Sah? Sah!

Duduk berdua, makan, makan dan berbicara, sungguh asyiknya. Bukan, bukan dengan dia sang pujaan hati, tapi dengan sahabat sambil mencurah hati…

tentang si pujaan hati.

Hati-hati….

Udah kayak konsultan pernikahan aja gw sekarang, 1 bulan ini ini udah ada 2 orang yang nanya-nanya tentang pernikahan ke gw. Haha, ke gw yang pernikahannya masih seumur jagung. Tapi begitulah, gw pun berlagak seperti orang yang sudah sangat berpengalaman.

Bla-bla -bla ble-ble-ble, tak terasa hampir 2 jam kami berbicara dan mendengarkan. Alih-alih menyemangatinya, gw malah cenderung memberitahukan hal-hal “negatif” dari pernikahan. Kok negatif? sebenernya gak negatif-negatif juga sih, hanya hal-hal lumrah yang terjadi di hampir semua pernikahan di muka bumi ini. Hal-hal lumrah yang biasanya tak pernah terpikirkan oleh gadis-gadis yang setia mendambakan pangeran berkuda putihnya. Ya, yang mendambakan… “and they live happily everafter”

Aha!! Pernikahan kita adalah pernikahan manusia biasa. Suami kita adalah manusia biasa, dan kita adalah manusia biasa. Prepare for that. Bersiaplah teman… bersiaplah menjadi rekannya melayari lautan kehidupan luas yang kadang badai. Persiapkan bergudang-gudang stock sabar, bersiaplah untuk perjalanan itu, perjalanan menuju surga, yang tentu tak mudah.

Luruskan niat… mardhotillah…

barokallahulaka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakuma fiikhoir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s