Berlayar _ Aku Pada Sheila on 7

Nostalgia, kata itulah yang cocok setiap kali saya mendengar lagunya So7. Iya, So7 itu nongolnya sejak tahun 1999, waktu saya beranjak alay, tepatnya kelas 5 apa kelas 6 SD. Lagunya yang jadi hits waktu itu, menempati tanggal lagu teratas nusantara adalah “kita” and “Dan”. Yaah, tiap hari dengernya lagu itu terus, pokoknya gak pernah bosen. Padahal kalau sekarang mah, baru denger sekali aja band2 dalam negeri, udah bosen duluan.

How about now? Hemm… Now, ihiik tetap suka walaupun kalau didenger-denger lagi tema galau tetap jadi tema yang ditangkap begitu saja oleh band ini. Sama aja sama band yang lain, galau everytime… ahhh, tapi ada yang berbeda. Iya, Sheila 0n 7 & jadi beda karena ia udah ada sejak dulu, sejak saya masih kecil sampe sekarang udah tua. Sheila udah nemenin hidup saya, hadir dalam rasa suka duka dan segala detik di hari-hari saya, sejak 12 tahun yang lalu. Terang saja, albumnya yang keluar di hiruk pikuk band dan boy band Indonesia yang entah ada berapa banyak menjadi sangat berbeda. Ya album yang keluar 2011 ini, Berlayar.

But it’s different, what makes it different?

Kalau gak disimak banget emang ya ya ya, yang ketangkep cuma paham galauisme yang tertuang dalam lirik dan nada yang syahdu menyayat hati (lebaaayyyy, tapi beneran sampe nangis ahahaha, gara-gara dengerinnya pas hujan-hujan di angkutan umum yang penuh sesak) tapi kalo disimak lanjutannyaa? This what makes them different. Ada optimisme untuk bangkit dari kegalauan patah hati. Halah2x (kayak yang pengalaman patah hati ajah), eh selain juga suara Duta yang khas banget.

Emang sih liriknya gak seindah lirik2 lagu so7 yang dulu… Tapi…

Ada optimisme di kegalauannya, itu yang gw suka. Persis saat air mata udah mau keluar karena galau mendengarkan lirik yang memerihkan hati, saya dikasih saat2 yang tepat untuk tersenyum optimis (halah)


Ingat kembali yang terjadi
Tiap langkah yang kita pilih
Meski terkadang pedih
Harapan untuk yang terbaik Ohh.. hiyee…
Sekeras karang kita coba
Tetap kau tinggal diriku

Putus cinta atau perceraian bukan jadi alasan untuk terpuruk lama (basiii). Ahaha… iya emang sumpah basi bangeet. Tapi ya gitu deh pokoknya. Eros dan kawan-kawan, selalu menyuguhkan sisi lain dari patah hati which is fixing it.

Tak akan kuhalangi
Walau ku tak ingin kau pergi
Kan kubangun rumah ini
Walau tanpa dirimu
Walau tanpa dirimu

Waktu hujan turun
Di sudut gelap mataku
Begitu derasnya
Kan kucoba bertahan

Gak ada yang ujung-ujungnya mau mati aja, gak da ujung-ujungnya putus asa.

Hahhh… gak penting banget ya lingga nulis beginian, kalau gak mau patah hati ya gak usah pacaran siiih… Ya, patah hati kan bukan cuma buat yang pacaran aja kan? :P. Lingga juga bisa patah hati. Hahaha…

Ya udah ahhhh….

Terpuruk tiada dalam kamusku
Selalu mencoba punya harapan
Hari berlalu datang rintangan baru
Berikan senyuman semua tantangan

Inilah sekilas tentang kamus hidupku
Jalan berliku tak kan ciutkan nyaliku

Catatan Tambahan:
Lagu Berlayarnya cocok buat masuk playlist walimahan entar… haha…

Advertisements

15 thoughts on “Berlayar _ Aku Pada Sheila on 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s