Tahu gak sih… Ternyata…. Cowok…??

Noel A Card dan rekannya dari University of Arizona (Hihi… University of Arizona… tunggu aku ya say!!) menyelidiki rumor-rumor… dan hasilnya, sebagian besar isu yang beredar (yang diselidiki dalam penelitian itu) berasal dari perbincangan sesama cowok yang menyebar hingga ke kaum perempuan.

….(eh gw lagi mau ngomongin apa coba?).

Menurut KBBI, gosip artinya membicarakan orang lain. Dan ternyata bukan cuma cewek yang melakukannya (selama ini kan katanya gitu… huuuh!!!), tapi cowok juga suka bergosip. Hal-hal yang digosipkan?? Bisa cewek, tokoh politik, baik yang disukai maupun tidak.

Bergosip selalu diidentikkan dengan cewek, wajar, secara cewek lebih cerewet. Struktur otak yang berhubungan dengan bahasa cewek lebih baik daripada cowok. Tapi dalam praktiknya, kata Ida Ruwaida Noor (Sosiolog UI), cewek dan cowok punya kecenderungan yang sama, yaitu bergosip.

Balik ke penelitian Noel A Card dan rekan. Masyarakat Amerika cenderung individualis, mereka dibiasakan untuk tidak peduli dengan urusan orang lain, karena dalam hal-hal tertentu orientasinya sibuk dengan urusan sendiri. Bertolak belakang dengan hasil penelitian Card

Card dan rekannya yang dari University of Arizona tadi (halah… diulang2 mulu) melakukan 148 penelitian terhadap 74.000 anak-anak dan remaja di Amerika. Mereka menyelidiki rumor-rumor yang berkembang di sekolah menengah dan tinggi. Hasilnya, sebagian isu yang beredar berasal dari perbincangan sesama cowok yang menyebar hingga ke cewek

Menurut penelitian itu lagi, perempuan memang lebih agresif karena kehidupan mengajarkan mereka tuk menjadi demikian (apa sih?? Wkwkwk). Cowok bergosip lantaran memiliki masalah diri sendiri. Misalnya karena terbelit masalah, baik secara fisik maupun kehidupan sosial, atau justru karena memiliki jalinan minim dengan orang lain (maksudnya?? Kurang eksis kurang populer kali yak?). akibatnya gosip adalah jalan tuk keluar dari masalahnya.

Itu di Amerika… Kalo di Indonesia?? Karena kulturnya adalah masyrakat kolektif, di Indonesia cowok juga sangat biasa bergosip (dilebih-lebihin dikit deh ma lingga…hwek). Biasa… biasa banget… gak Cuma cewek loh!!

Menurut Ida Ruwaida lagi, itu terjadi karena kultur masyarakat indonesia yang berorientasi sosial. Pilihan bergosip oleh orang Indonesia terkadang tidak lebih karea pertimbangan sosial (alasan yang bagus…). Jadi bukan cewek aja yang suka bergosip, cowok juga… mereka juga meperhitungkan pertimbangan sosial ini (hehe… alasan).

yang membuat berbeda adalah topik gosipnya. Biasanya yang jadi topik bergosip cewek adalah hal-hal persoal, penampilan dan obrolan ringan lainnya. nah kalo cowok biasanya bergosip dengan topik isu publik seperti kenaikan BBM, pemanasan global, kondisi politik, ekonomi, dan pekerjaan. Selain itu karena egonya tinggi, cowok juga lebih suka menceritakan pencapaiaannya sendiri, prestasi pekerjaan dan lain sebagainya (betul banget, jadi inget perbincangan dua orang bapak-bapak yang bercerita tentang pekerjaanya masing-masng dan bos-bosnya…. Menyebalkan!)

Hmmm… jadi inget waktu SMA dulu. Pernah ada tragedi antara gw dan sahabat gw. Duh males banget deh… eh ternyata tragedi itu tertulis di memo ukhuwah masjid sekolah, and tersangkanya adalah sekelompok cowok yang…… (gak usah disebutin deh), secara tuh memo ada di tempat cowok… dari tulisan-tulisan yang berganti-ganti…. (and sebagian tulisannya gw kenal…secara teman sekelas) kami mengetahui bahwa tuh tulisan adalah kesimpulan dari diskusi tuh cowok2 terlebih dahulu…. Huuhh….

Yah… jadi hati-hati aja yaa… (apa coba??)

