S-E-L-L-A

Pertama kali melihatmu, ada gusar di dada. Suaramu yang cukup besar, tertawamu yang lebar, keceriaan remaja yang terkadang lebay lekat di dirimu. Ku pikir kau akan menjadi tantangan tersendiri di kelas itu, tapi ternyata…

Sudah berapa hari kamu tak masuk nak? ya, kamu lebih banyak tidak masuk sekolah daripada di kelas bersama teman-temanmu belajar. Terakhir gigilmu mengatup mulutmu gemeretak menahan dingin sekujur tubuhmu, kau tetap gigih ingin di kelas mengikuti pelajajaran.

“Mau belajar Bahasa Inggris, udah lama Sella ketinggalan” Di sela gigilmu, suara bergetaran.

“Sella udah pinter kok, gak usah belajar juga masih bisa ngikutin nak, udah Sella istirahat aja di UKS”

Kepalamu tergolek di meja, menggeleng. Mata kosong itu setia di muka pucatmu.

Aku tidak bisa apa-apa, melanjutkan pelajaran. Pelajaran ini mudah bagimu, percayalah. Tapi kau tak percaya, hingga pelajaran usai, kau tetap duduk di sana.

Bel memaksaku mengusaikan pelajaran kita, apakah kau menyimaknya?

*****

Dari lantai tiga, mataku awas memandangi kelasmu di lantai dua gedung seberang. Teman-temanmu bergerombolan. Sella, sepertinya kau harus dibopong pulang.

padahal udah dipost tadi malam, tapi gak tahu kenapa, malah gak bisa dibuka, not found katanya, padahal masih nongol aja di inbox

Advertisements

10 thoughts on “S-E-L-L-A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s