Sekolah Alternatif…

“Kekayaan suatu negara bergantung pada kekuatannya untuk menggunakan dan mengembangkan kapasitas inti masyarakatnya.” (F. Harbinson dan C.A Myers)

Laporan EFA (education for All) dari UNESCO menunujukkan bahwa indeks pembangunan pendidikan Indonesia menurun. Saat ini Indonesia menempati urutan ke 62 jauh di bawah Malaysia yang mampu menaikkan posisinya di urutan 58. nilai total EDI (education development index) pun mengalami penurunan 0,003 poin. Sedangkan Malaysia mampu menaikkan 0,011 poin dari tahun sebelumnya.

Dalam program of International student Assesment UNESCO-UECD menemukan bahwa kecakapan membaca anak-anak Indonesia usia 15 tahun sangat rendah (peringkat 39 dari 41 negara yang diteliti). Padahal, kecakapan membaca sangat dibutuhkan untuk meyerap pengetahuan secara mandiri dalam perkembangan media tanpa batas saat ini.

Selain itu secara fisik, kualitas pendidikan Indonesia dapat dilihat dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap sarana dan prasarana pendidikan di sekolah-sekolah di daerah terpencil. Banyak sekolah yang karena keterbatasan dana terpaksa melakukan PBM dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Hal ini menjadi semacam representasi dari buruknya kondisi pendidikan di Indonesia.

Apa yang menjadi penyebab fenomema ini?

Pertama, lemahnya system pendidikan di Indonesia. Kurikukum yang terus bergonta-ganti tentu memberi efek buruk pada kestabilan pelaksanaan pendidikan.

Kedua, paradigma pendidikan konvensional. Sekolah telah terjebak menjadi perusahaan bidang jasa. Keberhasilan suatu sekolah dinilai semata-mata dari seberapa banyak masyarakat yang berminat untuk bersekolah di sana, lebih-lebih dari kalangan menengah ke atas. Sedangkan dari masyarakatnya sendiri memilih sekolah dengan pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan dan kemungkinan-kemungkinan yang akan didapatkan selepas dari sekolah. Semua adalah tentang input dan output yang hanya dilihat dari aspek akademis semata. Hal tersebut menghasilkan proses pendidikan yang tidak menekankan kemandirian, perkembangan multidimensi individu, dan perkembagan integral anak.

Pendidikan alternatif

Pendidikan alternatif merupakan jawaban yang tepat untuk masalah pendidikan di Indonesia. Pendidikan alternatif bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif yang dapat menghasilkan pendidikan yang menyenangkan dan bermutu sehingga anak mampu membangun pribadi dan sosial budaya untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.

Sesuai dengan namanya, pendidikan alternatif dirancang untuk menjadi alternatif pendidikan di tengah-tengah permasalahan yang dihadapi dalam suatu lingkungan. (Click: Qaryah Thoyyibah, Sekolah Rimba)

Untuk membenahi semua aspek kehidupan di Indonesa, sudah saatnya bangsa ini merubah cara pandangnya atas pendidikan. Pendidikan yang tepat adalah pedidikan yang efektif yang mampu menjawab kebutuhan masyrakat. Untuk itu diperlukan sikap eksploratif dan integral. Sikap eksploratif memunculkan kreativitas dan sikap integral merupakan keberanian mencari jalan dan sarana alternatif, memandang dari berbagai sudut pandang karena hidup merupakan hal yang kompleks, multidimensional, dan tidak seragam.

Advertisements

One thought on “Sekolah Alternatif…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s