Advertisements

As You Are (…. as what they sayy?? why not!)

Untuk yang kedua kalinya teguran keras itu saya dapatkan. Sebenarnya bukan dua kali itu saja. Tapi dua teguran itu terdengar (terbaca ding!) lebih keras dan lebih lantang. Langsung nancep pake kata-kata vulgar yang bikin shock. 

Kali pertama… teguran pertama itu. saya sempet kaget. Mendapatkan teguran dengan detail yang bikin saya malu, kesal, dan marah bercampur aduk. Peduli apa sih dia sama saya. Dengan penuh emosi saya mengikuti apa katanya (loh?), yah dengan tak lupa mengisyaratkan pernyataan seperti ini…. “puas???”….. saya pun berubah. Menghapus semua hal yang dia tidak disukai. Saya tertekankah?? Iya… tertekan dan kesal setengah mati. Tapi saya coba jalani. Hhh…berbeda dengan saya yang biasanya suka bandel. Semakin diingatkan, semakin dikasih tahu, semakin males dan semakin enggan untuk melakukan. Tapi kali itu, saya benar-benar kehilangan karakter saya yang itu. Entahlah, apa karena hati kecil saya sepakat dengan kata-kata teman saya itu.

Hingga perubahan itu disadari oleh teman saya yang lain… smsnya “u have been changed”

Saya malah bingung. Bingung… ahhh!! Apa benar saya berubah? Berubah hanya karena emosi atau perasaan yang tiba-tiba datang. Perasaan yang tak jelas apa bentuknya. Yang pasti tak ada keikhlasan. Saya merasa membohongi diri saya sendiri. Tapi hati kecil saya menjeritkan…”dia sahabatmu, dia pasti ingin mengingatkanmu, dia ingin kau jadi yang sempurna”.

Hmmm… sejenak luruh dan tenang hati saya.

“ I change nothing coz I even have nothing to change, I’m just a nothingness who’s looking 4 a thing to b, till I can change the thing and at that time u can say that lingga has been changed” balasan saya padanya…. Apa?? Saya juga bingung maksudnya. Intinya….bingung!

Teman saya yang lain mengatakan…
“ jadilah seperti diri kamu sendiri ling, ga usah berubah seperti yang ia katakan. Selama kamu masih berada di jalan yang benar, mengapa harus membohongi diri sendiri “ lebih kurang seperti itu pesnnya.

Hati saya meronta. Saya merasa disesaki dengan keinginan yang saya yakini bukan sekedar kegemaran atau hobby, ia panggilan jiwa… Akhirnya sebagai bentuk appresiasi pada jiwa saya. Saya lupakan kata-kata teman saya itu… kembalilah saya ke habitat lama. Saya mencintainya dan sulit meninggalkannya. Ia diam seribu bahasa. Diam yang cukup lama. Ah, maafkan aku teman.. 

terimalah aku seperti apa adanya
aku hanya insan biasa tak mungkin sempurna
tetap ku bangga atas apa yang ku punya
setiap waktu kunikmati anugerah hidup yang ku miliki.


Kembali menyahut panggilan jiwa itu lagi. Hmmm… Ia diam seribu bahasa. Diam yang cukup lama. Ah, maafkan aku teman.

Senyum itu kembali menghiasi diri. Yah… seperti senyum surya yang cerah di pagi hari. Surya yang selalu memancar harap tuk ku raup. 

Lingga : “kenapa hanya selalu tertumpu pada sudut pandang kesayanganmu itu. beranjaklah dari sana… kau kan lihat beribu warna, maaf… that’s not me”
Dirinya : “ sudut pandang ini mutlak ling”.

Saya tidak peduli, dan berlari saja. Bebas tanpanya… tak peduli.

Cukup lama, hingga….

Muncullah seseorang yang tak ku kenal. Tapi ia menyandang status “friend” di dunia maya ini. hmmm… status yang seingat saya… adalah saya yang memilihkan untuknya… walau tak tahu pasti siapa dia. Hmmmh… (apalagi? soalnya kan gak ada pihan stranger… eh ada gak sih?)

Dengan pernyataan yang tak jauh berbeda (walau lebih flat….), saya kembali diturunkan pada persimpangan itu. memilih… diriku…. mana diriku?? Hingga cahaya itu bersinar mengisyaratkan cahaya. 

Ah!! Ling!! Bukankah watawaa shoubil haq, wata waa shoubish shobr??

