aku dan buku, hmm…. bagaimana dengan kamu?

Lagi, tentang seorang teman chatting yang akhir-akhir ini selalu menohok saya dengan… (apa ya?). kali itu dia menanyakan emmm tepatnya mempertanyakan minat baca masyarakat Bengkulu…. Well, don’t know what to say…. Belum pernah survey…

How about me??

Dari kecil, dari SD saya memang tumbuh besar di Bengkulu setelah sebelumnya menghabiskan masa Balita di Medan and Palembang. Walau bukan asli Bengkulu dan tidak punya darah Bengkulu sama sekali, saya sudah sangat menyatu dengan kota kecil ini. Jadi bisalah dijadikan representasi masyarakat Bengkulu. Walau tidak mewakili sepenuhnya, apalagi kalo topik bahasannya minat baca (sangat relatif menurut saya, tidak pantas untuk digeneralisasikan)

Minat baca dan buku merupakan dua variabel yang tidak dapat dipisahkan. Bagaimana dengan minat baca dan buku yang dibeli?. Nah waktu itu beliau menanyakan koleksi buku yang saya miliki dan apakah setiap bulan saya membeli buku. Jawaban saya?? Ya setiap bulan saya memang membeli buku, tepatnya setiap saya punya uang untuk diprioritaskan ke buku. Tapi saya tidak setuju kalau minat baca dikaitkan erat dengan buku yang dimiliki, buku yang dikoleksi. Yaahh walaupun memang hubungannya sangat erat. Tapi untuk membaca tidak harus dengan memiliki buku bukan?

Saya adalah anak ke-5 dari 6 bersaudara. Jadi saya punya 4 kakak yang lebih dulu hidup di dunia daripada saya (hihi lebay!). Mereka adalah pengoleksi buku yang handal (pengoleksi perlu diulang nih!). segala buku wajib semisal fiqih wanita, riyadhulsolihin, buku-buku pendidikan kontemporer, inovasi-inovasi pendidikan, dari berbagai genre, blablaba… mereka punya. Dari SD saya punya hobby baca, tapi tidak hobby koleksi, karena saya bisa dapet supply buku dari kakak-kakak saya. Buku yang sebenarnya sedikit lebih tua dari umur saya (kategorinya gitu). Orang tua saya jarang mengajak anak-anaknya beli buku, saya cuma mengoleksi majalah Bobo, itu saja. Hingga usia SMA, hobby baca saya tetap bergantung pada koleksi kakak-kakak saya dan perpustakaan.

Hingga akhirnya satu persatu kakak-kakak saya mulai bernikahan dan pergi meninggalkan rumah (hihi gitu gak sih?). saya melongo saja, buku-buku kesayangan saya diboyong semua. Tidaaaaaaaaaaaaaaak…. Dan saat itulah saya memulai pemikiran ini…

Dalam membaca, membeli, memiliki buku, saya punya standard tersendiri. Bagi saya, untuk membaca buku tidak harus membeli. Membeli buku, fungsi utamanya adalah memiliki. Dan dalam membeli buku pun punya motif dan visi berbeda-beda pula satu dan lainnya.

Seperti tetralogi Laskar Pelangi misalnya. Novel fenomenal yang memotivasi saya menjadi next “ibu Muslimah” itu telah tamat saya baca hingga akhirnya saya putuskan untuk membelinya, untuk memiliknya. Saya membeli buku itu bukan untuk dibaca, tapi untuk dimiliki. Saya pikir buku itu sangat bagus untuk dikoleksi, dipinjamkan nantinya kepada orang-orang yang butuh pencerahan tentang pendidikan. Atau mungkin disimpan untuk anak-cucu.

Nah!! After laskar pelangi, saya tidak pikir panjang untuk membeli sekuel-sekuelnya. ( untuk Maryamah Karpov, saya sudah baca, tapi belum beli… hehe… sementara dapet minjem dari kakak… saya nunggu cetakan ke-11 aja)

Jadi kalau pertanyaan seperti “berapa koleksi buku kamu?”, “tiap bulan beli buku atau tidak?” dijadikan parameter tuk mengukur minat baca lingga… maaf… (maaf, apa coba?).

Lagi, setelah saya perhatikan buku-buku yang saya miliki… dari genrenya gak terlalu beraneka… kebanyakan *seperti yang sudah saya tuliskan di…..* . tidak banyak buku-buku teori-teori a,b, c… 1, 2, 3….. karena buku-buku wajib seperti iitu menurut saya bisa dengan mudah saya dapatkan dari koleksi kakak-kakak saya (halah!!).

Tapi…

Suatu saat, kelompok ngaji saya beserta beberapa kelompok lain yang satu network melaksanakan bedah buku. Buku wajib yang isinya 1, bla-bla la, 2. blablablabla…. Dan buku yang saya pikir pasti ada di koleksi kakak2 saya itu ternyata telah raib tak ada. Saya pun mencari ke sana ke mari dari toko koleksi islam satu ke toko lain. kagak ada… habis sudah.

