hanya seruang rasa

memori itu tak sudi hadir
telah kau undang sepenuh perasaan
pada derai tawa menyambut itik pulang petang
pada canda di ruang keluarga yang bersahutan
pada senyum ibu yang membuat resah terbilang hilang
pada seonggok nilai di atas kertas ujian…100
pada pengumuman kelulusan yang tertera namamu di sana…em em em
pada rentetan momen yang kau beri judul
BAHAGIA

memori itu tak sudi hadir
telah kau undang sepenuh jiwa
hanya tirai jendela yang enggan kau tarik ke samping
tak biarkan mentari mengusir kelam sisa malam

memori itu tak sudi hadir
telah kau undang sekuat tenaga
sesaat hilang sudah rasa resah menunggunya
hanya pasrah berteman airmata putus asa
kau pun biarkan kelam memelukmu erat coba menenangkan

ah tahukah kau?
memori itu telah berdiri di depan pintu kamarmu
enggan mengetuk karena tak mengerti ia
mengapa kau undang pula kelam

Advertisements

14 thoughts on “hanya seruang rasa

  1. nazhara says:

    menatapmatahari said: ah tahukah kau?memori itu telah berdiri di depan pintu kamarmuenggan mengetuk karena tak mengerti iamengapa kau undang pula kelam

    buang saja, jika kelam yang hadir. buang memori itu untuk selamanya, lingga.. *cuma nebak aja apa yang sedang terjadi* can i help you, sist? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s