alat yg bisa bikin amnesia

Lingga tadi malam didatangin doraemon, dia minjemin lingga alat canggih yang bisa bikin manusia amnesia… Tapi amnesianya itu cuma pada satu hal atau kejadian dalam hidup… Cuma satu aja.

Nah! Ada yang mau pinjem alat itu gak? Tapi ceritain dulu hal apa yang ingin kamu lupakan itu…

Buruan ya…keburu alat canggihnya diambil ma doraemon lagi

Advertisements

tribute to uchenk

balas dendam ah ke uchenk…. karena temen gw itu ngepos di blognya postingan gw di milist terus dia kasih judul “tribute to lingga”…. yang ini gw kasih judul “tribute to uchenk”… tapi postingannya sama… gw juga sebenernya dah lupa pernahnulis tulisan ini. tapi keknya gak jelek-jelek banget deh…

================================================

Posted on by uchenk

dapet tulisan bagus dr temenku di milis alumni sma, namanya lingga sriwijaya a. berhubung tulisannya bagus, maka aku masukin aja di sini deh, kali2 bermanfaat.. thanks yo lingga! permisi..

================================================

world wild life -program sejenis national geographic- di metro tv tadi malam bercerita tentang penelitian terhadap gurita yang hidup di tromboli (lebih kurang gitu deh namanya, duh lupa nyatet buk!), a volcano dengan aktivitas tertinggi sedunia.. dan letusan-letusannya selalu setia menyemburkan penghancur-penghancur binatang laut yang hidup di sekelilingnya.. ’bout the octopus.

tapi maaf sebelumnya.. karena saya sanguine si “kurangpedulidetail” jadi detail nama, tempat dll dsb kayaknya banyak yang mis.. gk papa deh.. ada yang lebih spektakuler dari tontonan tersebut ketimbang sekedar hal-hal detailnya yang rada belibet buat dihafal.

dari sepanjang episode itu, visualisasi dan narasi berkisah tentang perjuangan hidup gurita yang great di medan yang absolutely gak nyaman.. hampir di titik penghabisan episodelah saya mengikuti program ini dengan mata melek 100% (ngikutin translationnya gitu.. huhu)

… gurita perkasa yang mampu bertahan dari batu-batu besar semburan gunung berapi yang letusannye aje gile sedunie, gurita perkasa yang dengan cerdasnya menyelamatkan diri dari belut pemangsa untuk mempertahankan hidupnya (baca eksistensinya), gurita yang keperkasaanya telah memanggil ilmuwan-ilmuwan menelitinya.. gurita yang membuat peneliti-peneliti itu tercengang dengan hidupnya yang bahkan tidak lebih lama dari binatang-binatang lain di sekitarnya ..( 2 tahun aja)

ternyata ia sendirilah sang pemilih jalannya mengakhiri hidup. 2 tahun bukan untuk mati oleh terjangan batu-batu dari gunung berapi, bukan untuk jadi santapan belut pemangsa yang gigi-gigi tajamnya mampu merobek-robek tubuhnya.. bukan.. bukan.. bukan.. anda salah!! mau tahu apa pilihannya?

Subhanallah ia memilih untuk mempersembahkan hidupnya dengan merawat telur-telur penerus bangsanya, menjaga telur-telur mungil itu berminggu-minggu tanpa makan dan minum, menjaganya tanpa sedia lengah sedetikpun karena di sekelilingnya telah stand by berpuluh-puluh makhluk laut lainnya yang menanti sedikit saja kelengahannya untuk menyantap telur-telur itu, pastilah ia tak ingin kehilangan satupun bakal penerusnya itu.. hingga perjuangannya usai.. hingga bayi-bayi gurita itu keluar dari cangkang telur-telur transparan mereka, hingga gurita-gurita mungil itu berjanji pada ibunda luar biasa tuk mempertahankan eksistensi generasi mereka di sana, hingga sang ibu melepas kepergian anak-anaknya .. terhuyung-huyung dan jatuh tak lagi perkasa.. (hingga akhirnya d’octopus dapat disantap easily oleh rekan-rekannya sesama makhluk laut)

ibu kau adalah bintang
semua ibu adalah bintang
ibu kau selalu kami sayang..

hikz.. menulis lebih susah daripada bercerita langsung (hmmmh..).. udah diedit berkali-kali masih ada aja yang kurang! banyak detail yang mungkin terlewat.. tapi kalo nonton sendiri.. wuihhh.. binatang aja bisa bikin kita kejer nangis terharu loh!!! apalagi sih yang bisa kita ucapin selain subhanallah.. Allahuakbar

“sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-nya bagi orang-orang yang bertaqwa..” (Yunus: 6)

================================================

mmm, gmn gmn?

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-

Alin Memasak

 Alin menghitung usianya dengan bodoh. Berpura-pura tidak mengingat ulang tahunnya yang keberapa hari ini. Menghitung lagi,lagi, dan lagi.

