Sariayu Putih Langsat (Call It a Review!)

Baiklah, saudara-saudara, hari ini akan menjadi hari bersejarah dalam hidupku, karena this will be the very first time of mylife  to write a review of skin care products, aw!

Baiklah lagi, produk skin care yang akan saya review hari ini sungguh-sungguh spesial dan warbiatsah, karena harganya yang murah dan sangat mudah didapat saudara-saudara!

Apa sih?

Hari itu sebenernya saya udah order online skin care yang biasa saya pake, tapi belum transfer karena dompet ketinggalan dan perangkat belanja online saya di sana semua. . Pas pulang mau beli susu buat Raki, iseng ngeliatin rak ijo royo-royo produk ini. Awalnya kepengen beli peel-off masknya doang. Pas lihat harganya, woow! Murceee binggiits. Dah, akhirnya saya ambil semua deh rangkaian skincarenya, Sariayu Putih Langsat, yang terdiri dari: peel off mask, moisturizer, night cream, facial wash, dan facial scrubnya.

Hasilnya saudara-saudara??

Putih Langsat Pell-Off Mask
Spesial banget ini masker, that you don’t need to wash your face after using it.          Awalnya nggak percaya tapi akhirnya, swear enak banget ini masker. Lembabnya awet sampe keesokan harinya. Dan yang paling saya suka, tentu saja karena tidak perlu cuci muka lagi setelah pake masker. Kadang saya bawa tidur dengan lampu yang udah mati gitu, ready to go to dreamland. Abis gitu “dikelopek’in” deh di dalam gelap, it’s so heaven guys.

Facial Wash
Facial Washnya  murah banget sis, harganya cuman 20an, enak banget karena gak bikin muka kaku setelahnya. Gak cuma membersihkan, dia juga melembabkan dan mengenyalkan. it’s absolutely fantastic, percayalah facial wash ini harganya 4x lebih murah dari facial wash yang biasa saya pake, dan hasilnya 2x lebih surga.

Moisturizer
Ini dia, cream rasa gel, enak banget. Meresapnya cepet kayak gel, segernya kayak pakai gel, tapi melembabkannya powerfull kayak cream. Creamnya emang creamy banget, terbilang kental, tapi ringan dan asoy banget di kulit, maknyess segernya. Yang pasti, it moisturizes your skin so well.

Night Cream
Night creamnya kecil mungil, tapi cukuplah buat sebulan, karena makenya dikit aja udah muat di setiap sudut muka. What i love from the night cream is the moment i go to wash my face in the morning after applicating it malemnya. Megangin muka, minyaknya keluar semua, brintilan di idung rasanya hilang, pipi rasanya mulus. Semoga itu bukan cuma rasanya aja ya saudara-saudara.

Facial Scrub
Scrubnya dipake seminggu 3 kali aja. Karena muka saya itu normal cenderung kering, saya jadi males pake scrub, biasanya bikin kering banget, apalagi di
sela-sela hidung. Tapi facial scrub yang ini nggak bikin begitu, swear! 

Demikian aja review singkatnya, ini bukan iklan loh, apalagi ikut giveaway-giveaway-an. I write this because i’m just really impressed with the product. Kosmetik kadang emang suka cocok-cocokan sih, tapi so far Sariayu Putih Langsat ini bikin saya amazed banget dengan efeknya yang langsung terasa. Beneran, it works to me, ekstrak buah langsat dan hibiscus (Kembang Sepatu) yang katanya kaya kandungan Vitamin C dan antioksidan bikin kulit saya nggak kering kerontang lagi saudara-saudara.

Sebenarnya, hikmah paling penting di balik tulisan ini adalah kosmetik nggak harus mahal sis, and produk dalam negeri harusnya lebih menjawab kebutuhan kulit kita daripada produk luar yang biasanya lebih mihil.  I really hope this review helps you a lot. Saya tulis dengan tulus, karena saya merasa khasiat produk dalam negeri ini worth it untuk dishare.

With Love to Sariayu
Lingga Ambarita.

Advertisements

Buku, Raki, dan Mama

Buku dan Mama, itu punya kaitan erat. Ya, sudah jadi rahasia umum kalau Mama suka baca, dulunya. Sekarang mah banyakan nggak bacanya. Karena apa?? ENtah juga, katanya sih karena sibuk, sibuk masak, sibuk beresin rumah, sibuk kerja, sibuklah pokoknya.

Raki, suka ngacak-ngacak buku Mama, suka banget. Ya, sudah pada umumnya, toddler suka ngacak-ngacak. Buku di rak udah kenyang dikeluarin sama bocah ini.

IMG20150404194827

Yabbaa, Mama punya harapan, nanti Raki juga suka baca, suka buku. Oleh karena itu, Mama mau ngebiasain Raki untuk baca sejak dini banget. Where and How to start?

IMG20150412124254

Raki, The Book Worm

Haha, tenang tenang, gw gak lagi mau promosi ABACA kok. 

