Tak Sempurna (sort of review)

Membaca novel Fad Jibran berjudul Tak Sempurna menghasilkan respon yang bercampur aduk dalam hati saya, antara bosan, sebel karena merasa salah beli buku, segera ingin menyelesaikan, dan kesal dengan penuturannya tentang sekolah dan guru (pada umumnya). Perasaan-perasaan negatif itu juga bercampur dengan hal-hal positif, seperti, emm saya merasa mendapatkan sesuatu dari novel ini.

Inti nih buku adalah cerita tentang tawuran pelajar, efek-efek negatifnya. Sangat klise memang, tapi ada sesuatu juga di dalam novel ini, yang lebih penting lagi dan cukup menarik (andai saja tidak dituturkan dengan sangat sederhana sekali). Kritik tentang pendidikan Indonesia yang disampaikan dari sudut pandang siswa SMA. Ya…

Tapi, Fahd Jibran kan bukan anak SMA, saya berharap novel ini berisi lebih dari itu. Bukan sekedar cerita tentang anak SMA dari keluarga broken home, yang tawuran, terus celaka, kemudian insyaf, dan bahagia, dengan pemanis lirik lagu Bondan and fade2black. Sungguh aku kecewa saudara-saudara, tahu begitu mending gue beli novel terjemahan yang udah gw iler-ilerin seminggu ini.

Tapi ya sudahlah, toh novel ini sudah menggelitik saya untuk mengimajinasikan (baru sekedar imajinasi hahaha) novel sekolah sebagai seorang guru, praktisi pendidikan, dan lain sebagainya.

Apa ya? Nggak tahu, pokoknya novel ini sudah membuat saya kesal, marah, sekaligus terinspirasi. Saking marahnya, ini tulisan jadi absurd banget deh. It’s quite hard for me to write it out… i don’t know. (as always-lah haaaaa)

Advertisements