Dan Dia Pergi

Barusan dia datang, tampak tertarik masuk ke ruangan saat melihat ada aku di dalamnya. Setelah mengintip dari jendela, dia bergegas masuk dan menyapa. Aagh, aku sedang mendapat ilham untuk berkonsentrasi, kenapa harus ada orang ini, pasti dia mau bercerita atau lebih tepatnya bergosip.

Benar saja, dia membuka orolan dengan mengomentari skripsi-skripsi di atas meja seorang rekan (yang tidak ada di kantor), mengatakan bahwa skripsinya banyak yang salah, bla bla bla dan berlanjut pada cerita tentang saya tidak mau dengar. Aku hanya merespon dengan senyuman, deheman, dan anggukan, gelengan. Sampai dia tahu diri, berlalu pergi, alhamdulillah.