Sejak hamil, Mama udah gandrungi buku-buku Gramedia obral. Bukunya cakep-cakep, banyak warna, dan harganya boook, murce syekaleeee. 200 ribu udah penuh satu kantong, besok lagi ah besok lagi ah, gitu! Kayak buku yang dicekokin ke Raki di photo -Raki, the book worm-, itu kisaran harganya cuma 10-15rb aja. Bukunya bagus-bagus kok walau murah, gak murahan. Diobral karena udah lama, tapi masih  up to date-lah. Buku yang biasanya jadi favorit gw buat dibeli adalah buku yang looknya colorful, isinya tentang ilmu pengetahuan, dongeng-dongeng klasik, fabel, dll-lah. Sebenernya asal berwarna, bagus, dan menarik sih, itu aja.

Eh terus?

Sebagai usaha membiasakan Raki dengan buku, that’s all, ya itu doang tujuannya. Mama gak akan maksain Raki buat bisa baca dalam usianya yang sudah satu tahun lebih dikit ini (HAAAAA). Nop, mama pengen at first Raki terbiasa dulu sama buku. Caranya?

Mama suka naroh satu dua buku di tempat tidur. Buku ini kadang, kadang bangeeeet, pernah dulu, udah lama nggak, eh iya kadang banget mama bacain buat Raki, biasanya Raki akan happy luar biasa, ketawa-ketawa gak karuan, lihatin ekspresi and dengerin suara aneh Mama bacain cerita. Tapi itu udah cukup lama sih ga dilakuin. Kebanyakan tuh buku yang ditaroh di tempat tidur, dipake buat ngipasin Raki and Mama kalo kepanasan. Haha

Tapi begitulah, Mama pengen later Raki gak cuma belajar A BA CA, tapi memahami buku yang dibaca. Terbiasa mencintai buku dan membaca dan memahami dan memeliharanya. Untuk sekarang, dan 3 tahun ke depan, insyaallah Mama akan berusaha untuk men-supply buku-buku untuk Raki tapi tidak akan berharap Raki bisa baca A BA CA dalam usia sedini itu. Biarlah ia belajar mencintai dan memahami isi buku-buku dulu, cukuplah Mama dan Papa yang membacakan untuk Raki. Aamiin, insyaallah.

Jadi, sementara dan dalam 3 tahun ke depan. Interaksi Raki dengan buku masih sebatas berasyik masyuk dengan gambar dan kertas. Cukuplan interaksi Raki dengan buku terjadi melalui aktivitas rebutan buku sama Mama kalau lagi main hambur-hamburan buku di lantai. Interaksi Raki dengan buku sekarang, mungkin lebih sering berujung seperti ini…

IMG20150417061117

robek-robek

It’s okey, toh IMG20150227074325harganya cuma 10ribu, ahhaha, dan Mama masih punya banyak buat Raki.

Yeyyyy, no offence ya. Investasi buat anak dalam bentuk buku?? Gak perlu mahal sampai jutaan. DI Gramedia obralan banyak… :-). 1 juta something?? woooo, bisa penuh satu rak buku.

Demikian, ayuk pulang…. 🙂

What I Would Like To Say

About my marriage? am I happy? am I?…

Yes, I’m quite very happy for a responsible hubby, for a cute baby, for my house which is so messy most of time, for the so crazy hectic mornings that i can’t go to bed again after the subuh prayer, for the clothes that never stop piling up waiting for me to iron and fold, for the food list that never be real as i always decide to just cook that again and again menu.

i used to never feet in the kitchen to do cooking stuff, i did never have to think hard of the clothes, or ya in short, i u sed to be a lazy girl. And, being a housewife is like… be somebody i’m not, no no somebody i was not.

Am I happy for that? should i be happy?

Haha, it was a hard start, first morning that i realized the responsibilty of domestic works, why me? whay not? no! Why should I? Why not a housemaid doing this all? I kept questioning it all.

Then…

That time, i’m quite sure that i’m happy, when we, side by side, sitting on the terace, watching the road in front, talking about nothing, scramble to speak, eh ya at that time, when i am just speechless, u say…

*sencored

Love and happiness is just inseperable. To love is to be existed in someone’s heart (IMHO), it could happen only when I am important, ya when you can count on me whatever the situation. To love and to be loved and to be happy. It is that simple? believe me! It is not that simple.

Well, time is all what we need to get used to “love”. Yes, I will just survive… I know i’m happy although sometimes i am not, but…

in Short, I AM HAPPY, at least, in people’s general opinion, wkwkwk.

Tak Sempurna (sort of review)

Membaca novel Fad Jibran berjudul Tak Sempurna menghasilkan respon yang bercampur aduk dalam hati saya, antara bosan, sebel karena merasa salah beli buku, segera ingin menyelesaikan, dan kesal dengan penuturannya tentang sekolah dan guru (pada umumnya). Perasaan-perasaan negatif itu juga bercampur dengan hal-hal positif, seperti, emm saya merasa mendapatkan sesuatu dari novel ini.

