What I Would Like To Say

About my marriage? am I happy? am I?…

Yes, I’m quite very happy for a responsible hubby, for a cute baby, for my house which is so messy most of time, for the so crazy hectic mornings that i can’t go to bed again after the subuh prayer, for the clothes that never stop piling up waiting for me to iron and fold, for the food list that never be real as i always decide to just cook that again and again menu.

i used to never feet in the kitchen to do cooking stuff, i did never have to think hard of the clothes, or ya in short, i u sed to be a lazy girl. And, being a housewife is like… be somebody i’m not, no no somebody i was not.

Am I happy for that? should i be happy?

Haha, it was a hard start, first morning that i realized the responsibilty of domestic works, why me? whay not? no! Why should I? Why not a housemaid doing this all? I kept questioning it all.

Then…

That time, i’m quite sure that i’m happy, when we, side by side, sitting on the terace, watching the road in front, talking about nothing, scramble to speak, eh ya at that time, when i am just speechless, u say…

*sencored

Love and happiness is just inseperable. To love is to be existed in someone’s heart (IMHO), it could happen only when I am important, ya when you can count on me whatever the situation. To love and to be loved and to be happy. It is that simple? believe me! It is not that simple.

Well, time is all what we need to get used to “love”. Yes, I will just survive… I know i’m happy although sometimes i am not, but…

in Short, I AM HAPPY, at least, in people’s general opinion, wkwkwk.

26-27

Buat apa sih begitu? kuliahin anak pake duit negara kayak kamu gak punya duit aja. Memanfaatkan kewenangan yang kamu miliki, untuk memanjakan anakmu? Woww! Fine sih, kalau anakmu pintar, ini rata-rata doang! Itu uang negara yang kamu pake punya hak untuk digunain ke hal-hal yang lebih menguntungkan untuk ummat. Percayalah Kemudahan yang kamu limpahkan buat anakmu, ponakanmu, istrimu, orang-orang dekatmu, emm sooner or later bakal bla bla bla….ah entahlah!

Nggak habis pikir! Masa kamu nggak ngerti, kamu udah sekolah setinggi langit, bro! Walaupun, ya gue tahu deh sekarang. Tapi tetep gak habis pikir, tetep gak habis pikir. Kewenangan, kekuasaan,  apalah itu namanya, tak selamanya…

“Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan (batas).”

What If

What if kamu hamil lagi? Setelah sebelumnya kamu mengutuk keras teman-temanmu yang sudah hamil saja, padahal anak mereka masih balita.

What if susu formula untuk bayimu? Setelah kamu mengutuk keras emak-emak yang dengan terpaksa atau tidak, memberikan susu formula pada anaknya.

What if ….??

*Cemas

Galau Bahagia Kangen

Kangen, kangen buat bergalau-galau ria, dengerin musik, ngeblog gak jelas, setelah puas bergelung di kasur sambil nangis-nangis dengerin Rio Febrian nyanyi. Melototin tupai di atas pohon dari jendela kamar, sambil hus-hus takut do’i lompat ke kamar. Ahhh….

Terkadang, aku kangen, kangen menyesali uang yang terbang entah ke mana, setelah nonton, makan, and beli novel-novel nggak guna. Kangen, kangen iiih-iiih-han sama temen jalan, saat lihat barang-barang lucu di naughty, strawberry, bunga.

Sekarang, rasa kangen itu sering datang. Namun, tak bernyali untuk melarikan diri, barang sehari? NO! Karena aku lebih kangen kamu….

Lomba dan Hadiah

Lomba sama hadiah itu menurut gw erat banget kaitannya. Lomba tanpa hadiah itu bagai malam tanpa bintang tanpa bulan, gelap. Kalau mau ngadain lomba, mbok ya modal sedikit, pun nggak ada duit buat beli hadiah, cari sponsor dong. Hadiah juga gak mesti yang gede-gede banget sih, tapi ya harus ada hadiah, titik.

Sekarang, gw sering banget nemu lomba yang nggak ada hadiahnya. Udah gitu, ditarik uang registrasi pula’. Katanya sih buat rame-ramean aja, tulisan-tulisan yang bagus dibukuin. Buat gw sih masalah, tulisan gw dijual, gw gak dapet hadiah (sekedar apresiasi), malah harus beli itu buku demi lihat tulisan gw yang nampang di situ. Ogah bangeeeet.