Berbagi Cerita Tentang Bintang

World Wild Life -program sejenis national geographic- di metro tv tadi malam bercerita tentang penelitian terhada gurita yang hidup di Tromboli (lebih kurang gitu deh namanya, duh lupa nyatet buk!), a volcano dengan aktivitas tertinggi sedunia… dan letusan-letusannya selalu setia menyemburkan penghancur-penghancur binatang laut yang hidup di sekelilingnya… BUT THE OCTOPUS’

Tapi maaf sebelumnya… karena saya sanguine si “kurangpedulidetail” jadi detail nama, tempat dll dsb kayaknya banyak yang mis… gk papa deh … ada yang lebih spektakuler dari tontonan tersebut ketimbang sekedar hal-hal detailnya yang rada belibet buat dihafal.

Dari sepanjang episode itu, visualisasi dan narasi berkisah tentang perjuangan hidup gurita yang great di medan yang absolutely gak nyaman…. Hampir di titik penghabisan episodelah saya mengikuti program ini dengan mata melek 100% (ngikutin translationnya gitu… huhu)

…. Gurita perkasa yang mampu bertahan dari batu-batu besar semburan gunung berapi yang letusannye aje gile sedunie, gurita perkasa yang dengan cerdasnya menyelamatkan diri dari belut pemangsa untuk mempertahankan hidupnya (baca eksistensinya), gurita yang keperkasaanya telah memanggil ilmuwan-ilmuwan menelitinya… gurita yang membuat peneliti-peneliti itu tercengang dengan hidupnya yang bahkan tidak lebih lama dari binatang-binatang lain di sekitarnya …( 2 tahun aja)

Ternyata ia sendirilah sang pemilih jalannya mengakhiri hidup. 2 tahun bukan untuk mati oleh terjangan batu-batu dari gunung berapi, bukan untuk jadi santapan belut pemangsa yang gigi-gigi tajamnya mampu merobek-robek tubuhnya… bukan… bukan… bukan… Anda salah!! Mau tahu apa pilihannya?

Subhanallah ia memilih untuk mempersembahkan hidupnya dengan merawat telur-telur penerus bangsanya, menjaga telur-telur mungil itu berminggu-minggu tanpa makan dan minum, menjaganya tanpa sedia lengah sedetikpun karena di sekelilingnya telah stand by berpuluh-puluh makhluk laut lainnya yang menanti sedikit saja kelengahannya untuk menyantap telur-telur itu, pastilah ia tak ingin kehilangan satupun bakal penerusnya itu… hingga perjuangannya usai… hingga bayi-bayi gurita itu keluar dari cangkang telur-telur transparan mereka, hingga gurita-gurita mungil itu berjanji pada ibunda luar biasa tuk mempertahankan eksistensi generasi mereka di sana, hingga sang ibu melepas kepergian anak-anaknya … terhuyung-huyung dan jatuh tak lagi perkasa… (hingga akhirnya d’octopus dapat disantap easily oleh rekan-rekannya sesama makhluk laut)

Ibu kau adalah bintang
Semua ibu adalah bintang
Ibu kau selalu kami sayang…

Hikz… menulis lebih susah daripada bercerita langsung (hmmmh…)… udah diedit berkali-kali masih ada aja yang kurang! Banyak detail yang mungkin terlewat.. tapi kalo nonton sendiri… wuihhh… binatang aja bisa bikin kita kejer nangis terharu loh!!! Apalagi sih yang bisa kita ucapin selain subhanallah… Allahuakbar

“sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa…(Yunus:6)

Advertisements

One thought on “Berbagi Cerita Tentang Bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s