Inti nih buku adalah cerita tentang tawuran pelajar, efek-efek negatifnya. Sangat klise memang, tapi ada sesuatu juga di dalam novel ini, yang lebih penting lagi dan cukup menarik (andai saja tidak dituturkan dengan sangat sederhana sekali). Kritik tentang pendidikan Indonesia yang disampaikan dari sudut pandang siswa SMA. Ya…

Tapi, Fahd Jibran kan bukan anak SMA, saya berharap novel ini berisi lebih dari itu. Bukan sekedar cerita tentang anak SMA dari keluarga broken home, yang tawuran, terus celaka, kemudian insyaf, dan bahagia, dengan pemanis lirik lagu Bondan and fade2black. Sungguh aku kecewa saudara-saudara, tahu begitu mending gue beli novel terjemahan yang udah gw iler-ilerin seminggu ini.

Tapi ya sudahlah, toh novel ini sudah menggelitik saya untuk mengimajinasikan (baru sekedar imajinasi hahaha) novel sekolah sebagai seorang guru, praktisi pendidikan, dan lain sebagainya.

Apa ya? Nggak tahu, pokoknya novel ini sudah membuat saya kesal, marah, sekaligus terinspirasi. Saking marahnya, ini tulisan jadi absurd banget deh. It’s quite hard for me to write it out… i don’t know. (as always-lah haaaaa)

Dr. Nova Ardiyansyah

Sebenarnya, gw bertekad untuk record dan share cerita TTC #1 gw. Secara cerita-cerita promil orang-orang di blog-blognya sangat membantu gw di waktu-waktu itu, jadi lebih termotivasi dan dapat banyak hal yang tidak didapat dari konsultasi dengan dokter langsung.

Well, ngemeng-ngemeng tentang dokter, dokter Nova adalah salah seorang dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang pernah gw kunjungi. Do’i praktek di Lahat, kampung halaman suami. Waktu itu lagi mudik lebaran, dan alhamdulillah sebelum mudik TP nunjukin nunjukkin 2 garis. Karena besoknya banget mau mudik, jadi kita gak sempet lagi buat meriksain ke dokter. Percayakan ke Allah aja deh untuk melakukan perjalanan 8 jam ke Lahat, Sumatera Selatan.

Sebelum pulang lagi ke Bengkulu itulah, gw ketemu dengan Dokter Nova Ardiyansyah. Heee… Gak kayak dokter-dokter yang gw temuin sebelumnya, dokter Nova orangnya ramah bangeeet, meriksanya juga gak cepet-cepet, and bener-bener ngasih ruang dan waktu buat gw and suami nanya2 hal-hal yang awam banget. Karena waktu itu kehamilan gw baru 5 minggu, udah gitu kondisi badan yang nggak banget in which tensi darah gw 120/50 membuat si dokter wanti-wanti untuk hati-hati melakukan perjalanan pulang ke Bengkulu. Udah gitu ya saking baiknya, dia malah ngasih nomor Handphone buat dihubungi kalo ada apa-apa di kemudian hari. Weeewww, dokter Nova super dehhh….

Dari yang gw perhatiin juga, durasi periksa pasien-pasiennya beda-beda, gak lima menit for each patient. Ada yang lama sampe lebih dari 15 menit, ada juga yang cuma 5 menit, dan gw sekitar 10-15 menit. Kalau kata suami gw sih karena Lahat kan kota kecil, budaya kekeluargaannya masih kuat banget, jadi si dokter juga seperti itulah, gak kayak di kota beneran.

Karena si dokter teliti banget, dia nemuin kista di indung telur gw, itu dia yang menyebabkan haid gak teratur, katanya kalau gak diperiksa teliti-teliti banget emang gak akan keihatan. Tapi kata dokter lagi gak berbahaya, kalo kehamilannya berjalan normal tuh kista malah akan hilang. Bismillah, Ya Allah lancarkanlah segalanya, aamiin.

PS: obat dokter gw makan sebelum balik doang, sampe bengkulu malah lupa mulu, karena emang gak niat kali ya… Semoga baik-baik aja dengan suplemen herba yang alami and pola makan yang mau gw perbaiki. 🙂

Day 2 The Last Movie I Watched

image

The last movie i saw was Man of Steel, i’m not a lover of Superman, but i just randomly picked that title long long ago (more than a week, i miss you cinema). And as a melancholic woman, (eaaa) i always catch the melancholic parts of movie as the most important part making me love the movie or not.

This movie was a bit parental i think, i love the part when Kevin Costner, the adoptive father of Clark Kent/Kal EL, doesnt let his son to show his prodigy, until he dying for saving his adoptive son. I cried heavily following the scene of tornado killing him. Lois Lane, the royal adoptive mom is my favorit too.

The action and the love? to be honest, a bit boring.

You just have to decide what kind of man you want to grow up to be, Clark. Whoever that man is, he’s going to change the world. -Jonathan Ken

Clark Kent/Kal-El: The world’s too big, Mom | Martha Kent: then make it small. Focus on my voice. Pretend it’s an island out in the ocean. Can you see it? | Clark Kent/Kal-El: I see it.