secerah pewarna

Bismillah…
Ini lirik nasyid, nasyid lama banget… Saya dulu masih SD waktu denger nih lagu. Tapi masih hafal banget liriknya. Seinget saya sih yang nyanyinya d’zikr tapi abis a bit googling ada juga by saff-one…check it out

seindah sedamai pantai melambai gemulai
begitulah hati merindu kasih yang padu
bagaikan pepasir basah disimbah lautan
begitulah perjuangan ini
biar basah dengan iman dan ukhuwah

kita ingin segalanya indah
sebersih pasir pantai memutih
seindah dan secerah pewarna
berseri ukhuwah di pupuk kasih
kita ingin segala terlerai
dengki dan dendam kesumat musnah
biar keikhlasan berbicara
di dalam hati luas saujana

Nasyidnya melayu banget… Coba deh cari MP3nya… Sebenernya bukan nasyid favorit sih… Tapi lagi pengen aja ngerekomendasiin nasyid tempo doeloe yg satu ini.

🙂
besok2 mungkin nyusul postingan tentang plagiarism…

That’s all
lingga

kunci kesuksesan :don’t talk too fast… *_*

Perasaan udah pernah nulis ginian yak? Emmmang…

Berbicara cepat itu kata-katanya adalah ciri-ciri orang visual. Saya cukup didominasi oleh gaya belajar tersebut. Dan kecepatan bicara saya menurut beberapa orang???

Wait, sebelumnya saya mau cerita kejadian yang membuat saya gubrak and pengen nyelongsorkan diri dari kursi tempat saya duduk, di depan dosen yang sedang menginterview saya*sidang mode on*. Temanya adalah ujian comprehensive English Language Teaching. Do’i meminta saya menceritakan pengalaman PPL saya, teknik mengajar yang saya pakai, kesulitan yang saya temui, dan cara saya menyelesaikannya, dll dsb.

Kebetulan saya mengajar di SMK, kelas perhotelan. Jadilah pembahasannya lari ke ESP (English for Special Purpose). Saya malah kebawa imajinasi, panjang lebar cuap-cuap kayak perangko (kikikikik apa hubungannya ma perangko?). bla ble blo bla ble blo. Si bapak sekali-kali menyela, dan melanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya lumayan teoritis. Alhamdulillah, saya jawab dengan lapang dada (gak nyambung lagi dah!)

Di akhir interview, dosen saya yang punya nama samara Widya Saraswati itu, memberikan nasehat kepada saya. Begini katanya

“ okay Lingga, I have an advice for you. To be a good English teacher you have to maintain your English. By what? You can read newspaper, you can write in English, you can watch English Movie. And one else which is the most important, don’t talk too fast…!”

Gurbak! Gabruk…!! Eh Gubrak!!

This is the…..I don’t know… entah udah keberapa kali saya dapet nasehat itu.

“ because of what? You know in speaking English we should also pay attention for the intonation, stressing bla bla bla bla… tet tot tet tot tet….”

Yaaaaah!! Saya emang suka tak terkendali kalo lagi stress, kalo lagi gugup, ngomongnya malah tambah cepet. Hihi… kadang malah bisa bikin sebel yang dengerin.

“ gak papa ling… dari yang saya pernah baca… ngomong cepat itu adalah cirri-ciri orang cerewet”….hweeeks… bukannya menghibur malah menghina. Temen saya tuh, waktu saya curhat right after the test.

Besoknya saya kirim sms ke beberpa teman main, hasilnya… nggak terlalu cepat tuh. Bahkan saya gak pernah menempati ranking pertama. Alhamdulillah…. masih ada yang lebih parah toh ya? Yup!! Cukup menyelematkan kepercayaan diri saya kembali…

ditinggalkan yang ditinggalkan

dan pada apa yang kau lukis…
adalah tanya tentang merah langitmu?
mengapa merah?
Katamu merah akan membuat terang dunia
dan kau tak perlukan matahari lagi

-kadang kita merasa telah meninggalkan seseorang, entah dalam puas atau lega atau sakit, tapi mungkin saja orang yg kita tinggalkan itu tak merasa ditinggalkan siapa-siapa, it means that we’re nothing-