“ I change nothing coz I even have nothing to change, I’m just a nothingness who’s looking 4 a thing to b, till I can change the thing and at that time u can say that lingga has been changed” hati kecil saya kembali bersuara. Kini saya mengerti apa yang ia maksudkan.

Saya bukan apa-apa. Belum ada yang saya rubah… belum. Saya masih mencari ia… “diri”…. Yah… “diri” itu yang walau tak mungkin sempurna… tak salah mengharapkannya mendekati sempurna. Teman… adalah teman/friend yang kan membantu saya menemukannya. watawaa shoubil haq, wata waa shoubish shobr.

NB: 
panjang juga postingan ini… akhirnya… setelah think and rethink… masih lingga yang keras kepala, teledor, cuek dan semaunya. Tapi lingga yang ini adalah lingga yang menyadari ketidaksempurnaannya, mencoba mendengarkan suara mereka (teman) yang memakai sudut pandang berbeda. Lingga yang berseia berlompat-lompatan dari sudut satu ke sudut lainnya. tak perlu tertekan… coz nothing to change… just a nothingness trying to find the thing to b. hingga suatu saat lingga menjadi wanita matang… “ a woman”. Ehm…. 

Semangat ling!!

MITSAQON GHOLIZON (musim nikah nih!!)

Opening

Gw bener-bener lupa jadwal rutin itu dah pindah hari selasa. Payah!! Abisnya biasanya kan hari sabtu. So…

“ Dek, dah ditunggu di Aula Duna”
“ Dek… kemana dah ditungguin”
“ Dek, koq ga dateng kemana?”

Haih… haih… diawali kata dek semua ya?? Hmmm… semuanya gw baca, tapi gw gak sempet bales apa-apa. Secara waktu dah mepet bangeeeeeeeeeet, janji ini gak mungkin gw ingkari. Janji ma anak-anak. Bahaya!! 

“ Dek, kenapa gak dateng tadi? Ada kabar bahagia… tanggal 6 mbak Z and mbak Y walimah, trus klo mbak X tinggal tunggu undangannya.” Sms dari mba W. Hmmhh… emmm…. What??? Gileee sekali tiga dalam kelompok itu. Weigh… Tiga bow… tiga… ckckck… baru aja dipindah ke kelompok para single… eh sekarang satu per satu mereka hendak melepas status itu juga. (satu per satu?? Uuuhh keroyokan ding. Tiga sekaligus!!!).

Hmmhh…. Aku mulai seru berkirim sms ma mba’ W… kapan yah mba’ W menyusul?? Mba V, mba U, hiiii… dek L juga kapan?? (yang paling kecil katanya belakangan… secara mahal bayar pelangkahan buat 3 orang mba’ lagi… hikz3x!)

Barokallahu laka
Wabaro ka ‘alaika
Wa jama’a bainakuma fii khoir

MITSAQON GHOLIZON

Allah menciptakan bumi dengan ada di atasnya samudra luas,
 bukit yang tinggi, rimba belantara
untuk kebahagiaan manusia.
Allah edarkan matahari, bulan dan bintang.
Allah juga turunkan hujan yang menumbuhkan pepohonan dan tanaman 
untuk kebahagiaan manusia.
Tetapi Allah yang Maha Tahu memberikan yang lebih dari itu.
Diketahuinya getar dada kerinduan hati.
Ia tahu betapa seringnya kita perlukan seseorang yang mau mendengarkan, 
bukan saja yang kita ucapkan,
tetapi juga jeritan hati.
Yang merasakan tanpa pura-pura, prasangka dan pasrah.
Karena itu diciptakan seorang kekasih.

Allah tahu saat diharu biru, dihempas ombak, digoncang badai, dilanda duka,
kita perlukan seorang yang meniupkan kedamaian,
mengobati luka sepasang tubuh lemah, memperkuat hati tanpa pura-pura, 
prasangka dan tanpa pamrih,
karena itu,Dia ciptakan sepasang kekasih. Supaya hubungan antara dua kekasih ini
menimbulkan ketentraman, cinta dan kasih,
Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu AKAD NIKAH.
Dengan kalimat yang sederhana, yaitu IJAB DAN KABUL,
terjadilah perubahan besar :” yang haram menjadi halal,
yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi suci
dan kebebasan menjadi tanggungjawab”.

