Hingga Ujung Waktu

Akhirnya aku menemukanmu
saat ku bergelut dengan waktu
beruntung aku menemukanmu
jangan pernah berhenti memilikiku
hingga ujung waktu…

Hihi itu penggalan lirik hingga ujung waktunya S07 dijamin ngga akan ada hubungannya ma postingan ini.

Ahem2x… Ini hanya sedikit cerita setelah lama tak bercerita. Halah…baru juga berapa hari gak post apa-apa.

Ceritanya ini tentang “hingga ujung waktu”. Lingga termasuk orang yang mencintai ujung waktu. Kayaknya klo nggak ujung waktu, nggak akan cinta. Ada sensasi mengejar ujung waktu itu, ada pula kelalaian dan keteledoran. Hffh… Ini ngomongin apa sih ling?

Klo pas masih kuliah, biasanya nggak bisa ngerjain tugas klo belum di ujung waktu. Deadliner sejati. Kadang-kadang pengen bergerak jauh hari sebelum deadline, tapi rasanya susah banget untuk konsentrasi…bangeeet.

Dan sejak perkuliahan usai, keadaannya berubah. Saatnya untuk mencari eksistensi diri di dunia kerja. Beberapa tawaran alhamdulillah datang. Salah satunya dari UPT bahasa di kampus. Salah satu stafnya nelpon ke hape, do’i ngasih tau deadlime, yaitu tgl 15. Pas hari yudisium… Baru dapet transkrip. Ada niat sih, cuma ragu2. Huffh… Sampai jam yang ditentukan dan tanggal yg ditentukan, lamaran yang harus ditulis dalam bahasa inggris belum saya tulis. Jam 2 saya bimbang, mau bikin lamaran, lagi blank on…belum CVnya, belum copy dokumen yang diminta. Padahal jam 1 adalah waktu akhir penerimaan lamaran, sekaligus langsung interview. Oh no!! Saya iseng aja datang dengan harapan yang setengah-setengah. Dengan sedikit cerita bla3x saya pun diperbolehkan tetap melamar. Soalnya mungkin karena itu close recruitment. Ffiuhhh… Masih ada kesempatan. Kan lumayan klo diterima, bisa meningkatkan kredibilitas, hehe.

Dan yang ke2 ke3 gak jauh beda, selalu masukin lamaran di ujung waktu. Barusan ini juga masukin lamaran di hari yang sudah menjelang gelap pada deadline yang ditentukan. Sampai ibu saya nanya, “emang kantornya masih buka jam segini?”… Hihi, keknya sih. Klo buka ya alhamdulillah, klo udah tutup ya nggak apa2. Visinya kan untuk nyari pengalaman and kredibilitas :P. Alhamdulillah masih buka, dan disambut dengan antusias…halah!…

Aiyaya, Lingga tahu itu buruk, dan dengan postingan ini. Saya, Lingga, bertekad untuk berubah dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bengkulu, 19 des 2009.

Advertisements

37 thoughts on “Hingga Ujung Waktu

  1. menatapmatahari says:

    @miftamiftalingga emang jadul banget nih mbak… Ga tau klo lagunya nineball…hee…Kayau aniway…@sunnyndrahehe…asal kesambung aja itu mbak… Siap… Ditunggu yaaa@ukhtisansemangatt!! Thanx mbak santi

  2. moestoain says:

    menatapmatahari said: Insyaallahthank u nak…

    td ujian jam 12 baru buka bukunya jam 10 hahaha konyol benar muridmu buu heheheSABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  3. moestoain says:

    menatapmatahari said: @moestoainaduh ibu guru gak pernah ngajarin kamu supaya gitu kan? Ayo belajar yang bener!

    kan GURU di GUGU lan DITIRU hehehedihormati dan ditiru..

  4. idonanda says:

    menatapmatahari said: Klo pas masih kuliah, biasanya nggak bisa ngerjain tugas klo belum di ujung waktu. Deadliner sejati.

    Kok sama sih ? saya juga tau ini ngak baik … tapi berubah tuh emang rada-rada sulit.

  5. idonanda says:

    menatapmatahari said: Aiyaya, Lingga tahu itu buruk, dan dengan postingan ini. Saya, Lingga, bertekad untuk berubah dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bengkulu, 19 des 2009.

    PROKLAMASI …. Hehehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s