Menyedihkan Banget

” Sekarang tanggal 9 atau 16?” Yang ku ingat hanya, sekarang hari senin, itu pun karena kemaren libur, dan tadi pagi sangat menyedihkan.
” Hah?” Wajah orang itu tak mengerti dengan pertanyaan pagi, sangat menyedihkan.
” Hari ini tanggal 9 atau 16?”
” Oooh, tanggal 9″
Pertanyaan itu sangat menyedihkan, aku sedih.

Advertisements

LDR

“Halo?”

“Tut…tut…tut!” Arif, pria kesayangan Widya, nama itu keluar di layar HPnya yang abu-abu.

“Halo.. Halo…” Sambungan terputus sebelum terdengan sepatah katapun dari Arif. Widya menelpon balik, sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, berkali-kali, beratus-ratus kali, dan tak ada jawaban.

” Ya Allah, Arif kemana?”

Beratus-ratus kali Widya menelpon, tak diangkat. Sampai akhirnya tak ada nada sambung. HP Arif tampaknya mati.

*********

WIdya tak bisa tidur semalaman, berkali-kali mencoba menelpon Arif, lagi dan lagi tak ada jawaban.

Tangannya menggapai Android yang sejenak baru saja ia letakkan di atas meja sebelah tempat tidurnya. Membuka aplikasi salah satu maskapai penerbangan. Kalut, ia tak ingin lebih lama dalam ketidakpastian begini, Bengkulu-Jakarta, esok pagi sekali.

*********.

Mata bening yang tak berubah itu menatapnya bingung. Demi menatapnya, Widya tak tahu harus merasa apa. Kesal, marah, bercampur dengan lega dan bahagia. Pemilik mata itu sedang memasang tali sepatu di depan pintu kontrakannya.

“HP kamu kemana aja? ” Sergahnya bergetar, saat mata bening itu mendekat, masih dengan tatapan bingung.

” Ahh, hilang kemarin, aku rencananya mau kasih tahu… ” Belum selesai mulutnya berucap, wanita tinggi berjilbab hitam itu telah menubruk dan memeluknya erat. Menangis lega dan bahagia. Setidaknya, ia tahu, laki-laki itu baik-baik saja.

”¬†Aku baru mau nelpon pake hp teman di kampus, anak-anak kosan lagi pada mudik” Ia balas memeluk wanita kesayangannya itu. Ah, ini bukan pertama kalinya wanita itu terbang hanya untuk memastikan kondisinya, ini sudah yang keenam¬†kalinya, satu semester ini saja.

Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja.
Seandainya sang waktu dapat mengerti.
Takkan ada rindu yang terus mengganggu.
Kau akan kembali bersamaku

***********