Merantaulah… [Positifnya Travelling]

Senang, ketika seorang rekan kerja bercerita pengalamannya ke Bengkulu, menanyakan beberapa tempat cantik yang dia kunjungi. Perihal Rumah Bung Karno, Benteng Marlborough, pantai panjang yang panjang, Pantai Nala di mana? Saya senang, dan antusias membalas antusiasnya.

Pantai Panjang dari atas

Benteng Marlborough

Ruang Tamu Bung Karno :P

Ruang Tamu Bung Karno 😛

Rumah Bung Karno

Lain lagi, ketika ada yang juga baru dari Bengkulu, bilangnya? Bengkulu nggak rame, muter-muter dari situ ke situ aja, mallnya ada nggak sih? Gak ada apa-apa ya?. Bla bla bla deh. Saya diam.

Biar tahu apa yang harus dilihat, dinikmati dan dikomentari dari suatu tempat, pesan saya kayak pesan Imam Syafi’i yang saya baca di novelnya Ahmad Fuadi.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orangMerantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s