Perjalanan Papa, Bersamaku

“Udah siap?” Mama membuka pintu dan dan bertanya malas, tampak lelah. Mama tidak tidur tadi malam, lembur mengerjakan projek kantornya di rumah. Hari ini, aku akan pergi keluar, quality time bersama Papa.

“ Yup mama, kenapa sekali-sekali Mama tidak ikut saja?”

“ Sudahlah Ayu” Mama malas menjawab pertanyaanku, seperti biasa. Ia merapikan poni di dahiku, menepuk pipiku sayang.

****

“Papa dan Mama kelihatan baik-baik saja. kenapa tidak bersatu lagi saja?” Aku selalu melihat rona dan binar berbeda  di mata sepasang insan itu, tapi herannya mengapa perpisahan mereka tak kunjung usai. Papa tak berbeda dengan Mama, hanya diam menanggapi pertanyaanku, yang itu itu lagi.

“ Ini kemana Pa?” setelah 3 jam perjalanan, jalan lurus mengundang tanyaku.

“ Lurus sekali ya Ayu?” aku pandangi Papa menunggu jawaban yang lebih jelas.

“ Kamu pasti penasaran ada apa di ujung jalan ini kan?”

“ He’em” Ku kecilkan volume tape mobil yang menyenandungkan Bob Dylan kesukaan Papa.

“ Papa juga belum tahu Ayu…”

“ Jadi?”

“ Kita jalani saja ya?”

Aku peluk Papa yang memegang setir, Papa mencium keningku. Ada tenang yang telaga ketika ku lihat mata coklatnya yang jarang ku selami, hanya sebulan sekali.

“ Seperti perjalanan kita, yang kamu tak tahu ujungnya Ayu”

“ Ya?”

“ Begitulah Papa sekarang, masih menantikan penghujung ini semua”

“ Ini apa Pa?”

“ Semoga ujungnya yang terbaik. Pasti ujungnya yang terbaik, terindah. Papa akan jalani terus kok Yu, jalan yang belum tahu ujungnya ini, tapi sama kamu ya?”

Aku  mengerti maksud Papa. Ada sesak dan lega yang menyeruak di hatiku. Paling tidak, Papa masih sudi menunggu.

“ If only Mom was here with us” Kataku. Papa tersenyum pahit.

Ia melirik handphonenya yang berkedip, ada pesan yang masuk, membukanya. Tak sengaja, ku lirik, ku baca, dari Ratri.

“ Erwin maaf, aku blm bs melupakan semua, kita tetap masing-masing”

Advertisements

Tupperware, Safe Baby First Toys

Sekarang tupperware bukan cuma kesayangan Mama, tapi juga bisa jadi kesayangan bayi. Hehe, yohaaa, di tengah kegalauan beli mainan yang safe buat ananda, Mama juga menemukan kegalauan buat nyimpen bahan makanan yang sudah saatnya distock banyak-banyak di kulkas. Kebutuhan si buah hati akan MPASI, membuat saya merasa perlu ke pasar seminggu sekali buat beli sayuran dll, supaya nggak harus pusing tiap hari nungguin mamang sayur bawa apaan.

Kembali ke tupperware serta kegalauan Mama dan bayi . Tupperware pertama yang saya beli dalam rangka persiapan peralatan makanan bayi saya adalah smart saver, saya beli 75 ribu rupiah, begini gambarnya.

Lucu kan, imut dan warna-warni.Nahh, dari smart saver inilah saya menemukan, bahwa tupperware bisa menjadi satu jawaban dari 2 kegalauan sekaligus. Kegalauan akan kebutuhan storage yang aman untuk bayi dan kegalauan akan kebutuhan mainan (yang juga aman untuk bayi).

See? Smart saver ini bukan cuma bisa dijadiin tempat makanan aja loh, ternyata warna-warninya yang aduhai, bisa menarik perhatian Raki banget (duh kagak ada photonya). Raki, 7m2w baby sekarang suka banget mainin tupperware. Kalau ditaroh main sendiri, biasanya saya kasih mainan dan menyertakan beberapa tupperware di sekitarnya, haha. Gak cuma smart saver aja, saya juga kasih tupperware yang warna-warni lainnya.

Kalau sekarang, Raki baru bisa gigit-gigit and jilat-jilat tuh tupperware, tapi nanti kalau udah agak besar dikit lagi, tupperwarenya bisa dijadiin mainan buat disusun-susun ala stacking toys gitu, yang we all know guys, buat beli yang save rada mahalan… haaha. Tupperware walau agak mahal tapi kan bisa digunain juga sama Mama, jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui dweh. Jadi tambah semangat ngoleksi tupperware dong yaaaa.

Barusan ini, saya beli medium summer fresh sama micro mug. Medium summer fresh saya beli buat simpan-simpan buah-buah. Ini mode stacking-stacking juga nih ntar.

