Belum Pantes Nulis Surat Cinta

Rencananya malem ini mau nulis surat buat calon anak-anakku. Tapi mengingat2 kejadian-kejadian tadi jadi malu sendiri….

Jam terakhir ngajar kelas 7A berakhir menyedihkan, silly dan nggak banget. Kalo kata temen saya sewaktu curhat tadi seperti ini –> “Sabar ling, murid-murid SMP ada pada fase pencarian jati diri, begitupun kita, guru-guru baru yang miskin pengalaman ini, jug alagi nyari jati diri, experience is the best teacher”. I was really really really tired at that time. So, dalam pencarian jati diri sebagai seorang guru, saya memang masih labil banget (halahhhhh…), jadi mudah terbawa emosi. hihihihi… Ngajar di jam 2, setelah 4 jam pelajaran nongstop… so so so terible. Setelah ngomel2 gak karuan lihat anak-anak yang manjat2 balkon lantai 3, saya pun memutuskan untuk meninggalkan rimba kelas cowok itu. Udah gak kuat lagi…. (iiih, korupsi waktu… ampuni aku ya Allah).

Hmmm, apakah di usia remajamu nanti kau akan seperti murid-muridku itu hai anakku? huwaaaaaa…. Padahal udah cukup banyak tahu tentang psikologi remaja, tapi dalam tataran praktis ternyata masih amat sangat sulit sekali diri ini. (pencarian jati diri boook… haha). Dannn… haruskah saya menuliskan kejadian buruk itu di surat untuk calon anak saya?? Pesannya mungkin bisa jadi seperti ini: “Nak, nanti kalo kamu kelas 7 SMP, jadilah anak yang baik seperti Ikhsan Ramadhan, yang pinter and gak suka berisik. Jadilah anak yang sopan seperti Fadel Rahman yang selalu mengerti keletihan bunda di kelas dan setia duduk manis di bangkunya. Jadilah seperti Laras kelas 7F yang cerdas, cantik dan suka mijitin bunda. Jadilah seperti Kinanthi di kelas 7E yang pinter nyanyi dan gak bandel. Hormatilah gurumu terutama guru Bahasa Inggris…” wkwkwkwkwk…. –> Bunda siiiih, masa’ gak tahu, usia remaja kan emang begonoooo.

Next. Pulang ke rumah, saat sudah siap-siap menghidupkan laptop untuk beraksi. Tiba-tiba saya dikagetkan dengan eksistensi manusia kecil bernama Aisyah. You know what?? Di meja kamar sudah berserak kapas dan pembersih muka… masyaallah….

“Aisyahhh… Belum boleh nak!!” Merampas kapas-kapas dan pembersih muka itu. Aisyah, anak kelas 2 SD itu cuma nyengir-nyengir kuda.

” Aaaahhh… Isyah bikir boleh”.

” IIhh… masih kecil udah genit ini, apalagi besarnya”. Menggerutu dengan suara yang pelan banget, entahlah Aisyah dengar apa tidak. Tuuuh kannn… masa’ bisa sih saya ngomong gitu. Padahal masih lekat di ingatan saya, dulu waktu masih kecil saya juga pernah nyuri-nyuri pembersih dan lain sebagainya punya Kakak…. Oh my….

Anakku…. Saat ini ibu masih harus banyak belajar tuk memelukmumu nanti. Kau tahu sebenernya bunda sangat merindukan kehadiranmu. Betapa Bunda ingin mengajakmu bermain di fun city, cari buku kesukaanmu di toko buku, memilihkan tas dan sepatumu, bermain di pantai bersamamu dan ayahmu (halahhh), membelikanmu ice cream dan permen, menjagamu memelukmu seperti mereka, mendukung segala cita-citamu, mengikutkanmu kursus Bahasa Inggris di Little Three, emmm apalagi ya??. Tapiiii anyway…. izinkan bunda belajar dulu ya nak. Banyaaaaaaaaaaaaaaak sekali yang masih harus bunda pelajari. Satu atau dua tahun lagi lah ya sayang…. —> (apa coba??? hahaha….)

Udah ahhhh…. Hikzzz… capeek

Advertisements

20 thoughts on “Belum Pantes Nulis Surat Cinta

  1. niwanda says:

    Kemarin udah ngebut bikin, ternyata diundur ya… dapetnya versi pertama sih, hehehe.Ayo Lingga, semangaaaattt…. Duh, Lingga yang sudah belajar secara formal soal psikologi remaja pun masih gundah ya, gimana aku?

  2. menatapmatahari says:

    megalotus said: coba nulis itu juga. Tambah nulis,tambah merasa tak pantes.. Huhuhu.. Susah juga yah, tuh lomba.. *barunyadar

    iya, padahal seru loooh…apalagi kalo dipost di FB, pasti rame… (hehehehe apa coba?)

  3. menatapmatahari says:

    niwanda said: Kemarin udah ngebut bikin, ternyata diundur ya… dapetnya versi pertama sih, hehehe.Ayo Lingga, semangaaaattt…. Duh, Lingga yang sudah belajar secara formal soal psikologi remaja pun masih gundah ya, gimana aku?

    lingga mau ngebut juga mbak…. ayo kita kebut-kebutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s