A Note of Clouds

Dibuat merinding melihat awan sepulang kerja kemarin sore. Awan hitam yang telah siap tumpah ke bumi menjadi air, mengantarkan berkah dari Tuhan, nimbostratus.

3307_2_large

Rumah saya sekarang berada di atas bukit, yah sejenis ituah. Dari teras belakang rumah, kami sering menikmati awan yang berarak menuju gunung. And it’s so wonderfull. Dari situ, alam bawah sadar saya jadi sangat terobsesi sama how mighty the clouds are, mashaallah.

7fbf494b08f42a888ac9ab74c6f6de47

Mammatus, ini adalah awan indah yang muncul setelah badai. Awan ini pernah terbawa sampai ke mimpi, seriously. Ini awan, sampai sekarang, walau suma lihat gambarnya aja, selalu sukses bikin saya merinding. Dalam mimpi, saya melihat awan Mammatus ini di langit, semakin mendekat ke bumi, jatuh, sembari menikmati keindahannya, saya terus berjalan bersama anak dan suami, berjalan cepat hingga berlari untuk menghindari awan yang dalam mimpi itu, terasa begitu berbahaya. Huaaah, sensasi mimpi ini masih terasa sampai sekarang.

cumulus-congestus

Cumulus, ini awan yang saya pelototin sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor kemarin siang, sepulang waktu istirahat. Awan ini bergumpal-gumpal, berarak, membuat hati saya tak henti berdecak kagum. Mashaallah.Pernah lihat awan jenis ini dari jendela pesawat, memandanginya takjub, jauh di sebelah kanan kami, woow.

stratocumulus

Stratocumulus, awan yang seperti lautan kapas, jika di lihat dari atas pesawat. Kemudian, saya sering menunggu pesawat turun menembusnya, dan taraaaa, ada negeri di baliknya, so  so beautiful.

Clouds, i’ve never been this excited about u before… hehe :-* (sampai kebawa-bawa mimpi)

PS: Penamaan hanya didasari pada research yang tak begitu mendalam, dari baca-baca sedikit artikel tentang awan saja. Wish i could buy a book about clouds someday. Hoho, maafkan jika ada kesalahan pemberian nama pada gambar awan yang menyerupai awan-awan favorit saya.

Advertisements

Sahabat

Sahabatku tadi menelpon, dia bercerita dan aku mendengarkan.
Kemudian aku memberi tahukan ia resep membuat empek-empek.
Aku berusaha memotivasinya melakukan yang belum ia lakukan.
Ya Allah, semoga ia baik-baik saja, dan lebih bersemangat menjalani kehidupan barunya.

Padahal,
tadi malam aku bukan memimpikannya.
Aku memimpikan sahabat yang lain lagi.
Badan jangkungnya terbayang jelas, dalam mimpi.
Aku dipeluknya hangat.

Apakah aku rindu?