the X (teruntuk undergrounders…uhibbukumfillah)

binar yang pendarkan semangat
di dirimu yang tiada habis dimakan waktu
kuraup binar itu berharap
dapat pula ia hiasi aku

matahari setia di sana
berikan kehangatan sinarnya
berikan terang cahaya
tuk temani langkah
dan saat malam tiba??

kita pilih bintang di langit cintaNYA
di mana kan tergantung mimpi dan asa
seraya harap dan doa penuhi angkasa
dunia akhirat milik kita…

Lari…

Entahlah… tak ada kata lain yang mampu menggambarkan perasaan itu, selain sakit. Huhuhu… tak ada hal lain yang ingin aku lakukan selain melarikan diri darinya. Berlari jauh… hingga hilang pedih itu. Pelarian yang ternyata semakin menambah masalah.

Aku kecewa, dan menyirami kekecewaan itu dengan kecewa-kecewa yang lain. semua bermunculan… hey… Ukhuwah adalah mencintai Ling… Uuufh tapi sungguh… aku terlanjur kecewa… sangat kecewa.

Ku putuskan untuk lari dari masalah itu… dari perasaan pedih dan perih. Aku pergi mencari sebentuk cinta yang lain tuk menempati kekosongan satu ruang hati… ia bahkan bayangnya telah terusir pergi dari sana. Hhh… walau aku harus juga tersandung satu batu dalam perjalanan itu… tapi lari memang kadang mampu melegakan. Lari dan terus berlari meninggalkannya.

where the skies are green and the ground is blue

This is not about how to understand… this is how to feel
So… don’t read if you always just try to understand… b’coz this is “how to feel” zone!!

I wanna go there
Where the skies are green and the ground is blue
I wanna go there
Where no body asks me why?
I wanna go there
Where the answer is not because
I wanna go there
Where the eyes will be enthusiastically saying me
i wanna go there
and I’d rather be myself however I am
I wanna go there
When the leaves are pink, yellow and gray
And tomorrow will change all the colors
And I wanna go there
Where I can make u feel
Even if u never know how to understand it
Just feel

Sekolah Alternatif…

“Kekayaan suatu negara bergantung pada kekuatannya untuk menggunakan dan mengembangkan kapasitas inti masyarakatnya.” (F. Harbinson dan C.A Myers)

Laporan EFA (education for All) dari UNESCO menunujukkan bahwa indeks pembangunan pendidikan Indonesia menurun. Saat ini Indonesia menempati urutan ke 62 jauh di bawah Malaysia yang mampu menaikkan posisinya di urutan 58. nilai total EDI (education development index) pun mengalami penurunan 0,003 poin. Sedangkan Malaysia mampu menaikkan 0,011 poin dari tahun sebelumnya.

Dalam program of International student Assesment UNESCO-UECD menemukan bahwa kecakapan membaca anak-anak Indonesia usia 15 tahun sangat rendah (peringkat 39 dari 41 negara yang diteliti). Padahal, kecakapan membaca sangat dibutuhkan untuk meyerap pengetahuan secara mandiri dalam perkembangan media tanpa batas saat ini.

Selain itu secara fisik, kualitas pendidikan Indonesia dapat dilihat dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap sarana dan prasarana pendidikan di sekolah-sekolah di daerah terpencil. Banyak sekolah yang karena keterbatasan dana terpaksa melakukan PBM dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Hal ini menjadi semacam representasi dari buruknya kondisi pendidikan di Indonesia.

Apa yang menjadi penyebab fenomema ini?

Pertama, lemahnya system pendidikan di Indonesia. Kurikukum yang terus bergonta-ganti tentu memberi efek buruk pada kestabilan pelaksanaan pendidikan.