“oooh…dua puluh dua.” harunya membanjiri mata. Alin menatap satu persatu bahan2 yg akan ia olah menjadi kue ulang tahunnya itu. Ia belum pernah memasak kue ulang tahun, bahkan memasak apapun kecuali mie instant, air, dan nasi di rice cooker. Menyedihkan memang.

Dapur yang sepi, hanya ada dia. Bahkan di rumah, tak ada orang selain Alin.

Alin mulai mencampur telur dengan gula. Wajahnya antusias menyalakan mixer. Ia bersenandung riang. Memasukkan tepung seperti yang ia saksikan di acara-acara cooking show. Oooh… Dapur selalu membuat ia bosan, lemas, dan kelelahan. Alin mengusap keringat yang menitik-nitik di dahinya. Celemeknya telah belepotan tepung, telur, dan mentega. Susu, dan segala bahan yang bisa ia himpun dari rak bumbu bunda. Alin…

Setelah berhasil mencampur semua, kue ulang tahun yang ingin ia persembahkan untuk dirinya sendiri yang telah semakin dewasa. Ia memanggang kue itu dengan senyum merekah di bibirmya. 10 menit, 20 menit, ia lupa berapa lama ia harus memanggang. Tapi Alin pernah mendengar dari seorang koki di acara cooking show di TV, tidak boleh sering2 membuka tutup baking karena bisa menyebabkan kue bolunya menjadi bantat.

Alin menunggu detik demi detik dengan hati berdebar. Begitu ingin ia melihat kue itu sempurna jadinya. Sampai ia tertidur, kepalanya tergolek di meja makan, sedang ia duduk di kursinya.

“DWUAAAAAR!”

“aaaaah..!! Apa yang aku masukkan sampai ini terjadi?”. Dapur berantakan dengan remah2 bolu Alin yang berhamburan.

Aku Belum Bisa Masak

Alin menghitung usianya dengan bodoh. Berpura-pura tidak mengingat ulang tahunnya yang keberapa hari ini. Menghitung lagi,lagi, dan lagi.

“oooh…dua puluh dua.” harunya membanjiri mata. Alin menatap satu persatu bahan2 yg akan ia olah menjadi kue ulang tahunnya itu. Ia belum pernah memasak kue ulang tahun, bahkan memasak apapun kecuali mie instant, air, dan nasi di rice cooker. Menyedihkan memang.

Dapur yang sepi, hanya ada dia. Bahkan di rumah, tak ada orang selain Alin.

Alin mulai mencampur telur dengan gula. Wajahnya antusias menyalakan mixer. Ia bersenandung riang. Memasukkan tepung seperti yang ia saksikan di acara-acara cooking show. Oooh… Dapur selalu membuat ia bosan, lemas, dan kelelahan. Alin mengusap keringat yang menitik-nitik di dahinya. Celemeknya telah belepotan tepung, telur, dan mentega. Susu, dan segala bahan yang bisa ia himpun dari rak bumbu bunda. Alin…

Setelah berhasil mencampur semua, kue ulang tahun yang ingin ia persembahkan untuk dirinya sendiri yang telah semakin dewasa. Ia memanggang kue itu dengan senyum merekah di bibirmya. 10 menit, 20 menit, ia lupa berapa lama ia harus memanggang. Tapi Alin pernah mendengar dari seorang koki di acara cooking show di TV, tidak boleh sering2 membuka tutup baking karena bisa menyebabkan kue bolunya menjadi bantat.

Alin menunggu detik demi detik dengan hati berdebar. Begitu ingin ia melihat kue itu sempurna jadinya. Sampai ia tertidur, kepalanya tergolek di meja makan, sedang ia duduk di kursinya.

“DWUAAAAAR!”

“aaaaah..!! Apa yang aku masukkan sampai ini terjadi?”. Dapur berantakan dengan remah2 bolu Alin yang berhamburan.

keping memori yang mudah terserak

keping memori yang mudah terserak itu adalah amarah

waktu lagi ngumpul-ngumpul dan coba mengokohkan kembali bangunan memori bersama. Saya dan tiga teman baik saya semasa kuliah (diih emang udah ga kuliah lg yaak?ngakuw2!) mulai mengupas kenangan demi kenangan daqi awal ketemu sampai sekarang, saat-saat perpisahan kian menjelang.

“dulu kita pernah heboh, waktu lingga ngambek”
“ya, dibujuk2 ampe wid nangis lingga tetep aja ngambek, malah langsung pergi”
“haah kapan? Emang masalahnya apa?”
“lingga ga inget?”… Lingga geleng2 aja. I dont remember at all. Bahjan sampe sekarang, nulis ini, lingga ga inget sama sekali
“subhanallah, enak ya jadi lingga”

hemmh… Di antara rasa penasaran dan takut untuk mengingatnya, saya tulis note ini. Kala dulu saya pernah ikut tes kepribadian, dari hasilnya dikatakan seorang lingga itu mudah ngambek (baca marah) tapi mudah sekali melupakannya. Yaaah… Klo minta temen2 nulis plus minus lingga, salah satu minusnya pasti “ambekan”, and salah satu plusnya “mudah memaafkan”… Imbang ah!