Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

Jatuh cinta itu gak gampang memang, buat orang kayak saya. Judes, cuek, sinis apalah namanya, sebut sajalah tidak punya perasaan yak! Tapi apakah benar-benar sulit?

Sebenernya nggak juga sih, kejudesan dan kecuekan itu adalah respon refleks saya pada hubungan yang tidak terlalu penting (menurut saya). Memang ada pilihan pandangan yang membuat saya terkesan judes dengan jawaban pendek-pendek bila ditanya, keengganan memandang, ekspresi muka yang gak peduli.

Lalu bagaimana akhirnya seorang Lingga yang cuek dan gak punya perasaan memutuskan untuk menikah?

Sampai sekarang mungkin masih banyak temen-temen yang nggak percaya kalau saya menikah secepat ini (Hellooo seperempat abad cepeet?), tiba-tiba lagi, hehe. Baiklah apapun yang menjadi latar belakang keputusan ini, insyaallah saya sudah berusaha maksimal melibatkan Allah dalam segala kegalauan saya waktu itu. Dan taraaaaaa, tidaklah penting untuk dibahas kenapa. Karena kali ini saya hanya ingin membahas “Jatuh Cinta”, suittt suiittt… cetok cetok!!

Cinta, apakah itu cinta? Saya juga belum yakin dengan pasti apakah yang saya rasakan pada suami saya ini  namanya cinta. Tapi, saya pikir apalagi kalau bukan cinta, saat semua hal-hal yang dulu sepele saya anggap penting.

Hemmm, semuanya memang tidak mudah. Rasanya saya pengen ngerjap2 lihat orang di depan saya waktu itu, ini bener suami gue? Dia siapa? Dia gimana? Dia…?? Baiklah, sampai dialog-dialog kami berjalan, hari-hari dilalui berdua, mau nggak mau saya akhirnya sadar, hooow, he is the man i will spend my whole life with (aamiin).

Simple sih saat rasa itu hadir, kamu tahu? Getar-getar di hati, hehe, bukannya mau norak-norak’an pengantenan baru yak, tapi beneran pengen share aja, buat man teman yang susah banget nyari pasangan karena bejibun kriteria yang diharapkan ada pada suami. Daripada menemukan kejelekan-kejelekan yang tiba-tiba muncul saat akhirnya intens berinteraksi, akan lebih menyenangkan jika tak hanya kejelekan, tapi juga bertemu kejutan-kejutan menyenangkan tentang dirinya. Then try loving every single things of him.

Memang sepertinya terlalu hijau buat saya ngomongin ini, tapi at least, so far inilah yang saya rasakan sekarang. Bagaimana simpelnya momen-momen yang menghadirkan cinta, eaaaaa. Apa aja? Hoooo. Simple, sesimpel gelas yang mesti saya isi sesendok penuh kopi dan sesendok penuh gula plus air panas. Ritual itu simpel memang, tapi sungguh spesial. Sesimpel dia yang mencari-cari saya yang selalu ngumpet di kamar saat ramai orang di rumah mertua bikin saya jadi enggan keluar. Sesimpel dia yang tiba-tiba mau bikinin capucchino buat saya karena merasa nggak enak, sebabnya kopi yang saya bikinin buat dia diminum orang lain. Sesimpel aktivitas mencuci baju yang dilakukan berdua, dia ngangkatin air ke mesin cuci, saya yang mengoperasikan mesin plus ngejemur (nggak ada selang). Sesimpel perjalanan yang dilakukan berdua, bete’, sumpek, dan segalanya bersama. Sesimpel pertanyaan-pertanyaan yang dulu menurut saya nggak penting, tapi kini, saya harus meyakinkan diri bahwa dia udah makan dan baik-baik saja (LDR bok).

Bandung-Subang-Bandung, dengan motor berdua juga menjalinkan cinta, sepertinya (Kalau benar itu cinta). Pertanyaan-pertanyaan mengenai apa yang disukai, kebiasaan, dan segalanya. Kepedulian yang tiba-tiba hadir tak diundang dari cewek cuek seperti saya. Kesenangan yang saya dapat saat turut andil memilihkan jaket dan dompet, atau baju yang harus dia pakai.

Simple, easy, saat ada atap yang halal menaungi.

*judul lagu ERK

Advertisements

8 thoughts on “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

      • ariniazka says:

        dapet gelar “high quality jomblo”, kenapa azka jadi berasa dapet predikat cumlaude ya :p
        baiklah, azka dapet poinnya. kalo menurut azka, mba lingga ga sedang “jatuh” tapi sedang “bangun” cinta. kalo disuruh milih, azka mendingan milih “bangun” dari pada “jatuh”, karena jatuh identik sama sakit dan menyedihkan. haiiiss..*apasih*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s