Kedua, paradigma pendidikan konvensional. Sekolah telah terjebak menjadi perusahaan bidang jasa. Keberhasilan suatu sekolah dinilai semata-mata dari seberapa banyak masyarakat yang berminat untuk bersekolah di sana, lebih-lebih dari kalangan menengah ke atas. Sedangkan dari masyarakatnya sendiri memilih sekolah dengan pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan dan kemungkinan-kemungkinan yang akan didapatkan selepas dari sekolah. Semua adalah tentang input dan output yang hanya dilihat dari aspek akademis semata. Hal tersebut menghasilkan proses pendidikan yang tidak menekankan kemandirian, perkembangan multidimensi individu, dan perkembagan integral anak.

Pendidikan alternatif

Pendidikan alternatif merupakan jawaban yang tepat untuk masalah pendidikan di Indonesia. Pendidikan alternatif bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif yang dapat menghasilkan pendidikan yang menyenangkan dan bermutu sehingga anak mampu membangun pribadi dan sosial budaya untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.

Sesuai dengan namanya, pendidikan alternatif dirancang untuk menjadi alternatif pendidikan di tengah-tengah permasalahan yang dihadapi dalam suatu lingkungan. (Click: Qaryah Thoyyibah, Sekolah Rimba)

Untuk membenahi semua aspek kehidupan di Indonesa, sudah saatnya bangsa ini merubah cara pandangnya atas pendidikan. Pendidikan yang tepat adalah pedidikan yang efektif yang mampu menjawab kebutuhan masyrakat. Untuk itu diperlukan sikap eksploratif dan integral. Sikap eksploratif memunculkan kreativitas dan sikap integral merupakan keberanian mencari jalan dan sarana alternatif, memandang dari berbagai sudut pandang karena hidup merupakan hal yang kompleks, multidimensional, dan tidak seragam.

Tersenyumlah Dunia

Orang berkata, “Langit selalu berduka dan mendung”
Tapi aku berkata, “Tersenyumlah, cukuplah duku cita di langit sana”
Orang berkata, “Masa muda telah berlalu dariku”
Tapi aku berkata, “Tersenyumlah. Bersedih menyesali masa muda tak kan pernah
mengembalikannya”
Orang berkata, “Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku
merana dan berduka

Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya
Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya?”
Maka akupun berkata, “Tersenyum dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya”
Orang berkata, “Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan,
ia laksana musafir yang akan mati karena merasakan haus”
Tapi aku berkata, “Tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu
Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya
Maka mengapa kau bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain?
Apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu?
Orang berkata, “Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya
Seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka
Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara
Namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya
Kukatakan, “Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena Anda masih hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabat yang kau cintai
Orang berkata, “Malam memberiku minuman ‘alqamah
Tersenyumlah, walau kau makan buah ‘alqamah
Mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang
akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah
Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham
Atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?
Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau tersenyum
Juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri
Tertawalah, sebab meteor-meteor langit juga tertawa
Mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang
Orang berkata, “Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia
yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah
Kukatakan, “Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada jarak sejengkal,
setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum

TAKEN FROM LA TAHZAN

Berbagi Cerita Tentang Bintang

World Wild Life -program sejenis national geographic- di metro tv tadi malam bercerita tentang penelitian terhada gurita yang hidup di Tromboli (lebih kurang gitu deh namanya, duh lupa nyatet buk!), a volcano dengan aktivitas tertinggi sedunia… dan letusan-letusannya selalu setia menyemburkan penghancur-penghancur binatang laut yang hidup di sekelilingnya… BUT THE OCTOPUS’

Tapi maaf sebelumnya… karena saya sanguine si “kurangpedulidetail” jadi detail nama, tempat dll dsb kayaknya banyak yang mis… gk papa deh … ada yang lebih spektakuler dari tontonan tersebut ketimbang sekedar hal-hal detailnya yang rada belibet buat dihafal.

