How Could Your Favorit Color Change??

Dari dulu, saya suka warna cokelat dan saudara-saudaranya, biru dan saudara-saudaranya, abu dan saudara-saudaranya, warna aman kalau orang bilang. Ya, mungkinlah, tapi saya pikir kesukaan saya pada warna-warna itu lebih karena saya merasa nyaman dan suka dengan kesederhanaan yang tercipta olehnya.

Well, ke sini ke sini, sepertinya saya merasa terjadi perubahan. Tanpa sadar, saya cenderung selalu tertarik pada barang-barang yang berwarna ungu, pink, merah, oranye. Entahlah, kalau jalan-jalan ke toko apalah itu, saya selalu intentionally unintentionally mendekati bahkan menyentuh barang-barang yang berwarna pink, merah, oranye, ungu, huwaaah…

Nah!! Dulu ketika saya suka cokelat, biru, dan abu-abu, saya yakin bahwa kesukaan seseorang pada suatu warna ada hubungannya dengan personalitynya. Then, you know? ada hal lain yang baru saja terjadi berkenaan dengan warna, gelang tali ini, dibelikan teman saya untuk saya.


Baru dibeli ahad lalu, asal warnanya adalah coklat, tadi ketika saya pakai baju ungu, loooh, saya baru ngeuh, kalau ia berubah warna menjadi ungu. Ehmm….then i pondered of the color changing, what was that about? why purple? Allah knows me so well, then i love the bracelet more and more. STOP!! Seiring perubahan warna gelang, seiring perubahan warna favorit saya, apakah personality saya juga berubah. (rasanya tidak mungkin )

Okay, as Stephen Covey in his book said, character is a matter of habit, karakter adalah sesuatu yang berawal dari kebiasaan, yaiyyy… it could be changed.

May be like this, saya yang dulunya miss super messy, ketika harus jauh dari ” madam reminder” (baca Ibu), ternyata bisa jadi sedikit lebih neat saat harus hidup mandiri, saya yang dulunya begitu jadi begini jadi begitu jadi begini begitu.

Seperti gelang tali yang berubah menjadi ungu karena dipakai terus nggak dilepas-lepas, tergerus air, shampo dan sabun, semua bisa berubah, begitu juga personality, set of chracteristics. Semua adalah tentang kebiasaan, rubah kebiasaan, perlahan, atau a bit acceleration is okay i think.

So, Ling, jangan terus bersembunyi di balik judul-judul buku “jenis personality”, jangan mau lagi menjadikan “title-title” personality sebagai pembela atas keacakadulan dirimu. OK, stop saying “no wonder, i’m a saguine! Please understand me!”. Acak-acakan bukan personality, acak-acakan adalah kekurangan diri, kebiasaan yang harus dirubah.

Okay, i’m wondering how many times i’ve ever posted this kind of writing, how many times i’ve ever promised myself to change

Advertisements

9 thoughts on “How Could Your Favorit Color Change??

  1. menatapmatahari says:

    raniuswah said: time can make U change, either U realize or not

    ok ma’am, thank ui hope i always realize that, may GOD helps the time to change me to better and better. aamiin 🙂

  2. menatapmatahari says:

    saputraady said: “Sifat” adalah manifestasi dari intelegensia makhluk hidup/ seseorang. Jadi, kapan pun bisa berubah – it’s not stuck. 🙂

    yup… thank you 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s