Yah…yah….sepertinya… hingga akhirnya saya temukan di hari yang sudah sangat senja. (segitunya…). Mungkin buku terberat pertama yang saya miliki. Well, saat membuat rangkuman buku itu, saya pikir, gak nyesel beli buku ini, walau motif pertama dan utamanya cuma untuk buat rangkuman and bedah buku saja. Hahaha….

Ah… teringat seorang bapak penjual hordeng yang membanting tulang demi memenuhi kebutuhan baca masyrakat di desanya. Bapak ini… (click gw)… melakukan apa saja untuk memenuhi minat baca orang-orang yang tidak mampu tuk membeli buku (baca mengkoleksi). Atau Lintang, hmmm yang tidak punya buku, tapi tahu segalanya dari koran-koran bekas yang tertempel di dinding-dinding rumahnya. Jadi beruntunglah anda-anda yang dapat mencerminkan korelasi kuat antara minat baca dengan buku-buku koleksi anda. Jangan lupa tuk berbagi (hmmm… how about u dewek ling? Chiyyaaaah….)

Okay…. Maaf klo belum jelas main ideanya…. Maklum lagi belajar menulis. Semoga tidak sebrutal postingan-postingan lingga sebelum-sebelumnya. (semoga bukan sampah). Betewe lagi, bener juga sih… review saya gak pernah disentuh. Gak pernah berbagi… sekarang saya temukan bahwa tuh sarana bagus banget tuk mengekspreskan diri. Laterlah…

Advertisements

23 thoughts on “aku dan buku, hmm…. bagaimana dengan kamu?

  1. skisma2 says:

    subhanallah…. Buku…. Para salaf dari kalangan ulama’ sangat sulit dipisahkan dengan buku… hingga ketika salah seorang dari mereka rumahnya terbakar dan hanguslah buku2nya…. dan ia pun bersedih dan tidak mau diajak bicara hingga 2 bulan…. Ayo jadikan buku sebagai temanmu…. baca dan baca….

  2. menatapmatahari says:

    skisma2 said: subhanallah…. Buku…. Para salaf dari kalangan ulama’ sangat sulit dipisahkan dengan buku… hingga ketika salah seorang dari mereka rumahnya terbakar dan hanguslah buku2nya…. dan ia pun bersedih dan tidak mau diajak bicara hingga 2 bulan…. Ayo jadikan buku sebagai temanmu…. baca dan baca….

    wwwwaah… 2 bulan gak ngomong?? hikz… mana tahan…

  3. niwanda says:

    Berbagi ya… kadang memang ada rasa egois sih… misalnya boleh pinjem dengan syarat-syarat tertentu dsb. Soalnya gimana ya, pengin aja sewaktu-waktu tetap ada kalau butuh dibaca ulang.

  4. menatapmatahari says:

    miftamifta said: Buku adlh teman2ku saat jauh dr tanah airLaskar pelangi(Alhamdullilah udah punya buku nya semua)Semangat ya mbak lingga…

    hehehe… lingga belum punya si maryamah karpov…. beneran pengen nunggu cetakan keberapa gituh!

  5. menatapmatahari says:

    niwanda said: Berbagi ya… kadang memang ada rasa egois sih… misalnya boleh pinjem dengan syarat-syarat tertentu dsb. Soalnya gimana ya, pengin aja sewaktu-waktu tetap ada kalau butuh dibaca ulang.

    iya mbak… lingga juga gitu. klo minjemin dah kayak nenek2 aja… panjang omelannya… yang ga boleh dilipet2lah, yang ga boleh dibawa tidurlah, yang “awas pembatasnya ilang lah”…terus pake kontrol2 pula’…. emmm… maksud lingga berbagi … yang kayak… itu ada link (click gw)… hoho… obsesi deh… someday!!

  6. menatapmatahari says:

    @niwandawaah klo gtu tar bs masukin proposal ke mba leila dunkz… :-)@diaryperibiruiaah..ditunggu aja mbak…(amiin)@aishachaniya…membaca adalah mengintip dunia lewat satu jendela. Semakin banyak jendela semakin banyak bagian dunia yang kita intip. Blogwalking memang asiik…

  7. proud2bewifenmom says:

    dulu aku bukan yg kutu buku bgt ling,tp setelah kesanaaaa umurnya nambah dah jadi ibu” pula heheh…pokoknya alhamdulillah dpt hidayah deh untuk me,baca buku” yg benar” penting untuk hidup kita didunia dan akhirat inshaAllah ^-^

  8. pondokkata says:

    aku dan buku…buku itu bagiku kehidupan Ling…karena badan sy lemah, paling kecil, paling pendek, jadinya kalo main kucing2an, lompat tali, atau apalah yg pake fisik sy pasti kalah ato ga bikin kelompok sy kalah, makanya saya lari ke baca, dan akhirnya sy menemukan sendiri kenikmatan membaca…soal koleksi buku, gak terlalu banyak kyk penggila buku, setiap bulan ada buku yg sy prioritaskan untuk dibaca ada yg saya prioritaskan untuk dibaca dan dibeli…mmm..,bicara soal hobi baca, percaya gak ling kalo hobi baca itu turunan???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s