untitled

Hari ini wajah patheticnya tetap menyapaku, tak bisa ku usir barang sekejap. Apakah ia begitu sendiri, ku ingin temaninya.

Hari ini, kisahnya bergema di telinga. aku ingin berbicara dengannya lagi, yakinkan ia tak sendiri.

Hari ini, hujan yg membawa berkah, seharusnya menyirami hatiku yang kering kerontang. Tapi, dinginnya membunuhku, kenapa tak ku rengkuh ia dalam hujan air matanya, kemarin.

Hari ini aku menyesal, bukankah aku sendiri yang membendung bah luka itu. Hingga ia masih setia bersemayam di jiwa rapuhnya.

I’m sorry, dear. Aku sendiri pun ternyata tak cukup kuat tuk menopangmu. But, really it was true when i said there was always me for u.

Advertisements

6 thoughts on “untitled

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s