new theme… for new heart (halah!)

new theme… for new heart (halah!)

Advertisements

Lingga’s Staring at The Sun (Answering a Quiz)

Love to post all kinds of silly or unimportant stuffs. Love love love… and answering quizzes like this is the most i love.

My first sign-in at MP:

as stated on the welcome note, it was on April 29 2007. Wooow… i’ve been here for 4 years… 😛


My first post, and still exist at MP:

Hahaha, it’s just a short story by “i forget who”, i think i read it in my Extensive Reading class. It was about friendship. And… emmm… not important at all, no one commented.

My first contact:

Emmm… i remembered the first person commented on my blog. It was balqmunk, mas Iqbal Syamsi. He was the awaludin of my comentators :D, i think he’s one of my first contacts.

My first “kopdar”:

With teh Bunga Fajarwati, her first id was akuzahra, and she deleted it, then she created new one, deleted and created it again, but none existed anymore now. I met her in bandung. I ever wrote about the kopdar, you know, she’s more beautiful than her headshot. :P. We went to cinema and watched emm Prince of Persia

My first competition at MP Land:

Hemmm… Flash Fiction for Children by Arynsis.multiply.com. I loved to join online competition actually, but never win.

My first headshot:
Upppzz…. i got a personal message which made me change it.

The oldest contact and still active:

The eldest? Emmm … ? mr. hamus ripin.


The contact I meet the most:

Ungunyalangit.multiply.com, she’s in Bengkulu too

The contact whose house I want to visit:

skip

The wanna-be contact but not yet approved by me:

There are 23 invitations. But they all are new comer, and some even haven’t uploaded their headshot yet.

The contact I want to meet the most:

Emmm… may be you!

The first contact ever give me something:

wanna be the first? 😀

The last discussion in MP which rocks:

never join any “rock” discussion (hehe)

The craziest OOT:

skip

My today’s most inspiring reading in MP:

it was some days ago, not today. A writing about Ustadzah Yoyoh Yusroh by mbak Sinta Yudisia, made me cry, and really… i wanna be like her too.

***

You know, Lingga is a “gak gaul” girl. She has difficulties of making friends in real life, and also in this MP. She doesnt have many friends (this is really about friend not merely contact) , shyer :P. She has 350 contacts, joined 18 groups, had 1164 replies on guestbook, posted 513 blogs, 26 photo albums, 11 videos, 11 musics, 3 reviews, 15 links, and 190 notes.

That’s all, thankz to transparamole who posted this first

Alternatif Photo Pre-Wedding

Copast dari blog temen saya, kali aja berguna… kalau ada kontradiksi maaf2 aja yaah… haha… just for fun, and just for ngepost2 di MP, abis udah keabisan kreativitas siiih.

surprise. surprise. kebahagiaan yg datangnya tiba-tiba dan/atau tidak diduga dan/atau tidak pernah terpikirkan sebelumnya biasanya akan menjadi berkali-kali lipat rasa bahagianya. oleh karena itu orang2 suka membuat surprise. oleh karena itu bentuk surga pun dirahasiakan. itu menurut saya.

salah satu contohnya adalah ketika teman-teman saya menikah baru-baru ini. ada tamu yg datang tanpa diduga-duga. orang spesial, datang secara mengezutkan, maka makin spesial-lah orang itu tersebut. dia adalah: joel. akaka. noo.. of course not him. wkwkwk.. peace jo^^

oke, sebenarnya inti dari tulisan kali ini menyangkut tentang nikah. tepatnya foto pre-wedding.
beberapa pasangan ada yg melakukan ritual ini, dan beberapa yg lainnya tidak. alasannya, bisa karena waktu, jarak, keyakinan untuk tidak bersentuhan sebelum nikah, dan lain sebagainya.

nah, saya datang menawarkan suatu konsep foto pre-wedding, yg dibuat secara terpisah antara calon mempelai perempuan dan laki-laki. karena tidak ada yg sudi memoto saya, maka saya realisasikan saja konsep saya dalam gambar-gambar berikut. well since i’m not an artist, or painter, pardon my doodle drawing, it’s still enjoyable and clear i hope. gambar dibuat dgn corelDraw. klik aja supaya gambarnya gedean dikit.

pada konsep saya ini digunakan pernak-pernik yg murah dan mudah di dapat. lokasi terpisah tapi seolah-olah di satukan. perempuan (p) di gunung, laki-laki (l) di pantai.

