Menjadi PNS (hhh… Judul yang Tidak Menarik)

Eh beneran pilihan katanya loh ya… bukan “menjadi PNS”nya … hihi, and postingan ini murni bukan untuk mendiskreditkan pekerjaan sebagai “PNS” Swear!!

Dulu, waktu SD saya pernah dibikin ketawa dengan cita-cita seseorang yang ada biodata and potonya di LKS kakak saya. saya paling suka baca biodata-biodata gituan, liat cita-citanya. Hehe.. ada satu yang cita-citanya PNS. Hihihihihi… Dulu sih mikirnya, tuh cita-cita gak spesifik banget. jadi PNS kan macem-macem. Dulu malah masih ada kesempatan menjadi PNS untuk lulusan SMP. So….?? Banget then Saya berkesimpulan cita-citanya adalah cita-cita yang nggampang banget diraih. Betapa nggak tahunya saya itu adalah cita-cita yang tinggi secara ternyata di Indonesia ini banyak banget yang pengen jadi PNS… :P. so persaingannya make it worthy to be an ideal… (yeaccch!!)

Lulus kuliah, teman-teman saya langsung di sambut dengan tes CPNS. (teman-teman aja, saya nggak.. hikz). yang wisuda April ama Juli bisa langsung tes Oktober lalu. Tak dinyana, teman-teman saya banyak yang lulus. Yah, kebanyakan yang lulus emang para fresh graduate, mungkin karena ilmunya masih seger di kepala kali yak? Padahal mereka tidak begitu yakin waktu ikut. Soalnya udah menjadi rahasia umum gimana joroknya seleksi CPNS itu. (di daerah kalian gitu juga ga sih guys?). Saya kemudian diomelin ma ibu saya, karena gak ikut tes CPNS, ppppfiuh lebih tepatnya gak bisa… hehe… lah iya belum dapet ijazah gimana mau daftar gitu loh!!

Menyesal memang tidak pernah di awal. Hihi.. tapi siapa yang menyesal?? Gak koq saya nggak nyesel. Lagian biar gak lulus bulan Juli, saya udah dapet berapa poin tuh ntar buat sertifikasi… hagz hagz… (pameeer)

Okay, kembali ke “menjadi PNS”. Sampai saya kuliah semester akhir, menjadi PNS tetap bukan menjadi pilihan saya. Cita-cita saya begitu tinggi, saya yang naïve dan bodoh (baca: radical dreamer). Cita-cita membangun sekolah alternative, sekolah ideal dambaan saya seperti Qoryah Thoyyibah, Sekolahnya Manusia (Munif Chatib), dll, dsb.dan cita-cita untuk tidak akan pernah terlibat sedikitpun dalam system pendidikan Indonesia yang “entahlah”…. Tanpa memikirkan tapak-tapak penghubung yang harus saya lalui. Dulu saya pikir itu hal yang tidak terlalu sulit, apa sih yang gak mungkin? Gak ada kan?

Sampai saya baca sebuah novel. Novel yang mungkin menurut beberapa orang di sekitar saya adalah novel yang tidak berbobot. (halah! who cares gitu loh!). Di novel “Perahu Kertas”nya, Dewi Lestari mengajak saya untuk berpikir realistis. Bahwa untuk menggapai cita dan mimpi tidak harus menghindari realita, bahwa kita harus selalu berpikir realistis. Mencapai sesuatu tidak bisa langsung puncaknya. Pada perjalanan mungkin kita hars melakukan hal yang tidak kita sukai. Itulah perjuangan, itulah hidup (halah!!kenapa gue jadi nulis ginian!! Gak penting banget yak!). Di novel tersebut, diceritakan Kugi, karakter utama, harus kuliah dulu, padahal dia Cuma ingin jadi penulis dongeng. Keenan yang mupeng banget jadi pelukis dan ingin fokus saja, ternyata harus rela meneruskan usaha ayahnya. Sampai akhirnya nanti mereka bisa meraih apa yang mereka impikan.

Teruuus? Dan sekarang, sayapun menghadapi hal yang sama (tsaaaaah!!!).

Elu membangun sekolah??? Helllooooo… don’t u have a mirror ling??. siapa elu? Anak bau kencur yang belum tahu apa-apa, dan yang lebih penting lagi, belum diketahui siapa-siapa. Kredibilitasnya enol. (hikz,..). Dikira ada yang mau percaya. Dikira gampang bikin sekolah? heukH!! (loh?). eh dikira udah punya cukup ilmu…

Alhamdulillah… terhentak ku tersadar… semua itu hanya akan menjadi mimpi… saya kan memrlukan tangga (untuk kata kredibiltas), ada tapak-tapak yang perlu saya lalui (untuk mendapatkan uang). Atau mungkinkah di perjalanan saya malah undur diri? Who knows.

Menjadi guru di sekolah formal yang sistemnya mungkin telah menjadi bangunan kokoh yang tak akan hancur oleh tangan mungil saya (iiiih mungil ?? hehe). Sebenernya sih nggak harus jadi PNS, mungkin juga sekolah-sekolah swasta yang sudah ada. Atau jadi guru honor untuk sementara. Tapi pokoknya saya sudah pada satu kesimpulan.

