Merenung Hari g(Ini)

Kadang kita merasa paling tahu diri sendiri, terlalu sombong untuk mendengarkan nasehat orang lain. Kita anggap mereka atau orang-orang lain itu tidak berhak atas diri kita. Walau kadang kita bercerita pada mereka mengharap masukan, tapi sebenarnya kita hanya mengharapkan pembenaran. Berharap ia memberikan masukan yang kita inginkan, bukan yang kita butuhkan. Ketika masukannya berbeda dengan pendapat kita, kita akan perlahan mundur dan bilang “ah lu gak tahu gue!”

Kita butuh cermin untuk melihat diri kita, ya kan? Cermin itu bisa saja ada di mata orang lain, orang lain yang peduli pada kita, menyayangi kita, bahkan membenci kita. Mereka yang mampu menyajikan refleksi diri kita dengan rangkaian verba atau ekspresi pandang mata, entah itu refleksi atas  jilbab kita yang merot, bedak yang cemot. Lebih-lebih atas tingkah laku kita yang tak pernah statis, berubah menjadi baik atau buruk.

Hemm, karena kesadaran itu, tak selalunya di hatimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s