belanja anak yatim

Subhanallah… Tadi bantu-bantu PKPU ngadain acara Belanja Bersama Anak Yatim.

Pertamanya sih, jadi pendamping 10 orang anak yatim berbelanja, saya bingung mau ngapain.
“haduh, biasanya cuma jajan and beli keperluan pribadi doang” lingga
“masa siii?”temen gak percaya.

akhirnya setelah sedikit pemanasan. Anak-anak mulai menuntut ini itu… Dengan bekal 200rbnya itu, saya cuma punya satu deretan kata…
“terserah kalian mau beli apa, klo ada yg mau ditanyain…tanya mbak” huhu…

Ada yang emang dibawain catatan belanjaan ama ibunya (atau yang berkepentingan), ada juga yang blank sama sekali.

Yang ada dalam bayangan saya sih, mereka perlu baju lebaran, sendal lebaran, mukena buat yang cewek. Tapi mana ada barang gituan di supermarket itu. Adanya cuma sendal jepit yang gede-gede pula’. Dan yang lain, mungkin saya setuju ma catatan seorang anak yatim yang saya intip tadi. Gula,tepung, sirup, dan bahan2 untuk kue lebaran ibu mereka di rumah.

“mereka rata-rata perlu kaoskaki, dan beberapa ada yang butuh sendal. Sisanya terserah mereka aja ma mau beli apa” seorang ummahat yang dipanggil ummi oleh sebagian anak dari panti asuhan tertentu itu memberikan saran begitu saat saya menanyakan keperluan utama anak-anak.

“ustdzh mau beli buah”
“buah?”
4 orang anak itu melirik apel, anggur…hemm…yang ada dalam bayangan saya sih itu gak terlalu urgent. Tapi demi lihat wajah mereka yang sangat menginginkan buah yang mungkin jarang sekali mereka cicipi…
“ya udah” mengambil plastik untuk buah…
“pilih sendiri ya, ntar kita timbang di situ”

susu, eskrim, roti, daging, cokelat. Wajah-wajah itu sumringah menghabiskan uang 200rb yang mungkin tak seberapa bagi ibu-ibu berbedak tebal yang bolak-balik komen, tanya tentang mereka, sembari mengisi penuh trolinya tanpa harus takut-takut melirik harga.

Anak-anak yatim itu, wajahnya yang mirip-mirip dengan perawakan yang hampir sama, kurus. Harapan terpancar di wajahnya, di wajah ustadz pengasuh panti asuhan mereka.
“ini nak, biar pintar, ayo ayo sini” Sambil memasukkan cerebrovit ke keranjang masing2 anak.
“subhanallah, pada beli susu” ucap ummi pengasuh panti asuhan itu, wajahnya memancarkan syukur, harapan semoga susu seberapa gram itu dapat menyehatkan anak-anak asuhnya.

“saya dulu juga anak yatim” terngiang kata sambutan dari manager perusahaan yang bekerjasma dengan PKPU tadi.
“bahkan saya belum pernah melihat ayah saya karena beliau meninggal sebelum saya lahir” ust.syamlan, wagub bengkulu yang bersahaja. Keyatiman berhasil menempa mereka, subhanallah. Semoga begitu juga dengan anak-anak yatim itu.

Advertisements

18 thoughts on “belanja anak yatim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s