Pangkalnya Jauh Ujungnya Belum Tiba

“Yang namanya istiqomah itu istimror”

Duggg… Aku terhenyak mendengar untain kata dari si mbak minggu ini. Jumat tadi. Ahhh… baru saja aku terlambat karena istirahat tidur dan memang berniat tidur agak lama, terlambat 30 menit hanya untuk istirahat itu. Mulai permisif dengan keterlambatan-keterlambatan pribadi karena merasa sudah terlalu lelah, butuh charging energy.

Yah, rasa bosan ini semakin menumpuk sesak, panas, lelah. Rasa ingin menghentikan waktu dan tidur dengan lelap hingga esok, atau entah kapan, hingga aku dapat menatap matahari di cerahnya pagi yang berbalut semangat keikhlasan, antusiasme atas segala yang telah IA gariskan untukku

Mamamamama…. buat aku terjagaaaa…. (mungkin saat hatiku ingin bernyanyi begitu)

Dan benar, saya sempat ingin sekali beristirahat barang satu minggu. Mengumpulkan spirit yang terserak, menyusun langkah yang semakin terseok tak tentu arah. Ingin membenahi draft-draft ide menjadi final draft rencana hidup. Berkenaan dengan jalan ini, jalan yang idealnya memiliki visi yang jelas. Mata hatiku kabur. Ingin berhenti sejenak, mengelap debu-debu yang menyaputinya.

Astaghfirullah. Ahhh… terlalu banyak alasan yang ku berikan. Sedangkan malam-malamku hanya habis untuk tidur saja, dengan alasan capek. Hari libur hanya untuk istirahat kosong. Lalu aku malah ingin istirahat, berhenti sejenak dari jalan melelahkan ini.

Yup, berhenti, menatap bunga yang indah di tepi jalan. Selonjor kaki di rerumputan hijau. Menghirup sebanyak-banyaknya udara segar. Bernyanyi, menari, berlari mengejar kupu-kupu merah, jingga, dan ungu. Menggelar tikar, piknik. Sejenak, ahhhh ingin berjenak-jenak.

“… Istiqomah itu istimror Lingga”

” Mungkin kita pernah berpikir, ingin fokus pada suatu hal, dan akan kembali jika telah luang. Tapi di jalan ini tak ada kata henti. Berhenti adalah tertinggal”

“ Satu-satunya solusi untuk dapat istiqomah dalam kondisi apapun, dimanapun adalah bertaqwa kepada Allah,” Kalimat itu dua kali ku dengar hari ini. Walau dengan konteks yang berbeda, tapi temanya sama, to survive.

Merenungkan keinginanku untuk berhenti sejenak, entah dari apa. Ahhh… apa yang selama ini ada di benakku? Mungkinkah aku sudah terlalu jauh dariNYA??

Terlalu jauh aku dariNya hingga kadang merasa jalan ini begitu berat. Hiruk pikuk orang-orang yang kuhadapi, membuat aku rindu akan keheningan. Kadang merasa perjalanan begitu-begitu saja, tak ada pemandangan hijau indah bebukit, atau birunya pantai. Kadang merasa terlalu banyak tuntutan untukku yang tak sempurna ini, huuufht… Kadang aku bosan, ya bosan!! Aku ingin istirahat beberapa lama. Bahkan sempat terpikir untuk berhenti.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran:200)

Ya Allah, aku tak ingin menghentikan langkah ini. Aku ingin terus melangkah, apapun kondisinya, biarlah terseok dan berdarah-darah, aku hanya ingin terus melangkah mengejar wajahMU. Aku mungkin telah lalai, aku telah tertinggal. Bismillah… !! aku ingin mengejar ketertinggalan ini!.

Maka ingatlah..! Sesungguhnya jalan menuju ALLAH itu terang-benderang (wadhihah) dan lurus (mustaqimah), maka barangsiapa yang ragu-ragu serta berlambat-lambat, maka saksikanlah oleh kalian bahwa mereka sama-sekali belum mengetahui jalan itu (Sayyid Qutb)

Advertisements

5 thoughts on “Pangkalnya Jauh Ujungnya Belum Tiba

  1. raniuswah says:

    rihlah Ling.cari orang yang enak dan amanah-keluarin uneg2mu.kelarin smua pending job.memang betul-untk bisa istiqomah kita harus terus bergerak,walau selangkah harus tetap melangkah maju.atau tertinggal, lebih parah lagi kalau sampai gugur.saling menguatkan.

  2. griyabukuq says:

    menatapmatahari said: ” Mungkin kita pernah berpikir, ingin fokus pada suatu hal, dan akan kembali jika telah luang. Tapi di jalan ini tak ada kata henti. Berhenti adalah tertinggal”

    Demikianlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s