Ya demikian share ide dari Mama Lingga ya saudara-saudara, semoga berkesan, cup cup mmuach dari Rakiiii, Ma and Pa…

A Lil About Milk

Raki mencret, kemaren pup 3x, huhu… Gw jadi gak enak hati deh hari ini. Tadi pagi do’i belum pup soalnya. Biasanya Raki pup pagi buta, antara jam 3 sampai jam 4. Gw baru tenang buat ninggalin Raki kerja, klo dia udah pup paginya. Nah ini, belum pup, jadi… gw gak tenang.

Kayaknya, Raki gak cocok sama susu yang tempo hari gw beli. Gw gak maksud ganti merk susu Raki, tapi karena susu yang sebelumnya gak ada lagi alias lagi gak ada di mana-mana(nb, gw pake susu bantu, tiap beli yang satu kotak isi 200gr, abisnya 2 minggu).

Ini udah 3 kali gw beli susu bantu buat Raki, dan 3-3nya punya merk yang beda beda. Pertama kali gw beli Cuma buat jaga-jaga, hari itu produksi susu gw gak banget, jadi gw belilah susu yang paling kecil kotaknya, bernama S*M, murah Cuma 15ribu. Si susu tampak terlalu berasa, jadi si baby gak mau, dan emang terlalu gurih, gw jadi takut Raki lama-lama lebih prefer susu itu daripada ASI, jadilah gw ganti sama merk lain. Tapi nih susu gak habis juga, lewat 2 minggu, gw buang.

Kali kedua, gw beli nutr**ibab*, isi 200gr, gak ada yang 100gr aja, haaa. Yang ini harganya 100 sekian% lebih mahal dari pada susu pertama. Harganya 40an lebih… Yaaa, toh gak buat minum Raki tiap hari tiap saat, dan abisnya juga lama, buat setengah bulanan. Gw beli, dan raki fine-fine aja dengan susu ini. Pupnya mulai teratur tiap hari dan gak terganggu dengan susu bantu. Tapi 200 gram gak habis juga dalam waktu 2 minggu itu, sisa lumayan banyak. Soalnya kan susunya cuma buat bantu alias jaga2, karena tiap hari gw tinggalin ASI 3 botol. Susu bantunya juga dosisnya setengah ajah.

Kali ketiga karena udah lebih 2 mingguan banyak, gw beli lagi yg baru. Nutr**ibab*nya lagi gak ada deh. Udah cari ke toko mana-mana sejangkauan gw, akhirnya gw beli merk lain lagi. Mori**nag*a, nah nih susu pas baru dimulai malah luamayan bikin galau. Raki jadi agak rewel malem, besoknya pup sampe 3 kali, bauuu lagi. Terus besoknya lagi yang mana adalah hari ini, Raki gak pup pagi buta seperti biasa.

kala rewel

Tapi eh tapi, setelah ditanya ke pengasuhnya, sekitar jam 10 pagi Raki udah pup lagi, alhamdulillah.

Ya Allah, banyakin lagi produksi ASI hamba ya Allah *_*, pagi ini udah ngemilin daun pepaya daun singkong bawa ke kantor ya Allah, udah minum habbats ya Allah, tapi lupa minum klorofil ya Allah, dan lupa minum susu busui… (banyakan lupanya lu!)

Dan sedikit cerita yang OOT, hari ini akhirnya gw berhasil bangun lebih pagi, dan menyetop kelalaian 2 hari gw yang terpaksa ngasih MPASI instan buat Raki. Haha, tadi menu Raki pure labu kukus and pure pepaya…

Demikian saja, wassalam…. :-*

Photo Keluarga

Mustahil, mustahil kau selalu sebahagia ini setiap hari, mustahil keluarga bisa sebahagia ini setiap hari. Ya, sebahagia ini, ini photo keluarga yang terpajang di ruang tamu atau ruang keluarga kita. Tidak, tak selamanya kau tersenyum indah padaku,tak selamanya senyumku manis untukmu. Tak selamanya kita sehat-sehat bahagia selalu begini.

Papa Andri, Raki Muhammad Z, Mama Lingga

Tapi bila airmatamu jatuh, biarkanlah aku saja yang usap. Bila airmataku jatuh, ku ingin tanganmu saja yang hapuskan. Jangan biarkan mereka ikut campur, tahu perih mata kita.

Karena keluarga bahagia ini, rumah bahagia ini, tidak cuma-cuma diberikanNya. Kapal yang kau nahkodai ini bukannya hanya menghadapi mentari oranye dan biru langit saja, ia juga melawan badai hitam, jangan porakporanda, bertahan sekuat tenaga. Biar mentari muncul lagi, terang menyinari pelosok kebersamaan kita yang pelangi.

Pengorbananku hanyalah perasaan yang tertusuk sehari saja, esok kau obati dengan peluk senyummu dan cinta. Pengharapanmu adalah luka yang ku ukir sehari saja, esok ku basuh usaha, jadi seperti yang kau pinta.

Apalagi cinta? Apalagi yang kurang? Biarlah mereka lihat kita seperti photo keluarga kita saja. Berusahalah, berjuang dan terus berkorban, satu sama lain, agar bahagia, seperti photo keluarga yang terpajang di ruang tamu kita.