Bahwa untuk memiliki sekolah impian itu, saya tidak harus menafikkan realita yang semua orang telah dengan mudah melihatnya. Jadi PNS, apalagi kalo tunjangan-nya banyak, entar kalo sertifikasi duitnya bisa berlipat ganda, belum lagi ini ini itu itu. weiiiih… sluuurrrrpppp…. Uaaaaaannnng…. Hehehe

Bukan-buka… ekhm… ekhm… harus saya klarifikasi ini. Bukan karena uang koq! Dengan menjadi PNS, bakalan lebih banyak kesempatan. Yang pasti kredibiltas itu bisa saya dapatkan. Orang pasti lebih percaya ma PNS daripada ma guru yang bukan PNS (ahahahaha… #indonesiabanget). Terus kesempatan studi S2 (ke luar negeri ahaaaaiiiyyyy) akan lebih besar lagi, kesempatan research-research akan lebih besar lagi, kesempatan kondisi aman terkendali while designing sekolah mimpiku lebih besar lagi, kesempatan… carpediem… seize the days

Tulisan apa ini? Berantakan sekali? Dikira mudah jadi PNS? (ekhm ekhm…). Write fast nih.. hihi… tanpa revisi. Maaf yaa kalo ada yang bingung and gak ngerti. Namanya juga anak muda.. (halah!). mana panjang banget lagi… udah ah! See ya!!…

*ngerapiin rok and blus yang agak kusut, jilbab yang merot-merot… kabuuuur*

Advertisements

41 thoughts on “Menjadi PNS (hhh… Judul yang Tidak Menarik)

  1. akinaspeedstar says:

    menatapmatahari said: Bahwa untuk menggapai cita dan mimpi tidak harus menghindari realita, bahwa kita harus selalu berpikir realistis. Mencapai sesuatu tidak bisa langsung puncaknya. Pada perjalanan mungkin kita hars melakukan hal yang tidak kita sukai. Itulah perjuangan, itulah hidup

    suka sama ide si Mbak Dewi sih sebenernya…like this mbak Dew…b^_^d

  2. menatapmatahari says:

    ndafarmasi99 said: dulunya ga pernah terpikir baklan jadi PNS ling..tapi ga tau arah langkah yang ngebawa kesini,,,

    ihihihii…. ada PNS…kesempatan ya mbak..terus destiny… takdir….lanjuuuut mbak… SEMANGAT!

  3. menatapmatahari says:

    ndafarmasi99 said: psstttt…………insyaAllah ling, doain yah…sukron semangatnya.. ^^

    sssstttt… *mingkem*iya dido’ain … (dido’ain biar apa nih?)pokoknya wish u all the best lah… amiiiin

  4. menatapmatahari says:

    aishachan said: Wah kak. Bener,, ada sesuatu yang aku gak suka tapi aku harus ngejalanin itu nantinya, sebagai awal laa

    betuuul… sebenernya kadang not absolutely gak suka..cuma sistemnya aja yang gak kita suka..mari kita ubah walau hanya sedikit (maksa banget hihi)

  5. cahayarumah says:

    BismillahMau bikin sekolah sendiri? kenapa nggak…Dengan ijin Allah, kami telah membuat sekolah mungil dan kecil di dekat rumah kami, semuanya berawald ari yang kecil kan?Soal PNS? Saya masih belum minat…Klo Tante Ling?

  6. menatapmatahari says:

    cahayarumah said: BismillahMau bikin sekolah sendiri? kenapa nggak…Dengan ijin Allah, kami telah membuat sekolah mungil dan kecil di dekat rumah kami, semuanya berawald ari yang kecil kan?Soal PNS? Saya masih belum minat…Klo Tante Ling?

    heeeem…. kalo lingga mimpi utama tetep itu mbak…tapi jadi PNS …. kenapa tidak… *meringis bingung*

  7. pondokkata says:

    cita-cita yg mulia Ling…:)seperti paman saya, puna cita2 yg sama dng lingga, untk mewujudkannya itu ada banyak jalan alternatif dulu yg harus dilalui. Asal dinikmati jalan itu pun menjadi gesekan yg indah untuk meraih mimpi yg sebenarnya 🙂

  8. menatapmatahari says:

    @pondokkataiya mbak… Aaah lingga emang udah semakin dewasa ya.., (kikikik)@nengmettyyippy…toss tehkonsep suka-suka… Ayoteh qt buat sama-sama :D@greenhomeadminsenang bersama orang2 yang senang bersama orang2 yg masih punya mimpi. Iya…Semangat!

  9. sunnyndra says:

    radical dreamer! I like that. Aku dulu pernah itu mimpi jadi pengajar ideal, tp tergusur oleh kebutuhan perut,yg alokasinya bangunan dan tanah untuk sekolah di kapitalisasikan krn ya tadi tuntunan hidup, Tp…jika jiwa idealisme itu ada, tanpa gedung tanpa alat2 sekolah…jika memang ingin memberiajaran maka memberi dimanapun bisa dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s