Your 120th Day, Babe…

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya dalam waktu 40 (empat puluh) hari, kemudian menjadi segumpal darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga (40 hari), kemudian diutuslah Malaikat kepadanya dan ditiupkan ruhnya, kemudian diperintahkan untuk menuliskan 4 perkara; rejeki, ajal, amal perbuatan dan nasibnya celaka atau bahagia.” (Perawi : Abdullah bin Mas’ud, kitab : Mu’jam Asy-Syuyukh, jilid 2, hal 764, derajat hadits : Shahih)

3 November adalah hari itu (kalo gak salah ngitung), hari dimana ruhmu ditiupkan, baby oh baby. Hari itu, Mama ikut tes CPNS (hehe sesuatu yak?). Mama rencananya akan pergi mengendarai motor bebek sendiri, tapi eh tapi, pagi itu, setelah semua beres dan Mama mau berangkat, I just couldn’t find the key. Aha, kunci motornya ketinggalan di rumah Opung. Terpaksalah Papa yang antar, ke IAIN Bengkulu, ya ya memang harus diantar kayaknya. Sebelum berangkat Mama sarapan dulu, minum susu terus makan apel. Di jalan Papa suruh jajan lagi, Mama ambil lays, eh disuruh ambil roti juga, disuruh ambil susu juga. Pfffht, 2 bulan pertama emang Mama suka laper terus, tapi sekarang udah agak normal kok. Tapi ya gak papalah, buat jaga-jaga.

120 soal mama kerjakan dalam waktu 2 jam. Di belakang mama, ada Amah Nur, temen kuliah Mama dulu, lucu deh kita deketan duduk tesnya, and beliau juga lagi hamil, tapi udah jalan 8 bulan. Kamu? kamu hari itu baru aja genap 120 hari, sayang, alias 4 bulan.

Okeh, singkat cerita, tes selesai. Mama telpon2 Papa, tapi ternyata Papa lagi gotong royong di lingkungan kompleks kita. Papa gak bawa HP, huhu… Dikirain tesnya bakal sampe zuhur, ternyata jam 10 udah selesai. Mama pun harus nungguin sampe Papa buka HP, sampe jam 12 akhirnya si Papa nongol.

Nah!! ini nih yang seru, di hari ke 120 kehadiran kamu di perut Mama. Mama ngerasain ada yang aneh. Pulang tes, Mama puyeng, kepala rasanya berputar-putar. Di bawa tidur pun masih melayang-layang rasanya. Gak lama Mama muntah, banyak banget, semua makanan yang masuk dari pagi sampe siang keluar deh. Padahal Mama jarang-jarang muntah di kehamilan ini. Emm, ada beberapa diagnosa sih, bisa jadi Mama masuk angin atau pusing ngerjain 120 soal dalam waktu 120 menit. Sejak hamil, Mama emang gak kuat kerja keras, mikir keras termasuk kerja keras gak sih? Haha. Ah, terus pas Mama dan Papa itung-itung hari kehamilan, tepat 120 hari ternyata, jeng jeng.

Di hari itu juga, ada musibah yang menimpa tetangga kita, seorang ibu meninggal dunia. Huhu, Mama mikir kemana-mana deh. Saat ruh kamu (insyaallah) ditiupkan, ruh manusia yang lain dicabut.

Di hari itu juga, seorang sahabat Mama ulang tahun. Tante Eling lahir di hari itu nak, di hari ruh kamu ditiupkan. Dia seorang wanita yang hebat, walau agak aneh. Hehe, semoga kamu nanti pinternya kayak tante Eling yah…

Aghhh, sudah 4 bulan lebih, program kehamilan Mama masih berantakan aja sayang. Maaf ya, Mama akan lebih ketat lagi melakukan hal-hal baik yang bsia mempengaruhi pertumbuhan kamu nantinya…

Sekarang udah 125 hari kamu di perut mama, baik-baik ya sayang, sampai kamu bisa melihat dunia ini, mewarna hari bersama Mama dan Papa, bahagia…

Love Love Love
Mama…

Advertisements

2 thoughts on “Your 120th Day, Babe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s