TUA

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan, kata orang sih gitu. Ya betul, gw setuju, soalnya udah nemu banyak orang “tua” yang nggak dewasa (ngaca).

Tapi in my opinion, dewasa sebenernya nggak sepenuhnya pilihan. Ya, dewasa bukan cuma tentang whether kita milih untuk jadi dewasa or not, tapi the most important part of it is the process, dan gak dipungkiri waktu adalah bahan utama dari proses pendewasaan itu.

Kenapa waktu? hemmm, ini bukannya mau bilang kalo gw lebih dewasa dari elu-elu yang masih kecil, yang masih muda, yang masih imut-imut,yang masih unyu-unyu. Tapi, i’m supposed to be maturer than you (yang masih kecil, yang masih muda, yang masih imut-imut, yang masih unyu-unyu). Perjalanan hidup yang lebih panjang karena usia yang lebih tua, seharusnya mengantarkan saya menjadi sosok yang lebih dewasa.

Seharusnya, tapi ketika perjalanan hidup tidak berdampak apa-apa pada orang-orang “tua”, itulah yang disebut pilihan. Pilihan yang membentuk karakter anti-dewasa, memilih kekanakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s