Dari sepanjang episode itu, visualisasi dan narasi berkisah tentang perjuangan hidup gurita yang great di medan yang absolutely gak nyaman…. Hampir di titik penghabisan episodelah saya mengikuti program ini dengan mata melek 100% (ngikutin translationnya gitu… huhu)

…. Gurita perkasa yang mampu bertahan dari batu-batu besar semburan gunung berapi yang letusannye aje gile sedunie, gurita perkasa yang dengan cerdasnya menyelamatkan diri dari belut pemangsa untuk mempertahankan hidupnya (baca eksistensinya), gurita yang keperkasaanya telah memanggil ilmuwan-ilmuwan menelitinya… gurita yang membuat peneliti-peneliti itu tercengang dengan hidupnya yang bahkan tidak lebih lama dari binatang-binatang lain di sekitarnya …( 2 tahun aja)

Ternyata ia sendirilah sang pemilih jalannya mengakhiri hidup. 2 tahun bukan untuk mati oleh terjangan batu-batu dari gunung berapi, bukan untuk jadi santapan belut pemangsa yang gigi-gigi tajamnya mampu merobek-robek tubuhnya… bukan… bukan… bukan… Anda salah!! Mau tahu apa pilihannya?

Subhanallah ia memilih untuk mempersembahkan hidupnya dengan merawat telur-telur penerus bangsanya, menjaga telur-telur mungil itu berminggu-minggu tanpa makan dan minum, menjaganya tanpa sedia lengah sedetikpun karena di sekelilingnya telah stand by berpuluh-puluh makhluk laut lainnya yang menanti sedikit saja kelengahannya untuk menyantap telur-telur itu, pastilah ia tak ingin kehilangan satupun bakal penerusnya itu… hingga perjuangannya usai… hingga bayi-bayi gurita itu keluar dari cangkang telur-telur transparan mereka, hingga gurita-gurita mungil itu berjanji pada ibunda luar biasa tuk mempertahankan eksistensi generasi mereka di sana, hingga sang ibu melepas kepergian anak-anaknya … terhuyung-huyung dan jatuh tak lagi perkasa… (hingga akhirnya d’octopus dapat disantap easily oleh rekan-rekannya sesama makhluk laut)

Ibu kau adalah bintang
Semua ibu adalah bintang
Ibu kau selalu kami sayang…

Hikz… menulis lebih susah daripada bercerita langsung (hmmmh…)… udah diedit berkali-kali masih ada aja yang kurang! Banyak detail yang mungkin terlewat.. tapi kalo nonton sendiri… wuihhh… binatang aja bisa bikin kita kejer nangis terharu loh!!! Apalagi sih yang bisa kita ucapin selain subhanallah… Allahuakbar

“sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa…(Yunus:6)

….?!

“ asslm, af1 gimana klanjutan bulletin kt?” sms dari rekan dakwah… di sela membaca buku mengumpulkan data untuk tugas. Uuffhh… kita? Lu aja kali gue nggak!!… astaghfirullah, aku geli sendiri membayangkan ekspresinya jika balasan sms yang ia terima seperti itu.

Uufh… bulletin? Bulletin?? Astaghfirullah…

“Afwan banyak tugas dan ujian. Bener2 gak sempat. Afwan jiddan” aku segera membalas sms itu. ya Robbi…tak perlu aku minta maaf padanya. Aku harusnya minta ampun padaMU.

Semua karena kelalaianku terhadap waktu yang telah kau berikan untukku. Bahkan kewajiban itu, janji itu, langkah itu, telah aku lalaikan begitu saja.

Uuufh… bahkan saat itu aku malah dengan mudah mengalihkan pikiranku kembali ke rentetan huruf-huruf di buku itu.

Dan kini aku merenung. Merenungi kelalaian itu…. ini bukan pertama kalinya… begitu banyak deadline-deadline, janji-janjiku padaNYA yag aku langgar karena aktivitas dunia. Ampunkan aku yaa Robb…

“msh bisa terbit satu kali lg gk sebelum liburan, biar ana yg cari bhnny?” sms selanjutnya
Aku berpikir sejenak. Yah aku harus menebus kelalaianku.
“insy Allah…” absolutely…balasku mantap.
Semoga kali ini aku bisa menyelesaikannya on time, dan tidak ada kata batal. SEMANGAT mujahidah!!