Sang Penulis

“Aaahh! Kenapa dia lagi sih yang  jadi juri?!” kalimat pembuka yang sangat optimis, saat halaman website pengumuman lomba menulis yang ingin Ully ikuti terpampang di laptop hitam-nya.

Kesal, tapi peluhnya tetap ia undang menghadiri sajian makan  malam nyamuk-nyamuk di kamar kosnya yang sempit, panas, hanya cukup untuk satu kasur, satu lemari, dan satu meja belajar. Tempat menyedihkan yang menyimpan berjuta cita yang setia keluar dari kepalanya. sesekali tangannya menggaruk-garuk bekas hisapan darah nyamuk-nyamuk di tubuhnya.

Menahan kantuk, mengikat kepala yang pusing dengan selendang biru pemberian ibu, menguatkan hati, mencoba lagi.

****************

“Tuuuh kan nggak menang lagi!” Ully membanting mouse biru hadiah ulang tahun dari sahabatnya seminggu yang lalu.

Kecewa tiba-tiba menghadiri pesta makan  malam nyamuk-nyamuk di kamar kosnya yang sempit, panas, hanya cukup untuk satu  kasur, satu lemari, dan satu meja belajar. Tapi kemudian tangannya meraih mouse itu kembali.  Mengetikkan lagi di google kata kunci “lomba menulis cerita”, search.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s