Cinta… Jatuh vs Bangun

Jadi pengen menuliskan tentang jatuh cinta, emmm … oops… bukan cinta ding.. apa kek namanya… yah kata orang sih gitu… nggak tahu juga deh.. kalo mau dibaca… lanjut ajah!

?? Hehehe…. Temen-temen KKN yang 6 orang selalu menanyakan
“ Lingga jomblo beneran ling? Klak ngicu?”… capek, males, malu, aku diam saja. Sebelum briefing atau sesudah briefing selalu diskusinya menyinggung masalah itu. Diskusi?? Gak penting banget… dan risihnya aku paling sering menjadi sasaran perbincangan.
“ Udah pernah belum pacaran ling?”. Stupid question ini lagi… hmmhh… aku tetap malas menjawab. Udah tahu jawabannya gak akan berubah. Lagian… pernah juga… aku tak mungkin berbagi pada kalian semua teman-temanku.
“kalau jatuh cinta?”… jatuh cinta? Hmmm… jatuh cinta??? Pernah gak ya??

Jatuh cinta Pertama…
Waktu SD (gak inget kelas berapa). Pas masih ngaji di TPA sore-sore. Seorang pemuda, berjenggot tipis tidak berkumis tiap hari nongol di masjid buat solat ashar…. Keren??? Iya keren(mpeng)… hihi… tapi gayanya mengingatkanku pada gaya temen-temen kak intan yang sering ku lihat di foto-foto kegiatan kampusnya, yang selalu dia bawa beralbum2 kalo lagi pulang liburan kuliah. Hmm… jadi kerjaan Lingga kecil pas mau ambil wudhu’ adalah ngeliatin tuh “ikhwan” (haha… kata k’intan sih itu nama orang-orang yang bergaya seperti itu!). Eitzz… Cuma ngeliatin aja… iya… liat wajah teduhnya yang subhanallah… sumpeh deh… silau bercahaya. Gaya santunnya…. Keren!! Jatuh cinta aku maaaak??!!… Mungkin itu kisah jatuh cinta pertamaku ya?? Soalnya pernah pas do’i ngegantiin guru ngajiku… hihihihi… deg-degan gitu dah… so close so real…. weleh!! Selebihnya tentang si kakak “ganteng”??? Nggak inget lagi…. Apatah pertemuan terakhir atau senyuman termanis… bahkan wajahnya tak tertinggal di memori… Jadi… jatuh cinta pertama gak tuh??… gak tahu deh….!!

Selebihnya??? Ahh… aku termasuk orang yang mudah kagum (nggak mau ah menyebut perasaan gak penting itu dengan jatuh cinta!)…. Dari SMP sampai SMA… ma siapa aja??? Hehehe… mau tahu???

Lucu!!…. pas SMP, aku jatuh cinta pada dirinya… yang menurutku mirip bintang sinetron Donny Damara…. Huahaha…. Tetangga yang umurnya 2 kali lipat umurku… kepala 2 gitu deh. Seangkatan kakakku yang pertama… weleh2! Si Abang jarang ngomong, jarang juga keliatan, sekali-sekali kalo lagi pulang liburan kuliah…. Cuma karena menurutku (n ternyata sampai sekarang hanya aku yang berpendapat seperti itu)… do’i mirip Donny Damara… Ada-ada aja si Lingga… Padahal kalau sekarang ku lihat-lihat lagi (do’i dah punya istri lah!)… mmm masih mirip Dony Damara sih…. Ah… jatuh cinta gak tuh??!

And jatuh cinta – jatuh cinta lain yang nggak sakit. Coz jatuhnya nggak gedubrak amat. Paling cuma sebatas simpatik, not more.

Setelah memahami arti cinta yang sesungguhnya, (kayak nasyid)… aku mulai belajar merajut cintaNYA. Dan sekarang aku terusik lagi dengan frasa “jatuh cinta”.

Aku punya seorang teman yang keras (kalau tidak mau dibilang kasar), luluh lantak ia karena cinta. Berubah melankolis dan… entahlah. Then suatu saat, dia mengatakan sesuatu padaku… “kalau dia nggak mau, nggak apa-apa. Yang penting dia tahu kalau aku sayang sama dia” lebih kurang seperti itu. Ia luka karena “jatuh cinta”, karena sang cinta tak merespon apa-apa. Hmmhhh…

Jatuh memang sering menyebabkan luka ya? Dalam bukunya, Asma Nadia cs “La Lahzan for Broken Hearted Muslimah” mempertanyakan kenapa harus kata jatuh yang ada di depan kata cinta… yah… jatuh sering menyebabkan luka bukan?? Dan di situlah dimulai kisah-kisah patah hati

Ehm kalo Salim bilang ada dua pilihan ketika bertemu cinta. Jatuh cinta dan bangun cinta, Padamu, aku memilih yang kedua. Agar cinta kita menjadi istana, tinggi menggapai surga”…. Inspiring banget kahn??

So peduli amat dengan jatuh cinta. Bahwa saat terlahir ku telah tercipta untuknya…(hihi)… di manapun ia berada… nanti “bangun cinta” saja… not jatuh cinta. Dan saat seorang teman bilang “love will find you if you try, gimana mau dapet cinta kalo lingga menutup diri, gak pacaran?”. Aku senyum-senyum sendiri, belum waktunya menjawab…eh ku jawab ding… siapa juga yang menutup diri.

Umumnya pacaran diawali dengan kata “jatuh cinta”, ya pada pandangan pertama or cinta yang tumbuh karena bolak-balik ketemu. Dari hasil survey pada teman-temanku sih, gak ada tuh yang orientasinya jauh ke depan. Just for fun… so, nggak ada yang orientasinya membangun istana ke surga. Bisa nikah bisa putus. Pacaran nggak menjamin cinta bisa ditemukan. Jadi…. Setuju… Love will find you if you try. Kalau kata Azimah Rahayu, “cinta harus diupayakan”… yah… I do not believe in Loving at first sight… Karena duh kerennya…”bangun cinta”…. Dan “cinta harus diupayakan”… bukan rasa nggak jelas yang timbul pada pandangan pertama, yang tentu saja biasanya terfokus pada penampakan fisik belaka. Cinta
yang dibangun, cinta yang diupayakan….


Advertisements

11 thoughts on “Cinta… Jatuh vs Bangun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s