Ya Allah, hari ini hamba-Mu yang dho’if mematri janji di hadapan kebesaran-Mu.
Kami tahu tidak mudah bagi kami, memelihara ikatan suci dalam naungan Ridho dan Maghfirah-Mu.
Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga, 
menghadapi lautan godaan yang senantiasa menghadang,
karena itu kami datang untuk memohon….Rahman dan Rahim-Mu.

Bila Engkau berkenan memberikan ujian kepada kami,
berikanlah keteguhan hati dan kesabaran,
lalu bangunkanlah kami di tengah malam.
Gerakkanlah bibir kami untuk menyebut nama-Mu yang Maha Suci.
Basahilah sajadah kami dengan air mata kekhusukan,
ketika kami merintih di hadapan Rahman dan Rahim-Mu.
Dan jadikanlah saat seperti ini, saat yang paling menentramkan hati kami.

Ya Allah kami telah berniat untuk melaksanakan amanat-Mu dengan seluruh kemampuan.
Cintakan kami pada iman dan biasakanlah iman itu pada jantung kami.
Bencikan kami pada kekhufuran, kegelisahan dan kemaksiatan.
Jadikanlah kami diantara orang-orang yang mendapat hidayah-Mu.
Ya Allah indahkanlah rumah kami dengan kalimat yang suci.
Suburkanlah dengan kalimat yang membesarkan asma-Mu.
Berkahi kami dengan anak yang sholeh yang Engkau ridhoi,
Jadikanlah kami ya Robbi…………
teladan yang indah bagi seluruh umat manusia.
Amin ya robbil ‘alamin.

(not mine… taken from file di komputer tapi ga da taken fromnya….)

Obsesi Amel dan Aku …. (do’ain yaah!)

Oh Amelia… Gadis cilik lincah nian
Tak pernah sedih riang selalu spanjang hari
Oh Amelia… Gadis cilik ramah nian
Di mana-mana Amelia temannya banyak…

Ada yang berbeda dengan matamu nak. Berlembar-lembar halaman buku bahasa indonesia itu kau baca dengan antusias, lancar sekali. Aku hanya mendengarkan dan tak tega tuk menahan, karena kenikmatan yang kau rasakan dari mengeja kata demi kata terpancar dari lantangnya kau bicara.

“ Hebat! Amel pintar…!!” seruku. Puas??
Ternyata kau menemukan kesulitan dalam memahami maksud bacaan-bacaan itu. Yah… kesulitan menjawab soal-soal pemahaman yang ada di bawah teks. Aku sempat shock saat kau tak pedulikan komandoku tuk berhenti membaca teks-teks itu untuk beralih ke soal di bawahnya, kau masih saja membaca wacana demi wacana. Hingga… alhamdulillah akhirnya kau bersuara…


“ Amel baca lagi…. Tante??” (Hmm… Tante?? Gak papa deh… udah tua ini dakuw)

“ Tunggu… tunggu, kita jawab soalnya dulu ya…”

Berulang-ulang kita berlatih… berulang-lang untuk hanya satu soal saja. Berulang-ulang aku membacakan bagian tempat jawaban dari soal itu, berulang-ulang hingga kau mengerti.

Satu dua soal wajahmu masih ceria… soal berikutnya kau mulai tidak konsentrasi… aku jadi tak tega…

Oh Amelia… Gadis cilik lincah nian
Tak pernah sedih riang selalu spanjang hari
Oh Amelia… Gadis cilik ramah nian
Di mana-mana Amelia temannya banyak…

Dendang kita berdua untuk sekedar mengembalikan binar matamu.

“ Amel suka nyanyi… nanti kita nyanyi lagi ya. Tante banyak banget lagu… nanti tante ajari yang lain… tapi nanti…sekarang kita belajar dulu, senin depan kan mau ulangan formatif”

“ Iya!!” jawabmu tetap antusias.

Yahh… test formatif yang menjelang, dan nilai-nilaimu yang…., membuat Mamamu mendaulatku tuk belajar bersamamu. Test formatif yang tinggal hitungan hari. Apa mungkin??

Matematika??? Bahkan lebih parah. Konsep penjumlahan dan pengurangan… ternyata kau belum mengerti benar. Bahkan 1+1=2, kau tak mengerti. Aku hampir saja putus asa di hari pertama… (hhhufh… gak beriman banget sih!!)

