puisiku untukmu bintang

kemana kau pergi bintang…
matahari tak sudi temaniku kala malam…
kemana kau bawa pergi janjimu bintang…
janjimu temaniku dan saat-saat kelam…
kemana harus kucari dirimu bintang…
kini…hanya bersama sendiri, aku,
kala sepi meratapi penantianku pada mentari esok lagi…

*miss u so ‘bintang’*

Pesan

Melalui kata ku coba tuangkan
segenap rasa yang menyesak di dada
bila hanya mengundang tanya, salahkukah?
Pemilihan diksi dengan sudut pandangku
adalah favorit tangan mengguratkan pena
menari di atas keyboard
aku…manusia biasa
yang sering terbawa ego
bahkan di dalam maaf, terkadang masih setia ia
sang pongah yang angkuh berdiri…
dengan berjuta justifikasi
yang ia sodorkan pada lelah sang apologi

pelangi sebelum hujan

malam ini hujan, tadi sore sedikit mendung…
dan ada dua pelangi

heii u know what?
Yaaah…tadi sore aku menikmati indahnya pelangi tanpa harus menunggu hujan berhenti bernyanyi…
Bahkan hujan belum turun hingga malam ini…
Pelanginya ada dua…
Kupacu motorku meluncur di atasnya…
Indah…

Ya…pelangi itu indah sebelum mendung menumpahkan hujan…
Ia indah tanpa aku harus menunggu penuh kesabaran
tanpa harus menunggu hujan reda…

Dua pelangi…dengan 14 bidadari…masing-masing 7… Beautiful