Gak Surprise

Boys (di kelas yang selalu kebagian jam pelajaran terakhir untuk Bahasa Inggris)
BunLing : Boys, i have a love letter here in this big envelope, wanna read it?
Boys : Yeachhhh…. (very enthusiastic)
BunLing : But, i’ll just let you read it, if you wanna do something for me
Boys : Apa aja deh bun, asal jangan ganti formasi tempat duduk
BunLing : *apaaa?? *koq tahu siiiih?? (fyi, BunLing sukanya formasi letter U, biar anak-anaknya kelihatan semua, but the boys don’t like it, lebih nyaman duduk baris ke belakang katanya huuhuu)

Not boys not girls (Pada akhir pelajaran, sebelum ditutup)
A Girl : Bun, kita kok nggak dapet soal quiz yang kayak anak IPA 2?
BunLing : Haah?? Nggak aja, bunda ganti.
Girls : Koq diganti bun?
BunLing : Suka-suka Bunda dong :P, mau tahu aja deh.
BunLing : *mikir lama
BunLing : Kalian hobi banget sih nanya-nanya ke kelas sebelah ngapain aja pas belajar, jadinya kan nggak seru.
Girls : Abisnya penasaran bun
BunLing : Tapi kan jadinya gak surprise, gak seru, gak rame…

Setelah dipikir-pikir, sepertinya saya harus menambah satu peraturan untuk kelas Bahasa Inggris

BunLing : You may not ask students from other classes what activities they did in previous English class
Girls : *ketawa ga jelas

Same regulation will be socialized to the boys this week.

Advertisements

Bunda Lingga with XII IPS


Hari pertama masuk, didaulat jadi wali kelas XII IPS. Wali kelas XII IPS satu hari, satu hari doang, satu hari doang yang waktu itu ngantuk to the max (ngantuk mulu).

Selesai ngocehin anak-anak suruh beresin kelas, diajak foto…

Kangen ngajarin mereka… , absen ahhh… mumpung masih inget nama-namanya:

Baris depan: Dwi, Rohimah, Rhea
Baris 2: Indah, Noven, seseorang, Khodijah, Dhila
Baris 3: Syara, Sarah, Hisan, Lyan, Aristi, Salmi
Baris belakang: Lala, Resty, Dewi

1st Day of Teaching Boys

Sebelum puasa besok, sepertinya saya harus menuliskan sesuatu hari ini.

Well, today i spent all my working hours with boys. First meeting which was so so so…. terrible. As i’d been very nervous when i woke up in the morning, remembering that i had to teach the boys, felt like i was a new teacher again.

Actually, They could be be more enthusiastic, but i don’t know what happened to them. I couldn’t invite their enthusiasm, because my energy was absorbed by their silence *_*. Ohw, i dont mean to blame you, boys.

I didn’t wanna be exesscively expressive, emm more precisely, i did hold my expressions so much (too much), because i guessed there would be some students called it exesscive. So yeach… just hold all the things first till getting used to the situation, and they get used to me too.

It will be not easy, but challenging. Different characters, different needs… different things to experience.

Weird Conversation Today:
Lingga : What kind of English Classes do you want? You say won’t make you sleepy?
Boy : Romantic class Bun.
Lingga : *(^$^*&*(()*&&*

a Boy : Bunda, can you speak Japanese?
Lingga : Hahhhh???
another Boy: Gini Bun, kita mau ekskul bahasa Jepang, Bunda bisa bantu gak?
Lingga : (if only i were not an English teacher but a multilingual teacher)

Aduuh apalagi yaaa….???

Start the 2012/2013!

Tahun ini, telah pasti sudah saya mengajar di level 11, putra dan putri. Antara dan apa (apa ini?), rasanya sesuatu banget. Alhamdulillah, karena saya bisa memperbaiki diri atau lebih tepatnya memperbaiki pengajaran di kelas 11 putri yang waktu kelas 10 saya yang pegang. Membaca kembali evaluasi mereka terhadap gaya mengajar saya, dan bertekad memperbaiki semuanya. But, untuk di kelas 11 putra? Saya akan mulai dari nol, akan merasa menjadi guru baru kembali, karena memang ini adalah tahun pertama saya mengajar di kelas putra. Huufh, pekan ini lumayan deg-degan, menanti jumat-sabtu yang full of boys.