Tapi matamu yang tanpa dosa. Wajahmu yang begitu menghargaiku. Dan pertanyaan-pertanyaan selinganku yang selalu kau jawab dan kau tanyakan balik padaku

“ Amel, udah makan?”
” Udah, Tante?”
“ Udah…”

Pokoknya semua-mua tentangmu membuatku menjaring harap.

Kita berdua pasti bisa Mel… masih ada waktu yang tak sedikit tuk mengejar ketertinggalan itu. bagaimanapun dirimu… aku yakin kita bisa. Hhhh… who cares dengan test formatif besok. Belajar di sekolah keren (Mamamu yang sangat mencitaimu kan selalu memilih yang terbaik untukmu kan Mel?), mempunyai teman-teman super, meninggalkanmu jauh (begitu kejam sekolah!). Saatnya membuat dunia begitu indah kau pandang. Amel pasti bisa menaklukkan sekolah. Apalah Matematika dan Bahasa Indonesia…!! mari kita bermain mari kita bernyanyi…

Akan kuikuti kemana kau pergi, pergi mengusir resahmu mengeja soal-soal pemahaman itu, pergi membuang penatmu menghitung gambar pensil dan pena di buku matematikamu yang hitam putih tak berwarna. Kita tendang resah itu jauh ke luar Mel. Kita campakkan penat itu ke laut biru. Ayo kita bermain di luar saja Mel… Menghitung buah kelapa di pohon tetangga, menghitung sayap pesawat yang terbang di langit di tambah antena di atas rumah Rijal. Merangkai kata, pelangi, awan dan matahari.

Bernyanyi….


ku lihat awan seputih kapas
arak berarak di langit luas
andai ku bisa ke sana terbang
akan kuraih ku bawa pulang

Membaca keagungan Illahi… *Mengapa kita harus bersujud padaNYA.

Tak cukup memang 1-2 minggu, bahkan hitungan tahun… tak apalah Mel… jangan pernah ragu… KITA BISA!!

*Amel paling tidak suka membaca buku Agama…

Bay de wey bas wey

Dari tadi ngempi just ksh coment aja ke postingan yg klwr di inbox…hmm..pengen ngenet tp rinai hujan tak sudi diam…byar byur byar byur aja ga berenti2…

Baydewey baswey..karena suasana hati lg tak karuan..comment gw jd ga karuan juga..ya comment yg terpost..ya comment yg terlisan di hati…dr yg positif mpe negatif…smw ga karuan… Yg so(k) eksklusif lah, yg ga penting lah…,hhh… Hati2 jg hati ling! Astaghfirullah… (maaf ya tmn2)

Tapi ga lupa gw save tuh postingan2…gw bc ulang..beserta comment gw (klo jari tergerak)… Subhanallah.. Swear!! Gw salah… Semua bermanfaat… Tergantung kita yg baca aja. Gw emang masih hrus slalu belajar tuk melihat dr berbagai sudut pandang..

Wuokeh… Belajar terus… Belajar di sini. Jd multiplier yg bermanfaat tuk semua (koq jd kyk pelajaran PMP.. He2x)

Renungan Sore Baruku

Dah lama ga bc renungan sore itu….kmana aja ling selama ini…dikemanain sore2mu??…

Hhh…harusnya tiap tarikan nafas adalah dzikrullah…kan?

Cari2 buku mungil renungan sore kesayanganku…selalu sulit berpaling pada buku mungil yg lain…wlo lbh bagus dan baru…ckckck…harus yg itukah ling??

Allah di sore ini
ku hitung amalku
yg telah ku lakukan hari ini
terimalah kebajikanku
ampunkan dosaku
ya Allah…kabulkanlah do’aku…

*saat ia hilang..kayaknya tuk selamanya..good bye say..insyaallah penggantimu (akhirnya) kan selalu ku baca…pagi & sore*

Don’t know what to post…

Pheew..again..this morning..i don’t know what to do..wish i cud do anything..but again just do stupid things

buagh2!!last night..planned today would be…going to library,making some stuffs for anybody,doing those homeworks i did never do,preparing anything to d’big day (oops a month to go..oh no!),going somewhere alone to enjoy d’loneliness..(jiyeeh..unfortunately…not me lah)

and now..d’clock’s singing time goes through d’winds..it is 10 in d’morning…i still put off everything..dream and dream to do many things, open some books (just open not read),pretending i’m looking d’inspirations to start d’big thing…nothing!!

Huaaaahhhhgghh

lazy girl!!…who can kill her for me?