#1 fokus masing-masing
p: kebun bunga, atau merangkai bunga, atau membaca buku, atau kegiatan fenimin lainnya
l: sedang jugling bola, sedang cuci motor, bikin patung pasir, atau kegiatan macho lainnya


#2 mulai notice
p: masih dgn kegiatan, tapi mulai tidak fokus, ditandai dgn arah wajah & mata yg tidak lagi ke kegiatan.
l: melihat k arah perempuan (benar2 teralihkan dari kegiatannya)


#3 mendekat
p: pura2 jual mahal dg wajah menghadap ke arah jauh, tapi mata ke L, dg ekspresi masih datar
l: pose seperti menyapa (melambaikan tangan, atau hanya nyengir)


#4 pengorbanan & pendekatan
adegan payung
p menutup kepal seperti silau/panas, l memegang payung ke arah p
adegan kipas
p kegerahan, (bisa gerakin kaos/kipas pake tangan), l bawa kipas (bisa kipas elektrik/kipas kertas/daun pisang)


#5 main
gaya bebas, yg ga jaim, wajah ceria. misal
p: membentangkan tangan seperti sayap pesawat atau burung.
l: gaya joged irfan bachdim


#6 kejadian lucu
p: menutup mulut dg satu tangan, tangan satu lagi seperti ingin mencegah

l: gaya mau jatoh

#7 kejadian haru/oh so sweet
p: memberi perban/sapu tangan/obat
l: meringis memegangi lutut


#8 cie/oh so sweet
hadap2an
p: merapatkan tangan/mencubit bibir seperti malu. wajah sedikit berpaling
l: berlutut membawa kotak cincin


#9 ending
p dan l memegang sesuatu yg menjadikan mereka bergandengan

yah begitulah kira2 konsep dari saya: jauh di mata, dekat di foto. bisa dikembangkan lagi sesuai dengan keinginan anda. bagi anda yg akan menikah, saya ucapkan selamat. jangan lupa doakan supaya saya juga segera menyusul..

taken from : http://uchenk.wordpress.com

H-28

Pengen mempersiapkan fisik, pengen jalan kaki ke sekolah, pengen sepeda-sepedaan at least 2 kali seminggu, pengen lari pagi, pengen belajar berenang, tapi itu tinggal pengen-pengen doang. Jalan kaki ke sekolah amat sangat susah terealisasi, karena waktu berangkat sekolah selalu mepet untuk gak telat by motorbike, naik sepeda gak ada waktu, lari pagi capek. Pengen belajar berenang, hari minggu ada aja halangan rintangan, susah deh kamu ling.

Pengen minum susu, minum sari kurma, madu dll. Udah dibeli, tapi gak habis-habis. Susu yang sebelumnya aja masih utuh di tupperware, eneg, saya beli susu yang lain, tapi hellooo… sejak kapan gitu saya inget buat minum susu (Malah sering udah dibikin gak diminum, ketinggalan) Sari kurma yang enak, apalagi kalo disimpen di kulkas, jadi kental gitu, terus dicolek-colek pake garpu jadi kayak gula-gula, tapi walau enak tetep aja lupa.

Yang gak pernah lupa malah minum kopinya, yang gak pernah lupa malah jajan gak sehatnya, yang gak pernah lupa malah tidurnya, yang gak pernah lupa malah ngayalnya, yang gak pernah lupa malah wasting timenya. Aaghh…

Kelas Tujuh [Saya Tidak Naik Kelas]

Tinggal dua minggu lagi hari-hari mengajar, sebelum akhirnya akan berujung dengan ujian semesteran. Tak akan lama lagi. Aagh, masih ada materi yang belum disampaikan di kelas.

Dua minggu lagi, masih ada dua minggu lagi. Banyak PR yang harus aku lakukan. Bukan pekerjaan rumah, tapi pekerjaan sekolah, utamanya berkaitan dengan hubunganku dengan murid-murid.

Masih ada dua minggu lagi. Semoga bisa berikan yang terbaik di sisa-siswa waktu ini. Mengukirkan sejarah cinta di memori anak-anakku kelas tujuh.

Masih ada waktu dua minggu lagi, hanya ingin mengajak mereka bermain. Bismillah… let’s prepare….!


Tahun ajaran depan, lingga ngajar kelas 7 lagi. Senang banget rasanya gak naik kelas. Ketemu wajah-wajah baru, (walau sebenernya gak baru-baru amat). ketemu anak-anak SD kelas 7. Haha… *obsesi ngajar anak SD

Goodbye Kid


Pagi ini aku terbangun
rasanya ada yang hilang
aku lupa, bagaimana aku memulai ritual istirahat tadi malam
aku lupa, bagaimana kantuk menyapa
aku lupa.

“Makasih ustadzah… nggak ada lagi ustadzah manja nanti” mata itu berlinangan memelukku, hffhh, aku ingat mata itu.
“Kita ketawa aja ya ustdzah… gak bisa ngomong apa-apa,” pelukan itu enggan, enggan merasai lebih dalam sakitnya sunnatullah, perpisahan
“Maaf ya ustadzah, makasiih, doakan kami ya dzah”

Wajah-wajah itu berkelebatan pagi ini.
aku mungkin bukan guru kalian nak,
tidak pernah berdiri di depan kelas kalian mencoret-coret putihnya papan tulis
bukan seseorang yang pernah mengajak kalian menyanyi, menari
bukan seseorang yang pernah mendongeng, menghibur kalian tertawa
bukan seseorang yang telah mengiring tatih kalian menelusuri jalanan remaja

Tapi….
tadi, kalian telah melukis segores pelangi di hati
mejikuhibiniu…
i’ll miss u
teriring do’a

Best Regards
ustzh. Lingga