Tatap Mata Saya!

Hipnotis, apakah anda punya pengalaman yang berkenaan dengan kata itu?? Tatap mata sayaaaa… 😛

Seorang mbak, sedang heboh-hebohnya mempromosikana acaranya mengenai hipnotisme itu (hehe,… gak ditambahin me deng, kayak nepotisme aja jadinya ya?). Katanya Hipnotis itu begini begini begitu begitu, pokonya ilmunya tuh bagus banget buat seorang guru seperti Lingga deh… tsaaah

Saat itu, ia pun mendemokan kemampuannya menghipnotis. Ia sebut dengan uji sugesti. Okay… Saya menjadi kelinci percobaan. Sebelumnya ia menyampaikan bahwa setiap orang memiliki perbedaan dalam memasuki kondisi hipnosis (ada yang mudah dihipnotis ada yang susah). Makanya, perlu diuji dulu nih saya… haha.

Ia pun memulai, kalimat-kalimat yang sering diucapkan ma Uya Kuya kali ya?

“Sekarang Lingga bayangkan, ada lem seember. Lingga masukkan tangan lingga ke ember berisi penuh lem alteco tersebut. Lingga masukkan…. kemudian lem itu mengering, tangan lingga jadi lengket” Waktu itu kedua tangan saya mengepal satu sama lain. Saya membayangkan dengan keras.

“Coba sekarang Lingga lepaskan”….

Toeng toeng….

“Lepas mbaaaak” haha… gak mempan hipnotisnya ke saya.

Kedua kalinya dia ganti ke mata

“Sekarang coba matanya dibuka”

Easily i could open them.

“ Orang-orang keras kepala emang susah dihipnotisnya, karena susah menerima nasehat, masukan dan kata-kata dari orang lain”

Gubrak!!!! Sejak kapan saya keras kepala??? Saya kan baik hati, penurut, gak bandel, gak keras kepala, mudah dinasehati. 😛

Well, Sebenarnya saya udah punya buku tentang hipnotis itu. Hypnosis dalam dunia mengajar. Dikatakan bahwa kondisi hipnosis akan mudah dicapai pada orang yang memiliki kebiasaan berkonsentrasi secara internal (seperti membaca, bermeditasi, berdo’a). Hemmm… sebenarnya itu sering saya lakukan, tapi memang kalo berhubungan dengan konsentrasi, saya angkat tangan. Sambil membaca saya bisa memikirkan hal lain, dan otomatis bacanya jadi harus mengulang-ngulang. Saya jarang membaca satu buku sampai habis, dari awal sampai akhir. Saya lebih suka menumpuk buku yang belum dibaca, dan membacanya bersamaan.Belum selesai yang satu, ganti dulu buku yang lain. Baca sampai halaman 10, pindah buku yang satu lagi, begitulah seterusnya.

Dalam mengerjakan apa-apa juga begitu. Saya membutuhkan jeda-jeda kegiatan lain yang bisa menjaga mood saya. Misalnya dalam mengerjakan tugas dengan komputer, saya akan menyelinginya dengan buka facebook, buka twitter, edit playlist, olahraga, lompat-lompat, nonton, mainin ponakan. Dalam mencuci piring, saya akan menyelinginya dengan membaca novel, memutar CD audio dan memilih-memilih musik di DVD player. Semua saya lakukan sesungguhnya demi menjaga konsentrasi saya, walau terkadang lebih banyak kegiatan interupsinya daripada kegiatan utama.

So, i think that’s why saya susah dihipnotis. Emmm, jadi kalo ada orang yang hendak menghipnotis anda, cara mempertahankan diri adalah dengan jangan mau disuruh fokus, seperti “tatap mata saya”, jangan coba. Tetaplah mengingat Allah, dan waspadalah waspadalah!

Advertisements

8 thoughts on “Tatap Mata Saya!

  1. menatapmatahari says:

    moestoain said: mbaling.. baca tulisan mus. dibawah ini………………………………………………. mbaling hebatSABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita ajga bersama!

    ………………………………………………………………………..biasa aja aaaaaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s