada
kesusahan dapat memperbaiki masa lalu.

Tidak ada duka yang dapat menyembuhkannya lagi. Tidak
ada kemarahan yang dapat menghidupkan lagi karena ia
telah sirna. Janganlah anda hidup dalam himpitan masa
lalu! Janganlah Anda hidup di bawah payung kenangan
masa lalu! Selamatkan diri Anda dari bayang-bayang
masa lalu!
Dengan khayalan masa lalu, hanyut dalam kesedihan dan
penyesalan, membakar diri Anda dengan api kenangan,
dan melemparkan diri Anda dalam cercaan masa lampau
hanya akan membuat hidup Anda hina, berlumur
kesedihan, mengerikan, menakutkan, dan mencekam, tidak
ada lagi harapan.

Membaca lembaran baru dapat membuyarkan harapan masa
depan, mengoyak semangat yang mulai berkobar, dan
memporak-porandakan kesempatan yang menjemput di depan
mata.

Semua telah usai dan biarkan berlalu. Tidak ada
gunanya kita memeriksa nestapa jaman. Tidak ada
gunanya kita memutar balik cerita lama.

Orang yang selalu mengulangi masa lalu bagaikan
menggiling tepung, kemudian dia sendiri yang hancur.
Bagaikan menggergaji kayu, namun dia sendiri yang
terpotong. Dulu, mereka berkata kepada orang yang
menangisi masa lalu, “Orang yang mati tidak akan
kembali lagi dari kuburnya”.

Kelemahan kita hanyalah karena kita tidak berani
menghadapi masa lalu. Kita hanyut menyesali bangunan
rumah kita yang runtuh dimakan waktu. Seandainya saja
manusia dan jin berkumpul bekerjasama untuk
mengembalikan masa lalu, pastilah mereka tidak akan
mampu karena itu sungguh tidak mungkin, mustahil bisa.

Manusia seharusnya tidak lagi melihat ke belakang
kalau hanya untuk sebuah penyesalan. Janganlah menoleh
ke belakang karena angina selalu berhembus, air selalu
mengalir, kafilah juga berjalan terus ke depan,
janganlah kau ingkari garis hidup ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s