Dan… it’s not that simple Dan… it’s so so complicated, and that’s how it should be

Dan… it’s not that simple Dan… it’s so so complicated, and that’s how it should be

Advertisements

Sumbang Lirih

Senandungkan lirihmu, cinta
ku ingin sumbangnya nyeruak jingga
hitamkan senja
hadirkan melankolia
acu takjubku padaNya
di sini, di kota ini, di sangkar ini
menua menerka-nerka
hingga kapan nafsu hewani meraja

[Arisan Kata] Sumbang Lirih

Senandungkan lirihmu, cinta
ku ingin sumbangnya nyeruak jingga
hitamkan senja
hadirkan melankolia
acu takjubku padaNya
di sini, di kota ini, di sangkar ini
menua menerka-nerka
hingga kapan nafsu hewani meraja

_just got home after making a friend with the stars and the moon_ (hemmm tepatnya satu jam yang lalu aaagh inetnya oon sumpah!)
If only the words above flew in mind when i drove my motorbike through the moonlight

Ya Allah, aku berazzam, malam ini: 1. Nulis puisi untuk ikut arisan kata. 2. Nulis contoh diary bahasa inggris untuk tugas libur UN anak2. 3. Ngelarin ngitung nilai raport bulanan. 4. Mendapatkan nama pena yang unik and gw banget. 5. Latihan bikin sinopsis novel (ga bs bikin novelnya, sinopsisnya aja lumayanlah). 6. Makein baju buku2 yg msh telanjang. Mari mandi dan kemudian ngajar dulu, sampai jumpa nanti malam my schedule.

Ya Allah, aku berazzam, malam ini: 1. Nulis puisi untuk ikut arisan kata. 2. Nulis contoh diary bahasa inggris untuk tugas libur UN anak2. 3. Ngelarin ngitung nilai raport bulanan. 4. Mendapatkan nama pena yang unik and gw banget. 5. Latihan bikin sinopsis novel (ga bs bikin novelnya, sinopsisnya aja lumayanlah). 6. Makein baju buku2 yg msh telanjang. Mari mandi dan kemudian ngajar dulu, sampai jumpa nanti malam my schedule.

Penulis 1, Penulis 2, Penulis oh Penulis…

Saya selalu antusias kalau ada acara yang mendatangkan penulis terkenal, terserah dia mau penulis favorit saya atau bukan, yang penting dia adalah penulis terkenal.

Kemarin, seorang penulis terkenal yang lumayan saya suka tulisan-tulisannya datang ke Bengkulu, ada workshop kepenulisan. Dia membawa banyak bukunya, menjualnya dengan murah, sangat murah.

Hohoho… hatiku gembira riang tak terkira membeli buku-buku yang dia jual amat sangat murah sekali, didiskon lebih dari 50%, ahaaaaa!! Tanpa pikir panjang saya borong beberapa bukunya yang udah lama saya perhatikan di toko buku. Saya sudah sering membolak-balik halamannya, sama sekali tidak tertarik untuk membelinya karena harganya yang luar biasa mahal, tidak sebanding dengan cover dan jumlah halamannya. (hahaha… i usually judge a book by its cover).

Ada juga serial yang ia tulis jaman baheula, dan kemarin saya bisa beli bundlenya seharga 50 ribu aja. Tebelll banget… murah gila’!

Hemmm… memang, ketika melihat si penulis itu, saya luar biasa tersentuh dengan segala semangatnya dan kebersahajaannya, my type bangeeeeeet (wuahahaha). Banyak hal yang saya dapat, bukan cuma dari kepenulisan aja, tapi juga dari semangatnya berbagi, berbagi dan berbagi. Luar biasa, subhanallah, allahu akbar. Ini dia kalimat favorit saya yang keluar dari mulutnya, biasa aja memang, tapi nendang banget buat seorang lingga yang ummm… yang apa yah?

“ kalau buku bisa bicara, dia mesti minta haknya untuk dibersihin, diinfaq-in, gak Cuma dibaca sendiri terus disimpen, dikoleksi, disusun rapi-rapi di rak, tapi juga dibagi dan dipinjemin sama yang lain”

Wooowww!! Saya jadi malu dibuatnya, tapi insyaallah mau berubah!

Banyak hadiah buku yang ia bagi sebagai door prize dan juga hadiah lomba menulis di workshop yang diadain organisasi kepenulisan FLP Bengkulu itu, dan dengar-dengar akomodasi beliau di bengkulu dibiayai dari keuntungan penjualan bukunya. (wooooww!!), sisanya malah ada buat kas FLP Bengkulu. (hemmm).

Okay, sebagai perbandingannya. Dulu ada juga seminar kepenulisan oleh seorang penulis buku yang juga terkenal. Terkenal banget malah, lebih terkenal dari penulis yang saya bahas sebelumnya (i think so), soalnya buku yang beliau tulis emang lagi populer banget akhir-akhir ini dengan tema inspirasi-inspirasi gitu. Lain dengan penulis sebelumnya, si penulis ini tidak sedikitpun membagi-bagi novel inspiratifnya itu (tidak satu pun), hanya membagi pin-pin saja (itupun gak banyak). Dia sampe bilang begini ke seorang bapak yang nanyain hal tersebut,

“ Wah, orang Indonesia emang suka begitu, suka susah mengapresiasi pekerjaan orang lain. Malah kadang kalo penulis adalah teman kita sendiri, kita bukannya mensupport dengan membeli bukunya, malah minta gratisan. Kita tidak boleh membudayakan kebiasaan itu.” Kira-kira gitu deh kata-katanya, waktu itu saya ngangguk-ngangguk, and setuju banget-banget. Lagipula saya sudah punya novelnya, beli waktu didiskon 20%, hahaha (Kalau gak didiskon, kayaknya saya gak akan beli, karena emang bosen dengan tema inspiratifnya :P)

Nahh! kalo kamu ntar jadi penulis terkenal? mau jadi kayak penulis pertama atau kedua??

Menunggu Lagi, Sri

waiting

Dalam tiap deru mesin, berkejaran dengan deru nafasku, anganku bersamamu selalu. *Sayang, aku kan segera pulang, tunggu aku dengan senyuman itu, tunggu aku dengan senyummu itu.

“ Jadi pulang?” Instan Messagemu di layar membuncahkan hati

“ 40 juta cukup?”

“ Alhamdulillah, lebih dari cukup Bang, aku gak butuh banyak materi!”

“ Hemm… aku tahu kamu Sri, aku tahu” aku tahu gadis sederhanaku

Ku lirik buku tabungan, JPY 432.000.

Anganku terbang hingga tiba-tiba IM dari Intan muncul di layar.

“ Bang, Bapak sakit keras, kita perlu uang banyak buat ngobatin bapak”

Aggh Sri, *bisa bertahankah kau di sana?

*dari lagu S07: Bertahan di Sana