Kelas 10? Baru sempat mengisi acara funtastic a.k.a orientasi siswa baru, bertajuk Learning English is Very Easy, Learn it Like You’re a Baby. Aha! Tapi kayaknya keteledoran mengantarkan saya kelupaan memperkenalkan diri lebih dalam (deugh!). Beberapa anak di beberapa kesempatan, selalu meyakinkan diri bahwa saya bernama “Bunda Lingga”. Kesan pertama, ahhh mereka begitu menggoda untuk jadi murid-muridku di kelas, antusiasmenya nggak nahaan!

Kelas 12? Pagi ini dapat beberapa laporan dari guru Bahasa Inggris kelas 12. Hoho… kangen deh, masih berat sih mengingat-ngingat bahwa saya tidak akan intens lagi bertemu mereka di kelas.

Bunda Thika: Iiiih, anak-anak sedih loh bun
Bunda Lingga: iiiw,bo’ong
Bunda Thika: Iya, ditanyain tadi, eh kalian sedih gak belajar sama Bunda Lingga lagi yaa??
Bunda Lingga:terus?
Bunda Thika: Bunda Lingga tuh kayak anak kecil bun.
Bunda Lingga: Jyaaah
Bunda Thika: Tapi kreatif.
Bunda Lingga: *fying
Bunda Thika: Mereka bilang, kayaknya bunda gak jauh beda
Bunda Lingga: Haha
Bunda Thika: Jadi maksud kalian bunda kayak anak-anak?
Bunda Lingga: admit it!!

Kangen deh ah!

Tahun ini sepertinya saya akan fokus di kelas aja, dan ekskul. Senaaang, emmm… sempet dibilang apatis karena menolak jadi “sesuatu”. Tapi ya sudahlah, cuek ajah (Apatis mode on). Toh bukan karena saya nggak mau, tapi karena saya nggak mau banget (hehehe). Soalnya “sesuatu”nya itu bukan passion saya jeee. Jadi maaf, bukan gak mau maksain diri, tapi nggak mau banget. 😛

Baiklah, diary of a teacher today, sekian dulu

Sedang tak ingin memimpikan begitu banyak hal yang tak perlu, mau fokus dulu… ciauw ciawu.

(what “they” call) Kampus Peradaban

Senyumku Untuk Berbagi – We Smile World Smiles


Ini foto jamannya rada wow sih, tapi masih mukanya belum berubah koq, masih pada cantik as they were in the picture. Maret tahun 2009

Foto ini dulu mau saya ikutin kontes lomba foto apa gitu, tapi unfortunately belum menang, jadiiih, let’s try again.

Yehee.. ini foto bareng Eliza Gai and Veronique Linetti, satunya lagi lupa namanya, *_*. Mereka adalah teman-teman waktu di CESL University of Arizona. Kita ngambil fotonya abis Indonesian Day, dimana anak-anak Indonesia perform kebudayaan Indonesia di sana, dan pakai baju batik semua .

Kenapa saya ikutin nih foto, karena di foto ini ada representasi 3 belahan dunia (Asia, Eropa, Afrika sebenernya di belakang banyak juga Amerika tapi gak kelihatan hehe), dan 4 warna kulit.

  • Saya yang dari Asia, Indonesia
  • Eliza, China
  • Veronique,Afrika, Madagaskar
  • Dan siapa ya lupa namanya, Eropa, Ceko.


Eliza dan Veronique adalah teman satu kelas, 60A. Waktu itu kita tersenyum karena yang moto bilang, one two three say cheese (halah).

Mereka adalah classmate yang sangat baik. Dari mereka saya belajar untuk lebih menghargai perbedaan. Mereka sangat appreciate dengan kebudayaan Indonesia, Veronique bahkan meminta saya menyanyikan lagi lagu “Rumah Kita”-nya God Bless, salah satu lagu yang kami nyanyikan waktu itu, dia kira itu lagu tradisional atau lagu nasional Indonesia, padahal kan bukan. Bolak-balik dia bilang kalau lagunya enak didengar, walau dia nggak ngerti liriknya maksudnya apa.

Kalau Eliza? Teman saya yang percaya Tuhan tapi tidak beragama ini, pernah suatu hari menanyakan tentang jilbab yang saya pakai, she said “I like your cloth, it’s beautiful.” Padahal kan tergantung yang make (loh?).

Sesekali mereka bercerita juga tentang kebudayaannya, betapa sulitnya menyebutkan nama China Eliza, Fang Yuan Gai, dan kami selalu gagal. Serta betapa Veronique mencintai daerah asalnya, Madagaskar, walaupun ia telah lama hidup di Italia.

Semoga yang lihat bisa senyum juga ya, lihat senyum-senyum kami, beberapa insan dari dunia berbeda. Peace yaiy!!

Buat ngeramein lomba Senyumku Untuk Berbagi di sini